Jaga Kebhinekaan, Ridwan Kamil Beri Ijin 300 Tempat Ibadah Non Muslim

Jaga Kebhinekaan, Ridwan Kamil Beri Ijin 300 Tempat Ibadah Non Muslim

Belum lagi bicara Bandung sebagai bagian dari Indonesia yang memang hakikatnya adalah terdiri dari berbagai budaya, maka kalau ada orang yang ingin menyeragamkan Indonesia ini dengan paksaan, itu sudah melawan narasi sejarah, Saya percaya, mayoritas warga Bandung sangat santun dan toleran."

Jaga Kebhinekaan, Ridwan Kamil Beri Ijin 300 Tempat Ibadah Non Muslim

Jakarta, Telegraf,- Walikota Bandung Ridwan Kamil, Minggu 29 Januari 2017 menerima Anugerah sebagai Tokoh Penggerak Pluralisme. Ridwan Kamil meraih penghargaan ini karena sebagai kepala daerah, ia terus menunjukkan semangat menegakkan Pancasila dan menguatkan toleransi antarsuku, ras, dan agama di wilayah yang dipimpinnya.

Usai menerima penghargaan, Ridwan menyatakan dirinya komit menunjukkan bahwa Bandung ramah terhadap kebhinekaan, toleransi dan menghargai sesama warga bangsa meski beda agama. Selama lima tahun, Kamil mengaku memberikan izin untuk 300 rumah ibadah non-Muslim.

“Artinya, 60 bangunan ibadah per tahun kami izinkan,” kata Ridwan Kamil saat menerima penghargaan.

Ridwan Kamil menceritakan pengalamannya saat tinggal di Hong Kong dan New York, AS. Ia mengalami kesulitan mencari mushala untuk menunaikan ibadah sholat. Baginya, situasi yang dihadapi Muslim, yang minoritas di kedua negara itu, sangatlah menyedihkan.

Maka sejak itu, Kang Emil mengaku punya komitmen dan mimpi, bahwa jika dia berkuasa, maka dia akan selalu melindungi kaum minoritas. “Termasuk menyediakan fasilitas tempat beribadah,” ujarnya.

Dengan itu, selama merupakan penduduk Bandung, Ridwan berjanji akan melindungi hak beribadahnya. Pria yang akrab disapa Kang Emil itu komit memberikan pelayanan yang sama dengan masyarakat lainnya.

Soal pluralisme Bandung sendiri, menurutnya, tak bisa ditahan oleh siapapun. Sebab sebagai kota pelesir, Bandung banyak didatangi oleh masyarakat dari mana saja. Belum lagi bicara Bandung sebagai bagian dari Indonesia yang memang hakikatnya adalah terdiri dari berbagai budaya.

“Maka kalau ada orang yang ingin menyeragamkan Indonesia ini dengan paksaan, itu sudah melawan narasi sejarah,” ulasnya.

“Saya percaya, mayoritas warga Bandung sangat santun dan toleran.”

Penghargaan kepada Kang Emil diberikan di sela perayaan Natal Paguyuban Pemuda Kristen Bandung Raya. Politikus PDIP Maruarar Sirait yang menjadi Penasehat Acara itu, terlibat dan menyerahkan langsung penghargaan itu.

Maruarar Sirait sendiri memuji komitmen Ridwan Kamil dalam menjaga Pancasila dan Kebinekaan, terbukti dengan kebijakan yang melindungi seluruh umat beragama.

“Kita selalu mendukung, menghargai komitmen Kang Emil, yang selama ini sudah terbukti. Terima kasih Kang Emil,” kata Maruarar.

Kang Emil sendiri tak lupa memuji Maruarar, dan menyatakan bahwa sosok Politikus PDIP itu merupakan pribadi yang benar-bener mengamalkan semangat pluralisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal tersebut bisa dia buktikan selama tiga kali berturut berhasil menjadi wakil rakyat dari daerah pemilihan Subang, Majalengka dan Sumedang yang notabenya masyarakat di sana mayoritasnya beragama Islam.

“Bang Ara ini juga merupakan sosok yang gigih memperjuangkan semangat toleransi dan pluralisme. Hal tersebut dia buktikan dengan gigih memperjuangkan umat muslim yang ada di tanah Batak,” ulas Kang Emil.

Edo W.

close