Isi Waduk, BPPT Lakukan Modifikasi Cuaca di Batam

"Operasi TMC di Batam memiliki arti penting karena menyangkut kepentingan sangat vital yaitu ketersediaan air baku bagi masyarakat termasuk industri. Suplai air di Batam itu hanya bersumber dari waduk saja,"

Isi Waduk, BPPT Lakukan Modifikasi Cuaca di Batam

Tim TMC Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kembali melaksanakan modifikasi cuaca di wilayah Batam untuk mengisi waduk Duriankang dan Muka Kuning. Pada hari pertama, volume hujan hasil TMC cukup signifikan yaitu mencapai 4,44 juta meter kubik.

“Penerbangan terakhir di Batam pada akhir Juni, pesawat alami masalah teknis. Sehingga perlu perbaikan dan operasi TMC baru bisa dilanjutkan kembali pada 28 Juli kemarin. Target utama yaitu Waduk Duriankang dan Muka Kuning,” kata Tri Handoko Seto, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC-BPPT) lewat keterangan tertulisnya pada Telegraf, Rabu (29/07/20).

“Operasi TMC di Batam memiliki arti penting karena menyangkut kepentingan sangat vital yaitu ketersediaan air baku bagi masyarakat termasuk industri. Suplai air di Batam itu hanya bersumber dari waduk saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Sutrisno, Pelaksana Harian Kepala BBTMC mengatakan perbaikan instrument pesawat Piper Cheyenne II PK-TMC milik BPPT tersebut tidak bisa dilakukan di lapangan.

“Instrument harus dibawa ke MRO (Maintenance Repair Overhaul) yang ada di Jakarta untuk dilakukan perbaikan. Luas area target yang relatif sempit dan karakteristik pertumbuhan awan yg cepat pertumbuhannya di wilayah Batam memang butuh pesawat kecil yang mampu terbang lincah, “paparnya.

Fikri Nur Muhammad, Koordinator BBTMC-BPPT Posko Batam mengatakan tim TMC mulai mengudara melaksanakan penyemaian awan di wilayah Batam pada Selasa kemarin.

“Total volume air hujan yang terpantau hari ini hasil TMC kemarin capai 4,44 juta meter kubik, “ujarnya.

Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat tinggi muka air waduk hari ini (29/07/20) untuk Waduk Duriankang capai 4,36 m dpl dan Waduk Muka Kuning capai 21,38 mdpl.

Baca Juga :   Ganjar Siapkan Aturan Denda Bagi ASN Yang Langgar Protokol Kesehatan

Khusus operasi TMC di Batam, tim TMC menggunakan bahan semai flare yang dibakar dan ditembakkan pada target awan. Jumlah flare yang dibawa untuk operasi TMC kali ini sebanyak 176 tabung. Sementara Posko TMC dipusatkan di Bandara Hang Nadiem. “Flare jauh lebih efisien tidak perlukan puluhan ton garam, namun diperlukan pesawat khusus, “ujar Fikri Nur Muhammad. Operasi TMC di Batam diagendakan hingga 14 hari kedepan.

Sebelumnya, selama 15 pelaksanaan TMC di Batam, hasil analisis data curah hujan TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) menunjukkan volume hujan mencapai 79, 26 juta meterkubik. Operasi TMC di Batam pertama kali dilaksanakan untuk pengisian waduk-waduk di Batam yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau tahun lalu yang cukup panjang.


Photo Credit: Tim TMC Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) di Batam. TELEGRAF/Dok. BPPT