Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Kostumnya Dipakai Nyonya Trump, Dolce & Gabbana Jadi Hujatan Netizen
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Internasional

Kostumnya Dipakai Nyonya Trump, Dolce & Gabbana Jadi Hujatan Netizen

Telegrafi Kamis, 5 Januari 2017 | 14:43 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Tahun baru belum seminggu berlalu, rumah mode Dolce & Gabbana sudah jadi perbincangan panas di jagat fesyen. Alasannya adalah: Melania Trump.

Awal mulanya, karena Stefano Gabbana mengunggah foto Melania Trump yang tengah mengenakan salah satu koleksi Dolce & Gabbana, untuk menghadiri perayaan malam tahun baru di Palm Beach, Florida, Amerika Serikat.

Melania, yang hadir bersama suaminya, Presiden AS terpilih, Donald Trump, mengenakan gaun hitam dengan aksen pita di kedua bahunya. Gaun tersebut sederhana, namun terlihat elegan berpadu dengan sandal perak bertali. Gaun tersebut merupakan koleksi cruise Dolca & Gabbana 2016.

Wajar, jika kemudian, Gabbana menggunggah foto gaun seharga 1950 poundsterling atau Rp32,2 juta tersebut ke akun Instagram-nya, dan menyebut Melania ‘tampak cantik’ dan menulis tagar #DGwoman di caption foto.

Sayang, bukannya mendapat persetujuan dari netizen soal ‘kecantikan’ Melania, Gabbana justru diserang oleh netizen. Foto Gabbana tersebut mengundang lebih dari 1000 komentar pedas yang menyebut Gabbana tidak sensitif.

“Jika itu Nyonya Reagan, Bush atau Obama, bukan masalah siapa yang mendandani mereka, tapi ini (Melania Trump) sangat ofensif,” tulis salah satu pengguna Instagram.

Gabbana pun tidak tinggal diam melihat unggahannya dihujani kritik. Dia menyebut para komentator negatif itu bebal dan tidak menghargai mode.

“Itu hanya satu gaun, tidak ada hubungannya dengan politik. Banyak orang bebal di Instagram,” tulisnya.

Selain Gabbana, Melania pun jadi sasaran hujatan. Mereka menulis seharusnya, sebagai ibu negara, Melania lebih menghargai busana dan desainer dalam negeri ketimbang mengenakan baju-baju dari label Eropa.

Melania, di sisi lain, sudah sering mengenakan koleksi dari desainer internasional. Namun, mereka kebanyakan memilih bungkam atau menyebut Melania membelinya langsung dari butik tanpa mereka ketahui.


https://www.instagram.com/p/BOvgiX6BjFo/


Beberapa label tersohor yang pernah dikenakan Melania di berbagai acara, sejak dia ditahbiskan sebagai ibu negara AS adalah Roksanda, Roland Mouret dan Ralph Lauren.

Bagi para desainer tersebut, menyebut Melania Trump menggunakan koleksi mereka secara khusus, bisa dianggap sebagai ‘bunuh diri sosial’. Mereka menganggap risiko mengasosiasikan label dengan Melania, terlalu tinggi.

Seorang pengamat mode yang juga kerap mengamati pergerakan politik Amerika Serikat menyebut, brand mode ‘takut’ kehilangan konsumen bila berasosiasi dengan Trump karena basis pembeli mereka kebanyakan berasal dari Partai Demokrat atau mereka memang mendukung Demokrat sejak awal.

Meskipun demikian, tidak semua desainer AS lantas bungkam soal pilihan mereka mendandani Melania. Marc Jacobs dan Tom Ford telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendandani Melania. Begitu juga dengan Sophie Theallet, Derek Lam, dan Phillip Lim, yang dekat dengan Michele Obama.

“Saya lebih baik mencurahkan energi untuk menolong mereka yang tersakiti oleh Donald Trump dan pendukungnya,” cetus Marc Jacobs, dikutip Telegraph.

Di sisi lain, tidak sedikit pula desainer yang mendukung Melania seperti Carolina Herrera, Jean Paul Gaultier, Diane von Furstenberg, Tommy Hilfiger, dan tentu saja Dolce & Gabbana. (Red)

Photo credit : Reuters


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Penyerahan Jabatan Kabais TNI Dinilai Jadi Contoh Bagi Institusi Lain
Waktu Baca 4 Menit
Kasus Air Keras Andrie Yunus Dinilai Lebih Tepat Disidangkan di Pengadilan Militer
Waktu Baca 5 Menit
Framing Dinilai Jadi Skenario Ciptakan Ketidakstabilan Politik dan Geostrategis
Waktu Baca 4 Menit
Permata Sanny Peduli Gandeng YPJI Salurkan Paket Sembako untuk Jurnalis
Waktu Baca 2 Menit
JES Salurkan Bantuan Sembako dan Santunan untuk Warga Kurang Mampu di wilayah Klender Jakarta Timur
Waktu Baca 1 Menit

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Dari Aksi Sosial hingga Diskusi Pasar Modal

Waktu Baca 4 Menit

SOIna Siap Gelar Pekan Special Olympics Nasional 2026 di Kupang

Waktu Baca 3 Menit

BTN Ubah Persepsi Publik, Tak Lagi Sekadar Bank KPR

Waktu Baca 4 Menit

Meneguhkan Kembali Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Sebagai Way Of Life

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Internasional

Trump Ancam Kanada Jika Terus Melakukan Hubungan Perdagangan Dengan China

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Indonesia dan Prancis Tegaskan Kerja Sama Dalam Pertemuan Paris

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Ancaman Trump Terhadap Greenland Bangkitkan Rasa Persatuan di Denmark

Waktu Baca 11 Menit
Internasional

AS Kirim Kapal Perang ke Iran, Trump: Mereka Kami Awasi Sangat Ketat

Waktu Baca 7 Menit
Internasional

JPMorgan dan CEO Jamie Dimon Kena Gugat Rp84 Triliun Oleh Presiden Trump

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Pidato Prabowo di WEF Davos, Tegakkan Konstitusi dan Supremasi Hukum

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Resmi Hengkang Dari WHO Amerika Serikat Tinggalkan Setumpuk Hutang

Waktu Baca 4 Menit
Internasional

Tandatangani Piagam Board of Peace, Prabowo Implementasikan Solusi Dua Negara

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?