Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca OJK Gandeng Daerah dan Industri Perkuat Akses Keuangan Syariah
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

OJK Gandeng Daerah dan Industri Perkuat Akses Keuangan Syariah

Atti K. Minggu, 3 Agustus 2025 | 13:01 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit : Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi/Doc/Ist
Bagikan

Telegraf — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan inklusi keuangan syariah melalui berbagai pendekatan kolaboratif. Salah satunya adalah penyelenggaraan Syariah Financial Fair (SYAFIF) di Bandung, yang berlangsung pada 2–3 Agustus 2025 di Main Atrium Trans Studio Mall.

Gelaran ini merupakan bagian dari upaya memperluas pemahaman dan penggunaan layanan keuangan syariah oleh masyarakat luas, menyusul pelaksanaan kegiatan serupa sebelumnya di Tangerang dan Palembang. SYAFIF diinisiasi bersama Pelaku Usaha Jasa Keuangan Syariah (PUJK Syariah) serta Organizing Committee Orkestrasi Program Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah (OC LIKS).

Dalam sambutannya, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah harus dibarengi dengan penguatan struktur dan sinergi antar pemangku kepentingan.

“Peningkatan literasi keuangan syariah dari 9 persen menjadi 43 persen adalah capaian penting, namun belum cukup jika tidak diiringi peningkatan pemanfaatan produk secara nyata,” ujar Friderica.

Ia menekankan bahwa pengembangan keuangan syariah membutuhkan pendekatan dua arah, yaitu kesiapan pelaku industri dan regulasi, serta keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan perlu memanfaatkan momentum pertumbuhan ini secara optimal untuk memperkuat posisi ekonomi syariah di tingkat nasional.

“Keuangan syariah bukan hanya instrumen ekonomi, tapi juga sistem nilai yang dibangun atas prinsip keadilan, transparansi, kemitraan, dan keberkahan,” tambahnya.

Baca Juga :  BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Biro Perekonomian Setda Jawa Barat, Budi Kurnia, menyoroti pentingnya potensi lokal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah.

“Jawa Barat memiliki lebih dari 13.000 pesantren. Ini merupakan kekuatan sosial dan ekonomi yang bisa menjadi fondasi pengembangan keuangan syariah yang inklusif,” jelas Budi dalam sesi diskusi.

Selain mengedukasi masyarakat, OJK juga meluncurkan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Bandung sebagai bagian dari pilot project nasional tahun 2025. Program ini bertujuan memastikan setiap pelajar memiliki akses terhadap layanan perbankan sejak usia dini.

Langkah lainnya termasuk penguatan Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS), melalui penunjukan agen keuangan syariah di komunitas sebagai ujung tombak distribusi layanan, tanpa harus membuka kantor cabang baru. Inisiatif ini juga disertai pengukuhan agen-agen dari sektor pergadaian dan pembiayaan syariah sebagai bagian dari penguatan jaringan distribusi PUJK Syariah.

Kegiatan SYAFIF Bandung ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman antara OJK, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Barat, dan sejumlah perwakilan perbankan syariah sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat sinergi dalam edukasi dan perluasan akses layanan keuangan syariah.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit
AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan

Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?