Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Gepenta Apresiasi Keberhasilan Aparat Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Sabu
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Gepenta Apresiasi Keberhasilan Aparat Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Sabu

Edo W. Kamis, 20 Juli 2017 | 19:29 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Petugas memperlihatkan barang bukti kejahatan narkotika berupa sabu-sabu dalam rilis di Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri, Jakarta Timur, Jumat (18/9). Sabu sebanyak 15,5 kg itu diperkirakan bernilai Rp32 miliar yang melibatkan warga negara Nigeria merupakan sindikat internasional. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/Spt/15.
Bagikan

Jakarta, Telegraf,- Sekjen Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba dan Tawuran (Gepenta) Urbanisasi mengapresiasi kinerja Polri dalam menggagalkan sejumlah penyelundupan narkoba ke tanah air. Namun yang paling penting dan menjadi perhatian serius untuk memerangi narkoba adalah dengan mengurangi atau bahkan menghentikan adanya permintaan (demand).

“Jika demand nya tidak ada tidak mungkin mafia narkoba akan menyelundupkan barang haram itu ke Indonesia. Penyelundupan narkoba terjadi karena adanya permintaan yang tinggi di kalangan masyarakat kita. sekarang tugas kita bagaimana menyadarkan pada pengguna narkoba untuk menghentikan sama sekali, ini harus jadi perhatian,” kata staf pengajar Magister Hukum Universitas Tarumanegara di Jakarta, Kamis (20/7/2017)

Selain soal masih adanya permintaan yang tinggi, menurut Urbanisasi, faktor penyebaran narkoba disebabkan hukum kita masih lemah. Meskipun di dalam Undang-Undang tentang Narkotika dan Obat-obatan terlarang sanksinya berat hingga hukuman mati. Namun pada pelaksanaannya masih setengah hati.

“Sehingga pelaku dan bandar narkoba makin berani menjadikan Indonesia pasar utama dan target jualan narkoba mereka, saya mengharapkan aparat penegak hukum lebih keras lagi dalam menindak bandar dan mafia narkoba, jika memang mereka ketahuan membawa barang haram sebesar itu, ya hukum mati saja dan eksekusinya jangan terlalu lama seperti sekarang ini,” papar praktisi hukum yang sehari-hari juga aktivis anti narkoba ini.

Lebih lanjut Urbanisasi mengatakan undang-undang narkotika yang berlaku di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia lebih keras. Apalagi di Filipina, kebijakan Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam menembak mati bagi mereka yang terlibat narkoba.

Pernyataan Urbanisasi ini merespon keberhasilan aparat penegak hukum saat menggagalkan penyelundupan sabu seberat satu ton yang masuk melalui perairan Anyer, Banten, merupakan kerja sama Polri, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Polisi menangkap empat warga negara Taiwan yakni Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li. Lin Ming Hui tewas ditembak polisi karena melawan saat akan ditangkap.

Baca Juga :  Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan saat ini pihaknya masih memeriksa kapal Wanderlust pembawa sabu 1 ton yang diamankan di perairan Bintan oleh aparat Bea dan Cukai (BC) Batam, Sabtu (15/7/2017).

Tito mengatakan kemungkinan masih ada narkoba lain yang tersimpan di kompartemen-kompartemen kapal.

“Masih ada narkoba jenis lain yang mungkin diselipkan, hari ini lagi naik docking, dan akan diperiksa secara detil,” kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Kamis (20/7/2017).

Tito mengatakan selain memeriksa muatan, pihaknya juga memeriksa peralatan dan kelengkapan kapal untuk menelusuri riwayat perjalanannya.

Kapal berbendera Sierra Leone itu diduga berlayar di sekitar perairan Asia Tenggara sebelum masuk ke pantai barat Indonesia.

“Peralatan juga diperiksa karena pengakuan mereka belum tentu sama dengan GPS,” ujar Tito.

Adapun Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta menyebut awak kapal sengaja mematikan GPS Wanderlust selama pelayaran.

“Dia (5 orang tersangka) kan transporter (pengangkut), jadi dia matikan (GPS) supaya tak bisa dilacak,” ujar Nico.

Polisi menggagalkan penyelundupan sabu seberat satu ton saat masuk melalui Dermaga eks Hotel Mandalika di Jalan Anyer Raya, Serang, Banten, Kamis (15/7/2017).

Sabu tersebut dikemas dalam 51 kotak teh cina dan dimasukkan ke dalam karung. Sindikat dari Taiwan ini berjumlah sembilan orang, satu di antaranya meninggal karena melawan saat ditangkap petugas.

Beberapa hari belakangan ini, pemberitaan di media massa diwarnai oleh informasi mengenai kasus narkoba yang melibatkan kalangan artis Indonesia. Mulai dari putra artis peran Jeremy Thomas, Axel Matthew Thomas (19) hingga kasus narkoba yang menjerat Pretty Asmara bersama sejumlah rekannya di dunia hiburan.

Hal ini sekaligus menyadarkan publik bahwa penyalahgunaan narkoba dapat terjadi pada semua kalangan masyarakat, terlebih mereka yang bekerja di dunia kreatif dan seni seperti para artis. (Rian)

Photo Credit : Antara/Rosa Panggabean


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit
Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan
Waktu Baca 5 Menit
Baju Padel Wanita
5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000
Waktu Baca 4 Menit

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial

Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit

Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia

Waktu Baca 6 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Narasi ‘Cuci Tangan’ Disorot, Pakar: Proses Masih Berjalan

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?