Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca OJK: Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional Meningkat, Namun Kesenjangan Masih Terlihat di Pedesaan dan Kalangan Perempuan
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

OJK: Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional Meningkat, Namun Kesenjangan Masih Terlihat di Pedesaan dan Kalangan Perempuan

Atti K. Jumat, 2 Mei 2025 | 21:04 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit : Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Frederica Widyasari Dewi (ki) saat konfrensi perd di Jakarta/Doc/telegraf
Bagikan

Telegraf— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan hasil Survei Nasional Literasi Dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, yang menunjukkan tren peningkatan secara umum. Namun, kesenjangan masih terlihat di beberapa segmen masyarakat, seperti wilayah pedesaan, kelompok usia tertentu, serta perempuan.

“Indeks literasi keuangan di wilayah perkotaan tercatat sebesar 70,89%, lebih tinggi dibandingkan wilayah perdesaan yang berada di angka 59,60%. Untuk indeks inklusi keuangan, perkotaan juga lebih tinggi yaitu 83,61% dibandingkan perdesaan sebesar 75,70%,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Frederica Widyasari Dewi yang akrab disapa Kiki, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/5).

Menurut Kiki, metode pengukuran keberlanjutan yang digunakan saat ini sudah disesuaikan dengan pendekatan Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI). “Model yang dipakai adalah keberlanjutan dari tahun lalu, dan OJK merupakan bagian dari DNKI yang diketuai langsung oleh Presiden,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kiki mengungkapkan kesenjangan berdasarkan gender. “Indeks literasi keuangan laki-laki tercatat sebesar 67,32%, lebih tinggi dibandingkan perempuan yang hanya 65,58%. Yang menarik, justru indeks literasi perempuan mengalami penurunan sebesar 1,17% dibandingkan tahun lalu,” katanya.

Namun, ia menyampaikan kabar baik terkait inklusi. “Untuk indeks inklusi keuangan, laki-laki dan perempuan relatif sebanding, yaitu 80,73% dan 80,28%. Artinya, akses terhadap layanan keuangan semakin merata meski literasi masih harus ditingkatkan,” tambahnya.

Baca Juga :  OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Dari sisi usia, kelompok 18–50 tahun menjadi penopang utama peningkatan indeks literasi dan inklusi. Sebaliknya, kelompok usia 15–17 tahun dan 51–79 tahun menunjukkan angka di bawah rata-rata nasional.

Kiki juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai faktor penentu. “Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin tinggi pula tingkat literasi dan inklusi keuangannya. Masyarakat yang tidak tamat SD memiliki indeks literasi 43,20%, jauh dibandingkan lulusan perguruan tinggi yang mencapai 90,63%,” ujarnya.

Dari sisi profesi, tiga kelompok utama yang menopang indeks tertinggi adalah pegawai/profesional, pengusaha/wiraswasta, dan pensiunan. “Sementara kelompok petani, peternak, nelayan, dan yang belum bekerja mencatatkan indeks paling rendah,” kata Kiki.

Ia juga menyinggung sektor jasa keuangan yang paling dikenal masyarakat. “Perbankan tetap menjadi sektor dengan indeks literasi dan inklusi tertinggi. Namun, lembaga keuangan mikro, pasar modal, dan fintech lending masih perlu edukasi lebih lanjut karena indeksnya masih sangat rendah,” tutup Kiki.

OJK menyatakan bahwa hasil ini akan menjadi dasar dalam meramu program literasi dan edukasi keuangan ke depan, agar mencakup lebih banyak segmen masyarakat secara merata.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit
AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan

Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?