Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Jokowi Minta Menristekdikti Penerimaan Mahasiswa PTN Dibatasi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Jokowi Minta Menristekdikti Penerimaan Mahasiswa PTN Dibatasi

Edo W. Kamis, 30 November 2017 | 00:08 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta adanya evaluasi dalam penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri di tanah air. Jokowi meminta jumlah mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi negeri dibatasi.

Pernyataan Jokowi ini merespons keluhan yang disampaikan oleh Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Budi Djatmiko dalam penutupan Rembug Nasional APTISI di Universitas Esa Unggul, Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Budi Djatmiko mengatakan, seluruh perguruan tinggi negeri di tanah air menggunakan strategi pukat harimau dengan mengambil seluruh mahasiswa. Penyebabnya, perguruan tinggi jadi melupakan bahwa sejatinya tujuan terpenting adalah mencetak mahasiswa yang berkualitas.

“Saya setuju tadi Pak Budi menyampaikan perguruan tinggi negeri memang harus dibatasi,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya di penutupan Rembug Nasional APTISI, di Universitas Esa Unggul, Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Jokowi menilai seharusnya saat ini perguruan tinggi negeri lebih fokus pada bidang tertentu dalam merekrut mahasiswa. Sehingga jangan semua diambil PTN, yang membuat perguruan tinggi swasta kekurangan mahasiswa.

“Mahasiswanya diambil semuanya, ada yang perguruan tinggi negeri mahasiswanya lebih dari 30.000 atau 40.000,” ucap Jokowi.

Jokowi mengatakan hal ini sudah ia perintahkan ke Menristek Dikti M Nasir segera direalisasikan untuk membatasi penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri.. M Nasir, kata Jokowi, juga telah menyanggupi permintaannya tersebut.

“Tadi bisik-bisik ke Menristek Dikti. Langsung dibatasi. Dan langsung dijawab. ‘Benar pak saya laksanakan’,” kata Jokowi.

“Kita tunggu saja menterinya nanti bergerak kapan,” pungkas Jokowi menutup sambutannya dalam acara Rembug Nasional Aptisi.

Isu PTN dalam menerima mahasiswa baru bagai pukat harimau pertama kali dilontarkan Abadi Ika Setiawan, Ketua Yayasan Mencerdaskan Bangsa. Pengelola STIE Mulia Pratama mengeluhkan kebijakan PTN yang tiap tahun menambah kuota penerimaan mahasiswa baru. Akibatnya, PTS mengalami kekurangan mahasiswa.

Baca Juga :  Ahok Pastikan Bersaksi Terkait Korupsi Kilang Pertamina Pekan Depan

“Harusnya dibatasi untuk memberi ruang bagi PTS turut serta berpartisipasi dalam dunia pendidikan. Kalau mahasiswanya banyak diambil semua oleh PTN maka PTS yang jumlahnya lebih banyak jadi tidak kebagian dan bersaing ketat untuk mencari calon mahasiswa ini sangat tidak sehat dalam dunia pendidikan tinggi, karena PTS mandiri tidak bergantung dana dari pemerintah, PTS sangat bergantung dari swadaya,” katanya.

Rembug APTISI tahun ini mengangkat tema “Revolusi Pendidikan Tinggi dalam Menghadapi Era Digital Distruption”, dengan keynote speaker Pak Jokowi, selain bapak presiden hadir juga Menristekdikti Pak Muhammad Nasir dan beberapa pimpinan lainnya.

Terkait tema Perguruan Tinggi menghadapi Digital Distruption, Presiden kembali mengingatkan agar perguruan tinggi melakukan inovasi.

Presiden Jokowi berharap perguruan tinggi melakukan perubahan paradigma berpikir. Karena sejak puluhan tahun perguruan tinggi tidak pernah mengubah program dan jurusan pendidikan. Sejak dari tahun silam jurusannya ya itu-itu saja. Padahal perubahan kehidupan sosial dan perekonomian sudah bergerak sangat cepat.

“Mosok dari dulu sampai sekarang fakultas/ prodi hanya itu-itu saja, misalnya fakultas ekonomi, hukum dan lain-lain. Kenapa tidak dibuat fakultas atau prodi yang mengikuti tren dan kebutuhan masyarakat misal dibuat fakultas atau prodi biotek, manajemen logistik, manajemen ritel, dan digital marketing,” kata Presiden. (Tim)


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Yang Digadang Jadi Deputi Gubernur BI
Waktu Baca 3 Menit
Indonesia dan Prancis Tegaskan Kerja Sama Dalam Pertemuan Paris
Waktu Baca 2 Menit
Photo Credit: Pengolahan Tambang Freeport. ANTARA
Bidik Produksi 85% Pada 2026 Freeport Kembali Operasikan Grasberg
Waktu Baca 4 Menit
Ancaman Trump Terhadap Greenland Bangkitkan Rasa Persatuan di Denmark
Waktu Baca 11 Menit
AS Kirim Kapal Perang ke Iran, Trump: Mereka Kami Awasi Sangat Ketat
Waktu Baca 7 Menit

KPK Sita Ratusan Juta Tunai Dari Kasus Korupsi Wali Kota Madiun

Waktu Baca 2 Menit

Trump, Indonesia dan Titik Nol Baru

Waktu Baca 16 Menit

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit

Pertumbuhan Perbankan Nasional Terjaga, Likuiditas dan Permodalan Tetap Kuat

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Tim SAR Temukan Total 10 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi terjadi hujan lokal di beberapa wilayah di DKI Jakarta pada hari ini. IST. PHOTO
Nasional

Pramono Anung: Perpanjangan Modifikasi Cuaca Hingga 27 Januari

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Akan Diperiksa KPK Terkait Korupsi Haji

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Ahok Pastikan Bersaksi Terkait Korupsi Kilang Pertamina Pekan Depan

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Prabowo Tak Tetapkan Status Bencana Nasional, Ini Alasannya

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Perbaikan Akibat Bencana, Prabowo: Kita Punya Anggarannya

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Korban Akibat Bencana di Sumut dan Sumbar Jadi 442 Jiwa

Waktu Baca 8 Menit
Nasional

Prabowo Kunjungi Korban Banjir Sumatra, Pastikan Langkah Darurat Dilakukan

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?