Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Mentan: Kartel Cabai Harus Ditindak Sampai ke Akar-Akarnya
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Mentan: Kartel Cabai Harus Ditindak Sampai ke Akar-Akarnya

Telegrafi Kamis, 9 Maret 2017 | 02:55 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Ist. Photo
Bagikan

Telegraf, Karanganyar – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan kartel cabai harus ditindak tegas karena telah membuat penderitaan rakyat banyak.

“Kami sudah minta Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri untuk membongkar kartel hingga ke akar-akarnya,” kata Amran Sulaiman di sela kunjungan kerja, di Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebak Kramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, seperti dilansir Antara, Rabu, (08/03/2017).

Amran Sulaiman mengatakan terkait harga cabai yang masih tinggi, pihaknya sudah memberikan solusi permanen dengan memberikan bantuan bibit cabai untuk ditanam.

“Kementan memberikan tanaman cabai kepada seluruh anggota PKK di Indonesia sebanyak 10.000 bibit,” kata Mentan.

Namun, Mentan menjelaskan, dari 14 komoditas yang strategis ditangani oleh Kementan, 13 di antaranya mengalami kenaikan harga, dan satu lainnya turun yakni jenis kedelai.

“Komoditas cabai itu, tidak berkontribusi signifikan terhadap inflansi. Kalau ada konstribusi sedikit itu, cabai merah besar, dan kerinting yang kini harganya murah, sedangkan rawit hampir tidak berpengaruh,” kata Mentan.

Menyinggung soal adanya kartel komoditas cabai, Mantan sudah meminta kepada Kepolisian untuk membongkar hingga ke akar-akarnya karena merugikan masyarakat.

Mentan mengingatkan sebelumnya soal kasus pupuk yang terjadi di Jateng, Jatim, dan Jabar ada sebanyak 40 pelaku yang dipenjarakan, kemudian pengoplos beras sudah ditahan ada enam pelaku.

“Siapa yang menyakiti rakyat, perintah Bapak Presiden harus ditindak tegas, kita hukum semaksimal mungkin,” kata Mentan menegaskan.

Baca Juga :  Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Gubernur Dorong Transformasi dan Persiapan IPO

Kartel harga cabai rawit merah dengan menetapkan di atas ketentuan yang ditetapkan pemerintah berdasar Permendag No.63/ 2016 yang seharusnya Rp29.000 per Kg. Padahal, harga cabai di pasaran dijual berkisar antara Rp120 ribu hingga Rp140 ribu per kg.

Menurut Mentan permainan harga cabai tersebut membuat harga di pasaran melambung tinggi. Pihaknya berharap agar kepolisian membongkar kasus itu, hingga tuntas. (Red)

Photo credit : Ist. Photo


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Gubernur Dorong Transformasi dan Persiapan IPO
Waktu Baca 3 Menit
Rock Ngisor Ringin Part #2 Jadi Ajang Kumpul Musisi Rock Tanah Air
Waktu Baca 4 Menit
Program FLPP Capai Rekor 263 Ribu Unit, BTN Dominasi Penyaluran Rumah Subsidi Nasional
Waktu Baca 4 Menit
BSN Resmi Beroperasi Usai Spin-Off dari BTN, Bidik Pertumbuhan Perbankan Syariah Nasional
Waktu Baca 3 Menit
Tradisi Warga Indonesia Dalam Merayakan Malam Tahun Baru di New York
Waktu Baca 6 Menit

OJK Bentuk Departemen UMKM dan Keuangan Syariah, Pengawasan Bank Digital Berlaku 2026

Waktu Baca 3 Menit

Keamanan Digital Adalah Tanggung Jawab Setiap Pengguna Teknologi

Waktu Baca 2 Menit

Keamanan Digital Kebutuhan Mendasar di Tengah Transformasi Teknologi

Waktu Baca 2 Menit

BTN Salurkan Bantuan Rp8 Miliar untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

OJK Raih Predikat Badan Publik Terbaik Nasional 2025, Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Keseimbangan Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional, Migas dan EBT Harus Berjalan Beriringan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transisi Energi Terkendala Infrastruktur, Pemanfaatan EBT Masih di Bawah Target

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK: Aset Perbankan Syariah Tembus Rekor Tertinggi, Lampaui Rp1.028 Triliun pada Oktober 2025

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

OJK Terapkan Perlakuan Khusus Kredit Untuk Korban Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Resmikan Kantor Provinsi Maluku Utara, Perkuat Pengawasan Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

LPS Tegaskan Pentingnya Penjaminan Polis untuk Stabilitas Industri Asuransi

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Penetrasi Rendah, Industri Asuransi RI Dinilai Masih Punya Ruang Pertumbuhan Sangat Besar

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?