Dua Minggu Usai Diresmikan Ketua MPR Patung Jenderal Kwan Ditutupi Kain

Dua Minggu Usai Diresmikan Ketua MPR Patung Jenderal Kwan Ditutupi Kain

"Kebesaran sejarah raja-raja Tiongkok menginspirasi sutradara kenamaan Indonesia Hanung Bramantyo untuk menggarapnya ke layar lebar. Pada tahun 2015 silam, suami Zaskia Adya Mecca ini berencana akan membuat film kolosal yang bercerita tentang sejarah kebesaran Jenderal Perang Kwan Sing Tee Koen."

Dua Minggu Usai Diresmikan Ketua MPR Patung Jenderal Kwan Ditutupi Kain


Telegraf, Tuban – Setelah ramai diperbincangkan banyak pihak dan menjadi polemik, Patung Guan Yu Chang atau Kwan Seng Tee Koen di dalam Klenteng Kwan Sing Bio, di Jalan RE Martadinata, Tuban Jawa Timur, ditutup kain putih. Penutupan patung ini justru membuat masyarakat penasaran berduyun-duyun ingin melihatnya.

Belum ada penjelasan resmi dari pengurus klenteng mengenai hal ini. “No comment aja soal penutupan ini, tanya sama petugasnya saja,” ujar Ketua Umum Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Gunawan, Minggu (6/8/2017).

Di media sosial beredar informasi, patung itu ditutup kain karena masih dalam proses pengurusan IMB-nya. Selain itu juga masih ramainya berita yang cenderung memojokkan keberadaan patung setinggi 30 meter itu.

Yusuf warga Gresik yang melintas di kawasan Jl RE Martadinata, Tuban mengaku sengaja menghentikan kendaraannya untuk melihat patung yang ramai diberitakan itu. Meski dia sering lewat di kawasan tersebut, sebelum ramai berita dirinya tidak pernah tahu. “Sekarang baru tahu, tapi sudah ditutup,” ujarnya

Kabarnya Pemkab Tuban belum memberi IMB untuk patung yang masuk MURI itu sebagai patung tertinggi se-Asia. Penutupan dilakukan oleh petugas tim gabungan dari BPBD, PMK, satpol PP Kabupaten Tuban.

Patung terbesar se Asia Tenggara ini mulai dibangun sejak September 2016, menghabiskan dana tak kurang dari Rp 2,5 miliar.

Patung Jenderal Kwan Sing Tee Koen akhirnya diresmikan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan pada 17 Juli 2017 kemarin. Dalam sambutannya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan bila dirinya menyambut positif pembuatan patung “Dewa Kwan Sing Tee Koen” tersebut, Terlebih patung raksasa tersebut mendapatkan rekor MURI sebagai patung terbesar se-Asia Tenggara.

Zulkifli berharap patung “Kong Co Kwan Sing Tee Koen” setinggi 30,40 meter ini bisa menjadi salah satu ikon wisata di Tuban.

“Tadi saya mendapatkan informasi dari Pak Alim (ketua penilik klenteng), kalau nilai kebaikan yang diwariskan “Kongco Kwan Sing Tee Koen” adalah kesetiaan, kejujuran dalam membela negara.

Saya kira ini sikap yang sangat penting untuk diteladani dalam kegiatan bernegara,” kata Zulkifli Hasan di Klenteng Kwan Sing Bio, Tuban, Jawa Timur, tanggal 17 Juli 2017 silam.

Sejak diresmikan di hari ulang tahun Klenteng Kwan Sing Bio, patung Guan Yu yang memegang pedang, menjadi tempat alternatif wisata di Bumi Ronggolawe, nama lain dari Tuban.

Patung setinggi 30 meter dengan dominasi warna hijau, kuning emas, dan coklat ini juga dihias ornamen Ular Naga di bawahnya. Makin menambah daya tarik wisatawan yang datang ke Tuban.

Jenderal Kwan Sing Tee Koen Pernah Akan Difilmkan

Kebesaran sejarah raja-raja Tiongkok menginspirasi sutradara kenamaan Indonesia Hanung Bramantyo untuk menggarapnya ke layar lebar. Pada tahun 2015 silam, suami Zaskia Adya Mecca ini berencana akan membuat film kolosal yang bercerita tentang sejarah kebesaran Jenderal Perang Kwan Sing Tee Koen.

Secara garis besar, film barunya itu bertajuk Jenderal Perang Kwan Sing Tee Koen dan bercerita tentang sejarah raja-raja Tiongkok. Karena bangsa Indonesia ini dilahirkan sudah bersama warga keturunan Tiongkok yang tetap menjaga tradisi leluhurnya.

Menurut Hanung pembuatan film tersebut memiliki tantangan tersendiri. Namun ia akan tetap berusaha untuk menjawab tantangan itu.

“Buat saya ini tantangan. Jika memang ini terjadi akan menjadi sebuah karya yang luar biasa,” kata Hanung saat diwawancara bersama Ketua Dewan Penilik Klenteng Kwan Sing Bio, Alim Sugiantoro.

Belum lama ini, Hanung mengunjungi Klenteng Kwan Sing Bio di Tuban, Jawa Timur. Kedatangannya ke sana atas undangan Alim untuk menyaksikan pentas drama Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen pada perayaan ulang-tahun ke 1.853 Kwan Sing Tee Koen.

“Pentas yang disajikan di Klenteng sudah dilhat Hanung secara langsung, diharapkan ke depannya akan dibuatkan film layar lebar yang lebih bagus dari pertunjukan panggungnya,” kata Alim.

“Dia patut dicontoh sebagai panglima perang yang setia, jujur, amanah dan pemberani,” kata Hanung menyinggung sang jenderal. “Cerita ini bagus jadi film. Cuma perlu riset mendalam agar kisah sejarahnya sempurna,” tambahnya.

Kisah keberanian dan kejujuran Jenderal Kwan Sing Tee Koen banyak mendapat simpatik sehingga kini sosok tokoh itu dijadikan monumen patung di Tuban. (Red)


Edo W.

close