Keuangan Syariah Diharapkan Menjadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Ekonomi dan keuangan syariah menjadi mesin baru yang relevan dan menjawab tantangan di tahun tahun kedepan"

Keuangan Syariah Diharapkan Menjadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Telegraf, Jakarta – Perkembangan perekonomian Global mengalami perlambatan, sebagai negara berkembang Indonesia terus berusaha mempertahankan laju ekonomi dengan berbagai cara peluang besar di titik beratkan pada ekonomi syariah yang bisa mendongkrak perkebangan perekonomian Indonesia.

“Ekonomi dan keuangan syariah menjadi mesin baru yang relevan dan menjawab tantangan di tahun tahun kedepan,” ungkap Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo dalam pembukaan Forum 6th International Islamic Monetary Economics and Finance Conference (IIMEFC) 2019, sebagai rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 di Jakarta.

Dody menjelaskan potensi sangat besar bagi Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui ekonomi syariah yang bisa menjadi sumber ekonomi baru, karena Indonesia adalah negara yang memiliki Muslim terbesar di dunia.

Lanjut Dody hingha saat ini dana kelola ekonomi syariah dunia mencapai 1,7 triliun dolar AS, sementara untuk Indonesia sendiri mengelola dana syariah sebesar 1 triliun dolar AS.

Solikin M Juhro Head of Bank Indonesia di temui di tempat yang sama menjelaskan menjadikan ekonomi syariah sebagai mesin baru dalam rangka mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang strong sustainable and inklusif groude.

“Bagaimana kita menghadapi suasana ekonomi global yang masih dipenuhi dengan ketidakpastian, serta perkembangan ekonomi global yang sincronice, ” tutur Solikin, Selasa (11/11/19).

Lanjut Solihin dengan perlambatan ekonomi yang terjadi, Indonesia memiliki banyak potensi untuk bertahan seperti kalau dari sektoral Indonesia harus mengembangkan pariwisata, dan sektor maritim, termasuk juga mengembangkan induatri manufaktur serta mengali potensi ekonomi keuangan syariah.

“Dengan perinsip perinsip ekonomi syariah, memungkinkan atau memberikan suatu dorongan bagaimana ekonomi akan tumbuh,” paparnya.

Ia juga mengungkapkan sumber daya alam harus di gunakan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan bersama. Yang masuk dalam sosial rensponsibiliti, dan perinsip bagi hasil, serta tidak diperbolehkan spekulasi. Sehingga akan membentuk inovasi.

Baca Juga :   Perketat Ruang Pinjaman Online Tanpa Ijin OJK Gandeng Polri Untuk Penangananya

“Didalam konteks perinsip islam spekulasi itu tidak diperbolehkan dan sharing, untuk itu manusia akan mendorong kreatifitasnya dengan inofasi yang dibiayai oleh sektor keuangan,” kata Solihin.

Solihin mencontohkan kalau orang mau berinvestasi akan memilih pembiayaan islam, kasarannya klo saya rugi, inovasi saya saya tidak akan dibebani dengan riten yang ada. (Red)


Photo Credit : Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo usai pembukaan Forum 6th International Islamic Monetary Economics and Finance Conference (IIMEFC) 2019, sebagai rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 di Jakarta, Selasa (11/11). TELEGRAF

Tanggapi Artikel