Jakarta Aman Banjir, Soni Puji Jokowi dan Ahok

Jakarta Aman Banjir, Soni Puji Jokowi dan Ahok

"Sejak zaman Pak Jokowi sampai Pak Ahok telah memberikan bukti pengendalian banjir bisa menjadi genangan sekarang,"

Jakarta Aman Banjir, Soni Puji Jokowi dan Ahok

Jakarta, Telegraf, – Hujan yang mengguyur deras di Jakarta tadi malam tidak menyebabkan Jakarta banjir sebagaimana sering terjadi sepuluh tahun silam. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono memuji karya besar pembangunan Jakarta yang dirintis Presiden RI Joko Widodo semasa memimpin ibukota dan Gubernur Petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Saya apresiasi dan salut kepada Pak Jokowi dan Ahok, pembangunan normalisasi sungai dan pengendalian banjir yang dilakukan beliau-beliau ini membuat Jakarta kini aman dari banjir,” ujar Soni disela-sela melakukan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin, di pemakanan Bivak Karet, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017)

Konsep pembangunan pak Jokowi dan Ahok itulah yang akan terus dilanjutkan Soni ketika memberi pengarahan. “Semua instrumen kita lanjutkan, sekarang baru pembangunan 40 persen, jika dilakukan semua, maka dalam 3 tahun ke depan semua masalah bisa diselesaikan,” paparnya.

Soni membantah jika tadi malam Jakarta sempat dilanda banjir. “Itu hanya genangan saja, orang saja boleh ngantri mosok air gak boleh ngantri (maksudnya mengalirnya,red),” canda Soni.

Soni menuturkan, sejak pembangunan normalisasi sungai dan saluran air dilakukan pak Jokowi dan Ahok di sejumlah tempat di Jakarta, jumlah titik banjir kian berkurang. “Tahun 2015, titik banjir itu ada 486 lokasi. Kemudian Januari sampai Juni 2016 turun menjadi 185 lokasi, dan masuk bulan Juli cuma ada 80 lokasi yang tergenang banjir,” katanya.

Hal ini, kata dia, disebabkan karena berbagai program unggulan penanggulangan banjir yang telah terealisasi. Mulai dari pembangunan waduk, pembersihan got dan saluran air, normalisasi sungai dan waduk, dan lain-lain.

“Sejak zaman Pak Jokowi sampai Pak Ahok telah memberikan bukti pengendalian banjir bisa menjadi genangan sekarang,” kata Soni.

Sumarsono menyebut, kini tidak ada lagi wilayah di ibu kota yang tergenang hingga lebih dari 24 jam. Menurut Sumarsono, genangan air yang merendam lebih dari 24 jam disebut banjir. Sedangkan rendaman air yang surut dalam waktu 3-4 jam, Soni menyebutnya dengan genangan.

“Bahkan normalisasi sungai, penataan bantaran kali di sejumlah wilayah juga sudah dibebaskan. Sehingga (ancaman banjir) sudah tidak menghawatirkan lagi,” kata Soni. (Edi Winarto)

Edo W.

close