Inilah Rating Calon Pemimpin Jawa Barat Pilihan Rakyat

"Dari 6 nama untuk calon Gubernur yang kami survey, urutan posisi pertama Ridwan Kamil meraih 31,4 persen, Deddy Mizwar 20,5 persen, yang disusul di posisi ketiga Dedi Mulyadi meraih 12,6 persen, kemudian Dede Yusuf dengan 6,9 persen, Rieke Diah Pitaloka 2 persen, dan Agung Suryamal Sutisno 0,5 persen."

Inilah Rating Calon Pemimpin Jawa Barat Pilihan Rakyat


Telegraf,  Bandung – Dalam beberapa bulan kemarin, lembaga survey Indo Barometer menggelar survey di 27 kabupaten/kota di seluruh Jawa Barat. Survey tersebut untuk mengetahui siapakah tokoh Jawa Barat yang paling dicintai dan dipilih rakyat serta layak untuk memimpin Jawa Barat.

Hasil surveynya? Berdasarkan rilis Indo Barometer yang menitikberatkan pendapat publik tentang sosok calon gubernur yang ideal untuk memimpin Jawa Barat, lembaga ini menemukan 6 besar nama tokoh pilihan rakyat Jawa Barat. Mereka adalah :

1. Ridwan Kamil
2. Deddy Mizwar
3. Dedi Mulyadi
4. Dede Yusuf
5. Abdullah Gymnastiar
5. Rieke Diah Pitaloka
6. Agung Suryamal Sutisno

“Dari 6 nama untuk calon Gubernur yang kami survey, urutan posisi pertama Ridwan Kamil meraih 31,4 persen, Deddy Mizwar 20,5 persen, yang disusul di posisi ketiga Dedi Mulyadi meraih 12,6 persen, kemudian Dede Yusuf dengan 6,9 persen, Rieke Diah Pitaloka 2 persen, dan Agung Suryamal Sutisno 0,5 persen, sementara yang menyatakan belum memutuskan ada pada angka 26 persen, jadi peluang untuk meraih suara masih sangat besar,” papar M Qodari kepada Jabarnews, di Hotel Savoy Homann, Bandung, Selasa (6/6/2017).

Dilihat dari faktor kesukaan terhadap terhadap sosok bakal calon Gubernur Jawa Barat ini, posisi pertama tempati Ridwan Kamil dengan 88,7 persen, Deddy Mizwar 83 persen, Dedi Mulyadi 80,9 persen, Dede Yusuf 80,2 persen, dan Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) 80,2 persen.

Sementara untuk alasan terbanyak memilih calon Gubernur adalah, dilihat dari kewibawaannya, pengalaman serta intelektualnya.

“Alasan memilihnya sendiri banyak yang memilih dilihat dari berwibawa atau tidak, dekat dengan rakyat, intelektual yg dimiliki, kinerjanya bagus atau tidak, serta pengalamannya,” ungkap Qodari.

Baca Juga :   PKB Ingatkan Kader Mendekat ke Masyarakat

Secara umum, dibandingkan dengan survei Februari 2017 alasan memilih paling tinggi tetap sama yaitu dilihat dari kewibawaan nya.

Sementara untuk Partai Politik dengan pilihan tertinggi posisi pertama ditempati partai PDIP dengan 11,4 persen suara, disusul golkar 8,1 persen, Gerindra 7,1 persen, PKS 4,4 persen, PPP 2,5 persen.

“Walaupun terjadi penurunan elektabilitas pada semua partai, namun jumlah yang belum memutuskan naik dari 44,9 ke 58,8 persen.

Dari survei ini tidak terlihat kenaikan suara partai-partai pendukung Anies-Sandi yang menang di pilkada DKI Jakarta April lalu, semisal Gerindra relatif stabil dari 7,2 ke 7,1 persen, PKS dari 4,9 ke 4,4 persen. Sementara PDIP turun dari 18,3 ke 11,4 persen dan Golkar turun dari 14,2 ke 8,1 persen,” tutup Qodari. (Arf)

Photo Credit : M. Iqbal Maulud


Edo W.

close