Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Inspiratif, Perjuangan Dita Karang Si Idol Korea Selatan Asal Indonesia
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Musik

Inspiratif, Perjuangan Dita Karang Si Idol Korea Selatan Asal Indonesia

Telegrafi Rabu, 28 Juli 2021 | 17:01 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Dita Karang
Dita Karang
Bagikan

Telegraf – Penggemar K-Pop dalam negeri sempat dihebohkan dengan girlband pendatang baru bernama Secret Number yang baru saja memulai debutnya pada tahun 2020 lalu dengan merilis single “Who Dis?”. Pasalnya, salah satu membernya adalah orang asli Indonesia, yaitu Dika Karang.

Bernama lengkap Anak Agung Ayu Puspa Aditya Karang, perempuan ini menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil menjebol permusikan K-Pop. Sebagai main dancer di Secret Number, Dita memainkan peran penting dalam grup musiknya.

Pencapaiannya untuk bisa berhasil menjadi seorang idol bukanlah hasil sulap mantra peri yang bisa dicapai dalam waktu semalaman saja. Sebaliknya, perempuan asal Yogyakarta ini harus bekerja keras melewati bermacam-macam rintangan untuk mencapainya.

Perjalanan Dita bermula dari ketertarikannya pada dunia tari. Impian masa kecilnya ternyata bukanlah menjadi idol, melainkan seorang performer. Oleh karena itu, sejak kecil dia berlatih balet dan mencoba jenis tarian modern.

Dalam live Instagram bersama Dian Sastro, dia mengaku mulai mengenal musik K-Pop ketika memasuki bangku SMP. Dita mulai sering melakukan cover dance dari grup 2NE1 yang cukup booming saat itu.

Memasuki bangku SMA, dia semakin mantap untuk menapaki karier sebagai seorang performer. Perempuan berusia 24 tahun ini pun mengambil kuliah di AMDA College and Conservatory of the Performing Arts di New York, Amerika Serikat.

Namun, keputusan tersebut tak mudah untuk direalisasikan. Keluarga Dita skeptis dengan cita-citanya. Demi mendapat restu dan meyakinkan kedua orang tua, dia pun berusaha mendapatkan beasiswa.

Akhirnya, beasiswa pun berhasil didapatkannya, meskipun bukan beasiswa penuh. Tetapi upaya ini cukup menyentuh hati orang tua Dita.

Setelah dua tahun masa perkuliahan berhasil diselesaikan, Dita mencoba peruntungan di bidang drama musikal sesuai jurusan kuliahnya, dan mendaftar di berbagai agensi atau drama musical based di AS.

Gagal berkali-kali dalam audisi tidak menyurutkan langkah Dita. Beberapa kali perempuan yang mengaku menggemari Chrisye ini sempat mendapatkan peran-peran kecil dalam drama musikal, tapi dia merasa cita-citanya belum terpenuhi.

Kemudian, dia menyadari minatnya pada musik Korea Selatan yang membuat Dita memutuskan mengambil kelas menari K-Pop di AS. Kerja kerasnya pun terbayarkan, akhirnya dia lolos audisi agensi VINE Entertainment di Korea yang menaunginya sekarang.

Setelah itu, Dita masih harus berlatih vokal dan mempelajari dengan cepat bahasa serta budaya Korea. Selama debutnya yang belum lama ini Dita dan rekan-rekannya di Secret Number telah mencatatkan berbagai prestasi.

Pada 2020, Secret Number mendapatkan penghargaan untuk kategori Best New Artist (Singer). Sebelumnya, grup yang terdiri dari lima perempuan ini juga menerima trofi pertama mereka karena masuk dalam 4th Ten Asia Top Ten Awards (TTA).

Tak hanya itu, perempuan penyuka kopi ini juga masuk nominasi perempuan tercantik dunia tahun 2021 versi TC Candler. Dia bersaing dengan tiga artis dalam negeri lainnya dan puluhan selebriti perempuan dunia lainnya.

Keturunan bangsawan

Di balik penampilan dan pembawaan Dita yang rendah hati, ternyata perempuan yang hobi melukis ini punya latar belakang keluarga “darah biru”. Dia masih memiliki hubungan darah dengan raja Bali. Nama depannya “Anak Agung Ayu” merupakan salah satu nama yang biasanya digunakan oleh keturunan raja dan bangsawan.

Pada 2020, dalam sebuah acara Fact in Star yang dipandu oleh Yves Loona, Dita pernah ditanya mengenai latar belakang keluarganya yang katanya berdarah bangsawan itu. Dia pun mengakui bahwa namanya biasa dipakai oleh keturunan bangsawan Bali.

Informasi tersebut sempat membuat semua member Secret Number terhenyak. Mereka sama kagetnya dengan para pembawa acara. Rupanya, Dita tak pernah membahasnya bersama anggota lain.

Menurut vlogger Sunny Dahye dalam akun Youtube SunnydahyeIn, keluarga Dita adalah pemilik dan pengelola Tegel Kunci, sebuah perusahaan yang memproduksi dan memasarkan tegel.

Dalam salah satu video yang diunggahnya Sunny menjelaskan bahwa dia pernah mendapatkan tote bag merek Tegel Kunci dari Dita. Dari pertemuan itu, Sunny mengetahui bahwa keluarga Dita adalah pemilik Tegel Kunci.

Dia juga sempat menceritakan kesan pertamanya ketika bertemu Dita. Awalnya dia tak tahu harus berekspektasi apa, namun setelah berbincang bersama, ternyata Sunny merasa nyambung dengan Dita. Menurutnya, Dita adalah orang yang sangat sangat baik. (Mela)


Photo Credit : Dita Karang (Foto Instagram : @dita.karang)


 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

LPS Bayar 88 Persen Rekening Nasabah BPR Prima Master Bank, Proses Klaim Dilanjutkan Bertahap
Waktu Baca 2 Menit
BSN Ekspansi ke Ekosistem Muhammadiyah, Dongkrak Pangsa Pasar Perbankan Syariah
Waktu Baca 3 Menit
APBN 2026 Tumbuh Kuat, Penerimaan Pajak Melonjak 30,7 Persen
Waktu Baca 2 Menit
Menkeu Purbaya: Penerima LPDP yang Hina Negara Terancam Blacklist dari Pemerintahan
Waktu Baca 2 Menit
Vatikan dan Indonesia di Persimpangan Arsitektur Perdamaian Dunia
Waktu Baca 5 Menit

Gandeng Persija dan Jakmania, Bank Jakarta Perkuat Inklusi Keuangan

Waktu Baca 3 Menit

Indonesia ASRI di Tengah Dunia yang Berubah, Oleh: Stephanus SB Raharjo (Pengamat Sosial)

Waktu Baca 4 Menit

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit

Kacang Dua Kelinci Luncurkan Desain Kemasan Baru

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Musik

Mungkinkah Rush Membuat Musik Baru Dengan Anika Nilles? Ini Kata Geddy Lee

Waktu Baca 3 Menit
Musik

Rock Ngisor Ringin Part #2 Jadi Ajang Kumpul Musisi Rock Tanah Air

Waktu Baca 4 Menit
Band d’AVERY
Musik

d’AVERY Gandeng Aiu Ratna Rilis Ulang Lagu Hidup Hanya Sekali

Waktu Baca 4 Menit
Musik

Semangati Timnas Masuk Piala Dunia, Azza Koto Luncurkan Single “Mimpi yang Nyata”

Waktu Baca 2 Menit
Musik

Vokalis Whitesnake David Coverdale Umumkan Pensiun Dari Dunia Musik

Waktu Baca 2 Menit
KOPLING 2025
Musik

Kementerian UMKM Pastikan KOPLING 2025 Jadi Ajang Kolaborasi Musik dan Ekonomi Lokal

Waktu Baca 6 Menit
Musik

Sharon Osbourne Ungkap Jumlah Uang Terkumpul Dari Konser Ozzy’s Back to the Beginning

Waktu Baca 2 Menit
Konser Suarasmara
Musik

Andien dan Konser Suarasmara: Merayakan 25 Tahun dalam Simfoni Cinta dan Cahaya

Waktu Baca 8 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?