Iwan Xaverius ex Edane Kembali Eksis Dengan Band Barunya IX

"Saya ingin membangkitkan semua musik heavy metal, nggak cuma Edane aja. Karena musik metal sekarang kurang gaungnya,"

Iwan Xaverius ex Edane Kembali Eksis Dengan Band Barunya IX

Telegraf, Jakarta – Bassist veteran Iwan Xaverius bersama Eet Sjahranie ikut membesarkan nama Edane dan Blackout bersama Ega Liong anak dari Ali Akbar. Setelah hengkang dari dua band tersebut, Iwan mencoba eksis kembali bersama grup barunya, IX Band.

Nama IX Band sendiri diambil dari nama Iwan Xaverius. Meski namanya dipakai sebagai nama band, namun Iwan tak mau mendominasi di IX Band. Menurutnya, IX Band lahir atas pemikiran semua personelnya.

“Tapi meski nama IX Band ini dari singkatan nama saya (karena yang mencetuskan ide band), saya tidak mau mendominasi band ini. Semua satu pemikiran,” lanjut Iwan.

IX sendiri merupakan kependekan dari nama Iwan Xaverius. Bersama Aam (gitar), Yoyon (drum), Atev (vokal), dan Adam (gitar), Iwan baru merampungkan mini album yang berisi lima lagu.

Iwan mengaku tak mengira IX Band bisa berjalan sejauh ini. “Awal terbentuknya sebenarnya dari projek saja, nggak ada niat untuk diseriusin ngeband seterusnya. Tapi saya pikir sayang, karena kami sudah terbentuk walaupun awalnya saya,” kata Iwan.

“Nggak ada niat untuk diseriusin setelah project itu. Tapi malah keterusan ngeband, dan akhirnya kita seriusin sampai hari ini,” ungkap Iwan kepada redaksi (22/10/18).

Iwan dan kawan-kawan sepakat untuk mengusung genre Heavy metal. Terinspirasi Metallica dan Megadeth, sangat terasa dari lagu-lagu yang mereka bawakan. “Kami ternyata satu pemikiran semua. Makanya gampang klop-nya,” jelas Iwan lebih lanjut.

Lima lagu yang mengisi mini album IX Band, yakni Kalud, Katarsis, Soul A Life, Life Not Easy, dan Soul Vigor. Lewat karyanya kali ini, Iwan berharap bisa membangkitkan lagi musik heavy metal di Tanah Air.

“Saya ingin membangkitkan semua musik heavy metal, nggak cuma Edane aja. Karena musik metal sekarang kurang gaungnya,” terang Iwan.

Begitu juga ketika kami menggarap lagu-lagu baru. Kami masing-masing mencari sendiri irama yang sesuai untuk band, lalu kita kulik bareng-bareng sampai klop dan akhirnya rekaman. Paling lama pun, cuma butuh waktu sekitar dua hari,” tambah Aam.

“Saya ingin bangkitkan musik heavy metal, karena musik metal sekarang gaungnya kurang,” pungkasnya. (Red)


Photo Credit : FILE/Dok/Ist. Photo/Telegraf

Share



Komentar Anda