Dukungan Pada Brigjen Pol Siswandi Pimpin Cirebon Terus Mengalir

"Peluang Brigjen Pol Drs Siswandi melaju sebagai calon Walikota Cirebon memang kian terbuka. Pasalnya, sejumlah komponen masyarakat dan partai politik mulai melirik tokoh yang dikenal memiliki integritas, santun dan merakyat ini. Konon kabarnya Partai Golkar tertarik untuk mengusung mantan Kapolresta Kota Cirebon 2003-2006 itu."

Dukungan Pada Brigjen Pol Siswandi Pimpin Cirebon Terus Mengalir

Jakarta, Telegraf,- Meski agenda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cirebon masih setahun lagi, namun dukungan masyarakat Cirebon terhadap Brigjen Pol Drs Siswandi untuk memimpin Kota Udang terus mengalir. Sejumlah komponen masyarakat memandang sosok Siswandi sebagai figur yang pantas untuk memimpin Cirebon.

“Selain beliau punya integritas, orangnya berwibawa dan yang membuat kami tertarik mendukung beliau adalah sosok yang memahami kebutuhan rakyat Cirebon karena beliau pernah memimpin di kota ini,” ujar Aktivis Pemuda Cirebon Nunu Sobari di Cirebon, Kamis (20/7/2017)

Menurut Nunu, kota Cirebon saat ini butuh sosok pemimpin yang bersih dan cerdas. Sosok yang mampu merubah kondisi kepemimpinan yang pasif berubah lebih melayani masyarakat terutama pelayanan lapangan pekerjaan, pendidikan dan kesehatan yang masih jauh dari layak.

Peluang Brigjen Pol Drs Siswandi melaju sebagai calon Walikota Cirebon memang kian terbuka. Pasalnya, sejumlah komponen masyarakat dan partai politik mulai melirik tokoh yang dikenal memiliki integritas, santun dan merakyat ini.

Konon kabarnya Partai Golkar mulai melirik untuk mengusung mantan Kapolresta Kota Cirebon 2003-2006 itu. DPD Partai Golkar Cirebon telah memasukkan nama Siswandi bersama 9 kandidat lainnya sebagai calon yang direkomendasikan ke DPP Pusat dalam rapat pleno penjaringan bakal calon (balon) Walikota hari Sabtu silam.

Ketua Bapilu DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Lili Eliyah mengatakan, hasil rapat dari rapat pleno partai berlambang beringin itu memunculkan 10 nama, salah satunya Brigjen Pol Siswandi. “Kesepuluh nama yang muncul itu merupakan usulan dari DPD Partai Golkar Kota Cirebon, seluruh Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Kota Cirebon, Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu), dan hasta karya yang merupakan sayap partai,” kata politisi Golkar yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon itu.

Keseriusan Siswandi untuk maju dalam pemilihan walikota (Pilwalkot) Kota Cirebon sudah mantap 100 persen. Karena, secara tidak langsung lewat pengalamanya menjadi Kapolresta Cirebon selama kurang lebih 3 tahun, membuat Siswandi dianggap sudah cukup mengenal seluk-beluk Kota Cirebon.

Menurut Siswandi Kota Cirebon lebih identik dengan kota “Wali”, namun selama ini sebutan atau ikon kota wali tidak pernah mencuat sehingga ciri khas Kota Cirebon tidak pernah diketahui masyarakat. “Seharusnya kita tetap menjunjung kultur budaya kita, tata krama dan kearifan lokal. Para pemimpin didalam melaksanakan pembangunan, sudah selayaknya mengedepankan sebutan Kota Cirebon sebagai Kota “Wali”. Kalau tidak niscaya Ciri Khas Kota Cirebon sebagai Kota Wali akan hilang,” papar Siswandi.

Mantan Kepala Divisi Analisis Kebijakan Utama Bidang Narkoba Bareskrim Polri ini  juga menyoroti kondisi Pasar Kanoman, Cirebon yang kini makin semrawut dan menyebabkan kemacetan. Bahu jalan yang harusnya digunakan untuk kendaraan, kini dipakai untuk berdagang. Ia mengaku prihatin melihat kondisi pasar Kanoman. Bila terpilih nanti menjadi Wali Kota Cirebon, Ia berencana akan memindahkan pasar tersebut ke tempat yang lebih layak dan nyaman.

“Insyaallah, saya siap memindahkan Pasar Kanoman ke tempat yang lebih layak, nyaman dan mudah diakses” janjinya.

Siswandi memaparkan bahwa dengan segala potensinya, ke depan Kota Cirebon bisa lebih maju dengan tanpa mengandalkan APBD. Artinya kelebihan yang ada seperti adanya pelabuhan, keraton dan obyek lainnya bisa mengundang investor dan memberdayakan masyarakatnya.

Selain dengan optimalisasi potensi yang ada, Siswandi mengatakan pihaknya memiliki konsep membangun dengan mengedepankan sinergitas.

“Semua komponen yang ada mesti terlibat secara langsung dalam pembangunan Kota Cirebon” tegasnya

Siswandi menyatakan niatnya maju di Pilwalkot 2018 mendatang. Ia rela pensiun lebih awal dari semestinya di kepolisian untuk mencalonkan diri menjadi walikota Cirebon. Siswandi merasa terpanggil untuk membangun Kota Cirebon yang jauh lebih baik.

“Saya sudah bertekad untuk mencalonkan menjadi walikota Cirebon pada Pilwalkot 2018 nanti. Sudah saya pikirkan matang-matang mengenai hal itu,” ungkap Siswandi,

Pria kelahiran 5 Juli itu mengetahui persis kondisi Kota Cirebon dengan segala permasalahannya. “Pembangunan fisik terlihat bertambah, tapi peningkatan SDM sampai kesejahteraan masyarakat masih kurang diperhatikan,” katanya.

Siwandi mengaku, siap menyajikan solusi untuk membuat masyarakat sejahtera dan bahagia. Beberapa program strategis pun tengah dirancang. Misalnya, disebutkan Siswandi, ia bertekad untuk mempercapat mewujudkan Pelabuhan Cirebon sebagai pelabuhan bertaraf internasional. Dengan begitu, masyarakat akan merasakan multiplier effect dari pengembangan itu.

“Untuk membangun Pelabuhan Cirebon menjadi pelabuhan internasional sebetulnya tidak mesti pakai APBN. Ada caranya dan kita sedang susun itu. Termasuk kita akan bangun ciri khas Kota Cirebon di akses masuk menuju kota, semisal gapura besar dan patung udang,” tuturnya.

Siswandi menyebutkan, dirinya sejauh ini sudah berkomunikasi intens dengan sejumlah elit hampir semua partai politik (parpol). Bahkan, diklaimnya, ia mendapat dukungan dari mereka. “Saya berterimakasih, karena hampir semua parpol mendukung. Termasuk dukungan dari masyarakat juga,” kata dia.

Tak hanya itu, pria yang dikenal getol memerangi narkoba itu juga menyatakan, bila dirinya diberi amanah untuk menjadi walikota Cirebon, ia tak akan mengambil gajinya. Siswandi berjanji, gaji yang didapatnya setiap bulan akan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Saya tidak akan mengambil gaji, akan saya berikan kepada masyarakat. Bahkan, saya pastikan akan mundur dari jabatan walikota kalau dua tahun tidak ada perubahan signifikan untuk Kota Cirebon ini,” ujarnya.

Menurutnya, modal utama seorang pemimpin, selain menjaga integritas, juga membangun sinergi dengan semua komponen masyarakat, terutama tokoh agama. “Termasuk, saya ingin mencari calon wakil walikota yang punya integritas, komitmen untuk membangun dan tidak korupsi,” katanya.

Selain Golkar, DPP yang sebut-sebut bakal memberi dukungan kepada Siswandi adalah Partai Gerindra.

“Wacananya begitu, konon DPP Gerindra juga merestui dan mendukung Pak Siswandi maju di Pilkada Kota Cirebon,” ujar salah satu sumber.

Bagi Siswandi, siapa pun yang akan memberi dukungan politik pada Pilkada Kota Cirebon dianggap sebagai kepercayaan kepada dirinya. Siswandi menjalankan ini mengalir saja. “Mungkin mereka mengenal waktu saya memimpin Kota Cirebon saat menjabat Kapolresta selama tiga tahun,” tegas dia singkat. (Edo)

Photo Credit : Ist. Photo


Tanggapi Artikel