Jelang Bebas, Ahmad Dhani Disarankan Untuk Kembali Bermusik Saja

"Semoga setelah Ahmad Dhani keluar penjara 30 Desember 2019 dari Rutan Cipinang, Ahmad Dhani tidak lagi memprovokasi namun sebaliknya menjadi inspirasi Pancasila dan teladan bagi warganet dan generasi milenial,"

Jelang Bebas, Ahmad Dhani Disarankan Untuk Kembali Bermusik Saja

Telegraf, Jakarta – Ahmad Dhani Prasetyo akan bebas dari balik jeruji penjara pada 30 Desember 2019 mendatang, setelah mendekam di Rutan Cipinang, Jakarta Timur selama setahun.

Menjelang kebebasannya yang tinggal menghitung hari tersebut, Jack Boyd Lapian selaku pelapor kasus ini mengharapkan Dhani kembali saja ke jalur musik. Tapi, jika ingin serius di politik, ia meminta Dhani belajar dengan serius soal politik dan tidak memprovokasi atau ujaran SARA di media sosial.

“Mas Ahmad Dhani cocoknya kembali ke jalur musik yang membesarkan namanya. Jika masuk politik saran Jack, Ahmad Dhani mininal sekolah partai dulu,” ujar Jack keterangan tertulis yang diterima, Senin (23/12/19).

Kasusnya bermula ketika Dhani membuat vlog yang bermuatan ucapan ‘idiot’ saat ia berencana menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, 26 Agustus 2018 lalu.

Dhani sebelumnya divonis 1,5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni dua tahun penjara. Namun di tingkat banding, vonis itu berkurang menjadi satu tahun penjara.

Dhani dianggap bersalah karena telah melakukan ujaran kebencian melalui media sosial dengan menyinggung soal penistaan agama.

Melalui akun Twitter-nya, Dhani menyatakan, ‘Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya -ADP’.

Jack menuturkan, perbedaan pandangan dalam politik merupakan hal wajar, karena itu semboyan Bhinneka Tunggal Ika harus lebih diperkuat, bukan hanya kata-kata semata.

“Semoga setelah Ahmad Dhani keluar penjara 30 Desember 2019 dari Rutan Cipinang, Ahmad Dhani tidak lagi memprovokasi namun sebaliknya menjadi inspirasi Pancasila dan teladan bagi warganet dan generasi milenial,” imbuhnya.

Dia juga berharap dengan bergabungnya Partai Gerindra dan Ketum Prabowo Subianto yang diangkat masuk kabinet Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pertahanan, bisa menjadi kekuatan atas berbagai perbedaan termasuk SARA dalam bingkai Pancasila, Bhinneka, NKRI dan UUD 1945.

“Dengan bergabungnya Ketua Umum Partai Gerindra Pak Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan RI, semoga perbedaan SARA menjadi kekuatan NKRI menuju Indonesia Maju” pungkasnya. (Red)


Photo Credit : Musisi Ahmad Dhani, terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran terhadap UU ITE serta ujaran kebencian. ANTARA

Tanggapi Artikel