Dewan Pers dan KPI Tanggapi Maraknya Penyebaran Info Kecelakaaan Vanessa Angel

Dewan Pers dan KPI Tanggapi Maraknya Penyebaran Info Kecelakaaan Vanessa Angel

“Menurut saya tindakan yang tidak beretika dan tidak menghormati korban maupun keluarga yang sedang berduka. Hal tersebut menunjukkan kebutuhan untuk bukan saja melakukan literasi digital, tapi secara spesifik perlu literasi etika digital,”

Dewan Pers dan KPI Tanggapi Maraknya Penyebaran Info Kecelakaaan Vanessa Angel

Telegraf – Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Chairudin Bangun menyampaikan kepada pihak manapun untuk tidak membagikan ke sosial media atas insiden kecelakaan lalu lintas yang menimpa artis Vanessa Angel dan keluarganya, hal tersebut dimaksud untuk menjaga perasaan dari pihak keluarga korban.

“Siapapun tetap menjaga perasaan keluarga dan masyarakat, dan tidak mengeksploitasi kecelakaan yang memberi kesedihan bagi keluarga korban” katanya Kamis Malam (04/11/2021) ketika dihubungi oleh Telegraf.

“Untuk peristiwa tragis seperti ini mestinya setiap orang menahan diri dan menghormati keluarga yang ditimpa kemalangan,” imbuhnya.

Hendry berharap kepada semua jurnalis untuk berpedoman pada kode etik jurnalistik, serta tidak menyebarkan tragedi tersebut berupa foto atau video dokumentasi di sosial media, pasalnya setiap pengguna sosmed mempunyai kapasitas berbeda.

“Kalau pers kan dalam meliput setiap peristiwa mengacu pada kode etik jurnalistik. Sedang pengguna medsos tidak sama kapasitasnya, tergantung penilaian masing-masing dalam menyiarkan informasi peristiwa,” paparnya.

Hal tersebut, senada dengan apa yang disampaikan oleh Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Hardly Stefano Fenelon Pariela, atas maraknya penyebaran foto dan video melalui sosial media, soal kecelakaan yang menimpa artis berusia 28 tahun dan keluarganya itu, menilai pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang literasi etika digital.

“Menurut saya tindakan yang tidak beretika dan tidak menghormati korban maupun keluarga yang sedang berduka. Hal tersebut menunjukkan kebutuhan untuk bukan saja melakukan literasi digital, tapi secara spesifik perlu literasi etika digital,” kata Hardly pada Telegraf, Kamis (04/11/2021).

Lanjut Hardly, ia berharap kepada siapapun untuk tidak menyebarkan dokumentasi kecelakaan di sosial media untuk menghormati pihak keluarga yang sedang berduka.

“Untuk lembaga penyiaran, saya minta untuk tidak latah dengan menampilkan video viral yang tidak beretika itu pada program siaran, Mari kita hentikan penyebaran foto dan video korban kecelakaan, baik video Vanessa Angel maupun kejadian-kejadian lainnya, jangan menjadikan foto dan video korban kecelakaan sebagai materi sensasional untuk medsos. Hormatilah korban, hormati keluarga korban yang sedang berduka. Siapa pun korbannya,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, artis bernama Vanessa Angel bersama suaminya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di tol Nganjuk, Jawa Timur, pada Kamis (04/11/2021) pukul 12.36 WIB siang hari.

Berdasarkan laporan dari Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim yang bertugas dari Unit 308 yakni Bripka Broto dan Brigadir Umar, kecelakaan tepat di ruas Tol Jombang – Mojokerto (JOMO) KM. 672+300 dengan menggunakan kendaraan bermerek Mitsubishi Pajero Nopol B 1264 BJU.

Berdasarkan rilis yang diberitakan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gotot Repli Handoko, kecelakaan tunggal, ada lima orang korban dalam satu mobil tersebut.

“Benar telah terjadi lakalantas tunggal di tol Jakarta Arah Surabaya satu kendaraan Pajero Sport Putih Nopol B 1284 BJU dengan penumpang 5 orang. 2 orang MD (meninggal dunia) 3 orang luka-luka,” tulisnya dalam pesan berantai.


Photo Credit: Artis Vanessa Angel dan suaminya, Febri Adriansyah. INSTAGRAM/@anessaangelofficial

 

close