GPMT Dorong Bulog Sebagai Stabilisator Jagung

GPMT Dorong Bulog Sebagai Stabilisator Jagung

"Produksi jagung lokal tahun ini diprediksi akan naik 2 juta ton bahkan sampai 5 juta ton dari tahun lalu, yaitu dari 10 juta ton menjadi 12 juta ton bahkan 15 juta ton dalam 3 bulan sekali panen"

GPMT Dorong Bulog Sebagai Stabilisator Jagung


Telegraf, Jakarta – Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Desianto Budi Utomo mengatakan Bulog diharapkan mampu berperan sebagai stabilisator dengan menjadi buffer stock atau pasokan penyangga nasional minimal 2 juta ton agar jagung tidak kembali Impor.

Hal itu disampaikan Desianto usai menghadiri rapat dengan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di kantor kementan Jl. Harsono RM Ragunan Jakarta Selatan Rabu (19/1/17).

“Produksi jagung lokal tahun ini diprediksi akan naik 2 juta ton bahkan sampai 5 juta ton dari tahun lalu, yaitu dari 10 juta ton menjadi 12 juta ton bahkan 15 juta ton dalam 3 bulan sekali panen” Desianto mejelaskan.

Selain produksi Desianto menuturkan bahwa serapan jagung local tahun ini juga mengalami peningkatan dibanding tahun lalu yang mana tahun lalu penyerapannya 7,8 juta ton atau 650 ribu ton per bulan.

Ia menekankan bahwa GPMT tidak ingin dikatakan bahwa tidak dapat menyerap jagung lokal sehingga menjatuhkan harga komoditas. Untuk menunjang hal tersebut pihaknya membangun  pengering, gudang dan silo ( digunakan untuk penyimpanan biji bijian dan pakan ternak) dengan masing masing kapasitas 500 ton hingga 10 ribu ton.

Desianto menambahkan kalau panen tree semester ini bagus kita tidak perlu lagi impor gandum, Karena jagungnya cukup yang mana 93% kebutuhan produksi pakan ayam itu 55% adalah jagung. (Red)

Photo credit : Antara


Atti K.

close