Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Garap Pemilih Jawa, Ahok-Djarot Kembali Gelar Wayang Kulit
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Garap Pemilih Jawa, Ahok-Djarot Kembali Gelar Wayang Kulit

Edo W. Jumat, 20 Januari 2017 | 17:49 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. TELEGRAF/Donny
Photo Credit: Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. TELEGRAF/Donny
Bagikan

Jakarta, Telegraf,- Para relawan pendukungan pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat kian serius menggarap warga Jakarta asal Jawa. Berdasarkan statistik, warga Jawa yang tinggal di ibukota jumlahnya memang mayoritas dibandingkan suku lain. Kedekatan pemilih Jawa inilah yang kini tengah digarap tim Ahok-Djarot.

Untuk menarik simpatik mereka, pasangan calon ini menggelar Wayang Kulit di sejumlah lokasi di Jakarta. Setelah tiga kali sukses menggelar kesenian yang paling digemari warga Jawa, Ahok Djarot kembali menggelar Wayang Kulit semalam suntuk dengan lakon “Gatotkoco Winisudo” pada Sabtu Malam 21 Januari 2017.

Acara yang akan digelar di Lapangan Arcici, Rawasari, Jakarta Pusat tersebut akan menghadirkan dalang kondang Ki Warseno Slank.

Rencananya acara wayang kulit itu selain akan dihadiri Djarot Saiful Hidayat juga akan dihadiri Basuki Tjahaja Purnama.

Cara kampanye dengan menampilkan budaya wayang kulit ini dinilai cukup efektif. Karena dalam tiga kali pagelaran wayang kulit yang dilakukan para relawan Ahok-Djarot selalu dibanjiri warga Jawa yang kangen dengan budaya wayang kulit. Tim pendukung Ahok-Djarot sebelumnya menggelar Wayang Kulit di lapangan Blok S, Kebayoran Baru Jakarta Selatan dan dipadati pengunjung.

Selama ini Cawagub Djarot Saiful Hidayat memang dikenal sebagai sosok pecinta dan pelestari budaya Wayang Kulit. Djarot mengakui penyebaran agama Islam di Indonesia dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya lewat budaya, seperti wayang kulit.

Baca Juga :  Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

“Pada masyarakat Jawa, wayang itu digunakan sebagai media untuk menyebarkan agama Islam,” tutur mantan Walikota Blitar yang dikenal kalem ini.

Djarot menuturkan, lakon-lakon wayang itu berasal dari peninggalan Hindu. Namun, para wali songo memanfaatkan lakon tersebut untuk menyebarkan agama Islam di Jawa.

“Itu kan peninggalan Hindu, tapi melalui budaya, para wali itu memanfaatkan wayang untuk menyadarkan dan mengajak pada saat itu warga Jawa yang beragama Hindu, Budha, masuk Islam,” kata dia.

Menurut Djarot, dalam cerita pewayangan, ada istilah-istilah yang identik dengan agama Islam, seperti jimat kalimosodo dan ponconoko.

“Jimat kalimosodo untuk melawan keangkaramurkaan, jimat kalimosodo itu kan identik mengucapkan dua kalimat syahadat untuk masuk Islam,” ucap Djarot.

Sementara ponconoko, lanjut dia, menandakan bahwa rukun Islam ada lima dan shalat wajib juga ada lima waktu.

“Jadi sebetulnya wayang itu adalah media tontonan sekaligus tuntunan dakwah,” tutur Djarot.

Islam yang masuk melalui berbagai cara, lanjut Djarot, menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh dengan kedamaian. Islam juga penuh rahmat.


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Bahlil Akan Terbitkan Harga Pokok Minimum Timah
Waktu Baca 2 Menit
Trump Ancam Kanada Jika Terus Melakukan Hubungan Perdagangan Dengan China
Waktu Baca 5 Menit
Mungkinkah Rush Membuat Musik Baru Dengan Anika Nilles? Ini Kata Geddy Lee
Waktu Baca 3 Menit
Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Yang Digadang Jadi Deputi Gubernur BI
Waktu Baca 3 Menit
Daihatsu Indonesia Terapkan Proses Produksi Ramah Lingkungan di Karawang
Waktu Baca 1 Menit

Begini Kronologi Kematian Selebgram Lula Lahfah di Apartemennya di Jaksel

Waktu Baca 3 Menit

Menteri KKP Terjatuh dan Pingsan Saat Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR

Waktu Baca 3 Menit

Indonesia dan Prancis Tegaskan Kerja Sama Dalam Pertemuan Paris

Waktu Baca 2 Menit

Bidik Produksi 85% Pada 2026 Freeport Kembali Operasikan Grasberg

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Politika

PSI Buka Suara Terkait Peresmian Bandara di Morowali Oleh Jokowi

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?