Cawagub DKI ini Diperiksa Kasus Korupsi Masjid Rp27 Miliar

Cawagub DKI ini Diperiksa Kasus Korupsi Masjid Rp27 Miliar

Penyidik telah meningkatkan status kasus ini ke tahap penyidikan sejak minggu kemarin. Namun belum ada nama yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Cawagub DKI ini Diperiksa Kasus Korupsi Masjid Rp27 Miliar

Jakarta, Telegraf,- Mantan Walikota Jakarta Utara Sylviana Murni kembali memenuhi panggilan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. Calon Wakil Gubernur Pasangan Calon Nomor Urut 1 tersebut dimintai keterangan terkait dengan perkara dugaan korupsi pembangunan Masjid Al-Fauz di kompleks Wali Kota Jakarta Pusat yang merugikan negara Rp 27 Miliar.

Pemeriksaan dilakukan di kantor Bareskrim sementara di gedung Ombudsman, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (30/1/2017). Sylvi diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.

Penyidik telah meningkatkan status kasus ini ke tahap penyidikan. Namun belum ada nama yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes, Adi Deriyan Jayamarta, mengungkapkan meningkatnya status kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan telah dilakukan sejak minggu lalu.

“Kasus masjid sudah tahap penyidikan,” kata Adi saat dihubungi di Jakarta, Minggu 22 Januari 2017 silam.

Adi menambahkan, pihaknya telah mengantongi dua alat bukti atas kasus tersebut, sehingga layak untuk dinaikkan ke penyidikan.

“Pastinya didukung dengan dua alat bukti bahwa diduga ada tindak pidana, semua itu ada mekanismenya,” ucap Adi.

Setelah sekitar tujuh jam diperiksa penyidik Bareskrim Polri, akhirnya mantan wali kota Jakarta Pusat yang juga calon wakil gubernur Jakarta nomor urut satu ini ke luar dari ruangan sekitar jam 16.20 WIB. Sylvi mengaku lelah menghadapi pemeriksaan tim penyidik.

“Mohon maaf juga kalau sampai lelah, saya juga lelah kok,” kata Sylvi di Gedung Ombudsman, Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (30/1/2017).

Sebelum memberikan jawaban atas pertanyaan para awak media, Sylvi meminta kesempatan untuk berdoa.

“Saya mau baca doa dulu, Bismillahirrahmanirrahim,” sambung dia.

Usai berdoa, Sylviana menganggap pemeriksaan sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi pengadaan masjid merupakan ujian yang harus dihadapinya.

“Ini lah perjuangan ya kalau kita lagi mau naik kelas kan harus ujian dan kita harus makin kuat, ya harus lulus lah dari ujian ini,” ucap Sylvi.

Sylviana mengatakan ia ditanya penyidik mengenai proses pembangunan masjid.

“Yang jelas ini pertanyaannya adalah saya sebagai saksi dalam pembangunan masjid wali kota Jakarta Pusat. Saya ditanyakan tentang bagaimana proses pembangunan masjid tersebut,” ujar Sylviana.

Penyelidikan kasus dugaan korupsi Masjid Al Fauz telah dilakukan tim Bareskrim Mabes Polri sejak Desember 2016. Pembangunan Masjid Al Fauz dimulai pada awal Juni 2010 dan rampung pada akhir Desember 2010. Pembangunan tersebut dilakukan ketika Sylviana masih menjadi wali kota Jakarta Pusat.

Sementara peresmian Masjid Al Fauz dilakukan oleh mantan Gubernur Jakarta Fauzi Bowo pada 30 Januari 2011. Masjid dua lantai itu dibangun menggunakan dana anggaran pendapatan daerah 2010 sebesar Rp27 miliar.

Sebelumnya, Sekda DKI Saefullah juga telah diperiksa penyidik. Sylviana menjabat Wali Kota Jakarta Pusat pada 2008-2010 dan digantikan oleh Saefullah pada 2010-2014. Sedangkan Masjid Al-Fauz diresmikan pada 30 Januari 2011 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Fauzi Bowo.

Edo W.

close