Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Kurangnya Kebermanfaatan dan Praktik Baik Merdeka Belajar dalam Pondok Pesantren Salafiyah
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
FEATURED

Kurangnya Kebermanfaatan dan Praktik Baik Merdeka Belajar dalam Pondok Pesantren Salafiyah

Musa'adah Wiwit Selasa, 18 April 2023 | 15:01 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf – Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan suatu bangsa. Oleh karena itu, setiap warga negara harus memiliki akses yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Salah satu cara untuk mencapai tujuan ini adalah melalui program merdeka belajar.

Namun, masih banyak masalah yang dihadapi dalam implementasi program merdeka belajar di Indonesia. Salah satu masalahnya adalah minimnya kesadaran lingkungan perguruan tinggi di pondok pesantren yang berbasis salafiyah tentang pentingnya merdeka belajar bagi santri. Sehingga, masih banyak pondok pesantren yang belum memanfaatkan program ini dengan optimal. Selain itu, masih banyak pihak yang terkendala dengan peralatan dan infrastruktur yang memadai untuk mendukung program merdeka belajar.

Santriwati asal Ogan Komering Ulu Timur, sebut saja Fifa. Kurang lebih sepuluh tahun ia menimba ilmu di Pondok Pesantren Sumatra Selatan. Ia adalah gadis dengan tekad kuat yang terus haus akan ilmu. Meskipun dengan keluarga sederhana ia berusaha untuk terus melanjutkan perjalanan pendidikanya dengan menempuh Perguruan Tinggi di Pondoknya.

Saat diwawancarai ternyata Fifa adalah perempuan lantang yang terus menerus ingin mendobrak pintu konservatif pondok pesantren salafiyah di tempatnya. Beberapa kali Fifa yang notabenenya juga pengurus putri pada pondok tersebut meminta keringanan agar mahasiswa yang berkuliah untuk bisa terus mengakses perangkat perkuliahan dengan leluasa, diberikan fasilitas satu ruangan dan kamar khusus untuk mengerjakan tugas perkuliahan namun tawaran tersebut terus ditolak oleh pihak Pesantren.

Cerita lain dari Fifa yang lebih mengenaskan saat ia harus menjalankan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN), mereka (ada 7 santriwati yang menjadi mahasiswa di angkatan tersebut, 3 diataranya sekelompok dengan Fifa) tidak boleh membawa smartphone, jangankan membawa menyentuh saja akan terkena takzir. Parahnya mahasiswa disana hanya boleh melakukan perkuliahan hibrida dan lebih banyak daring (menggunakan laptop), pergi ke kampus saat ada pertemuan besar saja. Mereka benar-benar tertinggal informasi dari awal. Hingga di saat pertemuan kelompok saat KKN ia berteriak keras dengan mencari-cari teman sekelompoknya.

Fifa juga ingin melanjutkan perjuangannya menempuh S2 diluar dari Sumatera, ia ingin menambah wawasan seperti teman-temannya yang lain yang bisa merdeka belajar tanpa terhalang apapun. Namun orang-orang disekitarnya menghambat pemikirannya dengan menyatakan bahwa ia hanyalah perempuan yang tidak perlu berpendidikan tinggi.

Salah satu penyebab minimnya kesadaran pihak pondok pesantren tentang pentingnya merdeka belajar adalah kurangnya sosialisasi dari pemerintah dan lembaga-lembaga terkait. Selain itu, minimnya perhatian dan dukungan dari pemerintah dalam menyediakan infrastruktur dan peralatan yang memadai untuk mendukung program ini juga menjadi faktor penyebab.

Seperti Fifa yang sebenarnya sadar akan hal tersebut namun karena tidak ada menguatkan argumentasiya selalu ditolak dengan dalih dunia luar dan kemewahan tidak bisa masuk dalam ruang lingkup pondok pesantren salafiyah.

Akibat dari minimnya kesadaran pihak pondok pesantren dan minimnya dukungan pemerintah, program merdeka belajar tidak terlaksana dengan optimal. Hal ini menyebabkan kurangnya akses dan keterbatasan dalam memperoleh pendidikan dan informasi bagi sebagian besar pondok pesantren yang berbasis salafi di Indonesia. Selain itu, ketidakmampuan dalam mengakses informasi dan pendidikan yang berkualitas juga berdampak pada rendahnya kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Fifa menjadi salah satu bukti akibat dari kesadaran lingkungan pondok pesantren tersebut. Perkembangan, wawasan, ilmu pengetahuan yang seharusnya ia dapatkan karena kegigihannya lenyap karena tidak ada dukungan lingkungan yang ia tempati.

Untuk mengatasi masalah ini, perlu adanya upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak Pondok Pesantren secara bersama-sama. Pemerintah dapat meningkatkan sosialisasi dan promosi mengenai program merdeka belajar agar pihak pondok pesantren dapat memanfaatkannya dengan optimal. Selain itu, pemerintah juga harus memberikan dukungan infrastruktur dan peralatan yang memadai untuk mendukung program ini.

Sementara itu, pihak pondok pesantren harus meningkatkan kesadaran dan memanfaatkan program ini dengan optimal untuk mendapatkan akses yang lebih baik terhadap pendidikan dan informasi. Dengan cara ini, diharapkan program merdeka belajar dapat berjalan dengan baik dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di pondok pesantren yang berbasis salafiyah.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan
Waktu Baca 5 Menit
Baju Padel Wanita
5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000
Waktu Baca 4 Menit
Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial
Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit

Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia

Waktu Baca 6 Menit

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Foto : doc.Ist
FEATURED

PROPAMI Dukung OJK: Delapan Rencana Aksi untuk Mengoreksi Struktur dan Memulihkan Kredibilitas Pasar Modal

Waktu Baca 6 Menit
Bjorka Salah Tangkap
FEATURED

“Bjorka” Menjawab Salah Tangkap: Bocornya 341 Ribu Data Polisi dan 679 Ribu Surat Rahasia untuk Presiden

Waktu Baca 7 Menit
FEATURED

OJK Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Perkuat Pembiayaan UMKM

Waktu Baca 3 Menit
NS Aji Martono Hari Kebangkitan Nasional
FEATURED

Sertifikasi Tenaga Kerja Jadi Kunci Utama Wujudkan Semangat Harkitnas di Era Globalisasi

Waktu Baca 6 Menit
EkonomikaFEATURED

Bank DKI Catatkan Laba Rp529,79 Miliar dan Bagikan Dividen Rp249,31 Miliar

Waktu Baca 2 Menit
FEATURED

BAZNAS dan BCA Syariah Tandatangani MoU untuk Mempermudah Penyaluran Zakat

Waktu Baca 3 Menit
FEATURED

BTN Segera Luncurkan Bale Korpora, Platform Terintegrasi untuk Transaksi Wholesale Banking

Waktu Baca 3 Menit
FEATURED

Aplikasi MKasir: Solusi Keamanan dan Efisiensi untuk UMKM

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?