Ketika Soni Naik Motor Blusukan ke Tanah Abang

"Ko Bapak minta antar ke pasar Blok G (Pasar Tanah Abang,red) ya, naik motor aja," kata Plt Gubernur DKI Soni kepada Eko yang mengantarkan dia. “Siapp pak,” jawab Eko yang tengah asyik ngopi pagi sambil mengunyah singkong rebus di rumah dinas Gubernur DKI.

Ketika Soni Naik Motor Blusukan ke Tanah Abang


Jakarta, Telegraf – Pelaksana Tugas (Plt) Soni Sumarsono mendadak blusukan ke Tanah Abang, Minggu (9/1/2016). Tak banyak yang tahu bahkan wartawan. Dirjen Otonomi Daerah ini hanya ditemani Eko, Patwal pribadinya. Soni menggunakan motor bebek dengan membonceng Eko. Mereka berdua berangkat dari rumah dinasnya di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

“Ko Bapak minta antar ke pasar Blok G (Pasar Tanah Abang,red) ya, naik motor aja,” kata Plt Gubernur DKI Soni kepada Eko yang mengantarkan dia. “Siapp pak,” jawab Eko yang tengah asyik ngopi pagi sambil mengunyah singkong rebus di rumah dinas Gubernur DKI.

Buru-buru Eko menstarter motornya. Pagi-pagi jam 06.00 WIB keduanya meluncur melintasi Jalan Imam Bonjol, Jalan Haji Agus Salim. Sampai di Jalan KH Wahid Hasyim motor perlahan-lahan. “Ko jangan ngebut-ngebut,” ujar Soni.

Pria kelahiran Tulungagung, Jawa Timur ingin melihat kondisi trotoar di depan Toko Metro. “Wah ini trotoar kurang rapi dan bersih harus dirapikan lagi,” keluh Soni saat melihat kondisi trotoar di kawasan Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

Eko kemudian mengajak Plt Gubernur DKI Jakarta Soni memutari jalan di sepanjang pasar Tanah Abang, stasiun hingga pasar. Sampailah Soni dan Eko yang menyetir motor di Blok G Pasar Tanah Abang.

Soni langsung menyaksikan los pasar di Blok G dari jalan. Ia menyaksikan kios-kios pasar yang sepi ditinggal penghuninya. Soni bertanya kepada Eko kenapa Blok G kok sepi. “Saya jawab pengunjung pada gak mau ke Blok G soalnya parkirnya susah,” ujar Eko yang terus mendampingi Soni.

Soni juga menanyakan soal pedagang yang masih berjualan di sekitar trotoar Pasar Tanah Abang. Tapi karena pagi itu hari Minggu dan masih sepi maka trotoar masih terlihat kosong belum ada pedagang kaki lima yang berjualan.

Usai mengecek kondisi Blok G Pasar Tanah Abang, Soni minta diantar Eko ke lokasi Car Free Day di Bundaran HI. “Kemudian Bapak minta diantar ke lokasi Car Free Day, Bapak sempat membeli jamu ramuan akar pohon,” aku Eko menceritakan pengalamannya mengantar Plt Gubernur Soni Sumarsono blusukan ke Pasar Tanah Abang.

Saat jalan sehat di kawasan Bundaran HI, Soni memungut sampah plastik. Namun saat mencari bak sampah ternyata tidak ada. “Dimana bak sampahnya,” tanya Soni. Ternyata ada di pinggiran trotoar. Soni berharap ada bak sampah yang di pasang di tengah-tengah pas kolam Bundaran HI karena terkadang banyak sampah disana.

Dalam perjalanannya Soni sempat berhenti dan menghampiri penyapu jalanan. “Selamat pagi pa, lagi bertugas,” sapa Soni dengan sopan dan ramah. “Selamat pagi pa, Ohh Pak Plt ya saya sering melihat Bapak di televisi” jawab penyapu jalanan terkejut tidak menyangka berhadapan dengan Plt Gubernur DKI Jakarta.

“Jam berapa berangkat dari rumah, apa sudah sarapan,” tanya Soni. “Tadi pak jam lima subuh, belum pak,” kata si penyapu jalanan. Lalu sosok pengagum Bung Karno ini memberikan sedikit uang untuk beli sarapan pada si penyapu jalan. Awalnya si tukang penyapu jalanan agak malu dan takut menerima uang dari Plt Gubernur. Namun Plt Gubernur Soni bilang, “Ini buat beli sarapan bukan untuk apa-apa.” Barulah si penyapu jalanan mau menerima.

“Sudah berapa lama menjadi penyapu jalanan,” tanya Soni. “Sudah lama pak, ada tiga tahun,” jawab si penyapu jalanan.

Ada keunikan saat Soni dan Eko menyusuri kawasan Pasar Tanah Abang. Tiba-tiba ban motor yang dinaiki kempes. Untung si Eko langsung telepon temennya yang juga Patwal bernama Rahman untuk meminjam motor si Rahman. (Edi Winarto)


Edo W.

close