Ketua DPRD DKI: Jika Positif Covid-19 Jangan Ditutup-Tutupi

Ketua DPRD DKI: Jika Positif Covid-19 Jangan Ditutup-Tutupi

"Kalau ada yang terinfeksi sebut terinfeksi. Isolasi sementara untuk disterilisasi. Bahaya kalau sampai ditutup-tutupi,"

Ketua DPRD DKI: Jika Positif Covid-19 Jangan Ditutup-Tutupi


Telegraf – Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi menegaskan bahwa terpapar virus corona atau Covid-19 bukanlah aib. Karena itu, kata Prasetio, tidak perlu ditutup-tutupi jika ada yang positif Covid-19.

“Nggak perlu ada yang ditutup-tutupi. Sekali lagi, ini bukan aib yang harus ditutup-tutupi,” ujar Prasetio di Jakarta, Sabtu (29/8/2020).

Hal ini, kata Prasetio, tidak hanya berlaku untuk perorangan atau perkantoran swasta. Tetapi juga untuk pejabat di lingkungan Pemprov DKI. Jika ada pejabat DKI sudah terinfeksi Covid-19, maka informasi tidak perlu disembunyikan.

“Kalau ada yang terinfeksi sebut terinfeksi. Isolasi sementara untuk disterilisasi. Bahaya kalau sampai ditutup-tutupi,” terangnya.

Lebih lanjut, Prasetio setuju PSBB transisi fase I diperpanjang. Pasalnya, kasus Covid-19 terus melonjak bahkan positivity rate juga meningkat dan mencapai angka 10 persen dalam sepekan.

Namun, Prasetio minta pengawasan dan penindakan diperketat.

“Wilayah-wilayah di RT dan RW zona merah tolong diperketat pengawasannya. Termasuk pengawasan di perkantoran. Kalau memang ada sanksi, sanksi yang tegas bagi pelanggar. Ketegasan itu pun juga harus dan wajib berlaku bagi perkantoran di Pemprov DKI,” ungkapnya.


Photo Credit: Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi. FILE/IST

 

Indra Christianto

close