Telegraf – Tiga narasumber dengan latar berbeda memberikan perspektif komplementer dalam seminar “Aman Digital”.
Narasumber pertama, Ruth Naomi Rumkabu, selaku nggota Komisi I DPR RI menekankan bahwa manfaat dari aman digital dapat melindungi data pribadi dengan menerapkan keamanan digital, informasi penting seperti nik, nomor rekening, kata sandi, dan data pribadi tidak mudah dicuri atau disalahgunakan, mencegah penipuan online aman digital membantu pengguna lebih waspada terhadap phishing, penipuan belanja online, investasi bodong, dan scam lainnya dan serta mendorong lingkungan digital yang sehat saat banyak orang memahami keamanan digital, ruang online menjadi lebih aman, bebas dari hoaks, perundungan, dan kejahatan siber.
Narasumber kedua, Anggi Anggraeni K, selaku Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang Keamanan digital bukan lagi pilihan tetapi kebutuhan fundamental di era transformasi digital. Ancaman siber terus berevolusi dengan sophistication yang meningkat, memerlukan pendekatan proaktif dan komprehensif.
Organisasi harus mengadopsi security-by-design mindset, mengintegrasikan keamanan di setiap layer infrastruktur teknologi. Investasi dalam teknologi keamanan, pelatihan SDM, dan kepatuhan regulasi adalah investasi dalam keberlanjutan bisnis.
Narasumber ketiga, Jeni Karay selaku Papua Social Media Influencer, Sebagai influencer, media digital adalah alat utama untuk membangun citra, menjalin koneksi, dan membuka peluang bisnis.
Keamanan digital yang baik menjaga reputasi, melindungi privasi, dan memastikan kelangsungan karier di dunia maya. Tanpa keamanan yang memadai, influencer berisiko mengalami pencurian identitas, penyebaran informasi palsu yang merusak reputasi, hingga serangan siber yang dapat mengganggu aktivitas dan kepercayaan pengikut.
Ketiga pemateri sepakat bahwa dunia digital menawarkan peluang luas, tetapi memerlukan etika, adaptasi, dan konsistensi agar generasi muda mampu berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat.