BNI Syariah Mencatat Laba Besih Rp277,38 M 2016

“Aset Desember 2016 tumbuh 23,1% darai 23 triliun menjadi 28,3 triliun, pertumbuhan asset tersebut didorong oleh biaya yang naik sebesar 15,4% dari 17,7 triliun di Desember 2015 menjadi 20,5 triliun di Desember 2016, pertumbuhan pihak ke 3 sebesar 25,4% dari 19,3 triliun menjadi 24,2 triliun, pembiayaan bermasalahpun masih terjaga diangka 3%, jauh diambang batas yang di tetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan yaitu 5%"

BNI Syariah Mencatat Laba Besih Rp277,38 M 2016


Telegraf, Jakarta – Ditengah ekonomi yang cukup lesu PT Bank BNI Syariah mengalami pertumbuhan yang cukup mengembirakan walaupun belum memuaskan, di Desember 2016 BNI syariah mencatat laba bersih sebesar Rp277,38 Miliar atau meningkat 21.38%, dari Desember 2015 sebesar Rp228,53 Miliar.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Bank BNI Syariah Imam Teguh Saptono sebelum pemaparan kinerja bisnis triwulan IV tahun 2016 di Hotel JS Luwansa, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/1/17).

Imam menjelaskan meningkatnya laba 21.38% ini di topang oleh berbagai upaya pengembangan bisnis termasuk produk jasa dan layanan baik pembiayaan ritel produktif sebesar Rp4,61 triliun (22,48%), komersial sebesar Rp3,40 triliun (16,58%) maupun konsumtif  sebesar Rp10,92 triliun (52,26%) serta peningkatan dana murah (CASA).

Selain itu Imam menerangkan bahwa “Aset Desember 2016 tumbuh 23,1% darai 23 triliun menjadi 28,3 triliun, pertumbuhan asset tersebut didorong oleh biaya yang naik sebesar 15,4% dari 17,7 triliun di Desember 2015 menjadi 20,5 triliun di Desember 2016, pertumbuhan pihak ke 3 sebesar 25,4% dari 19,3 triliun menjadi 24,2 triliun, pembiayaan bermasalahpun masih terjaga diangka 3%, jauh diambang batas yang di tetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan yaitu 5%.

Dalam rangka mendukung pencepatan ekspansi bisnis serta menjaga kualitas melalui respon aktivitas, dan program yang lebih custemized kepada nasabah PT Bank BNI Syariah meluncurkan 3 kantor wilayah meliputi, Wilayah Barat, Wilayah Timur dan Jabodetabek plus.

Imam menambahkan kantor kantor cabang tersebut juga berfungsi sebagai sub/coordinator sharia chanelling outlate (SCO) yang terdapat di kantor cabang BNI, yang mana BNI induk mendukung perkembangan BNI Syariah dengan layanan pembukuan rekening dilebih dari 1000 outlate kantor cabang BNI seluruh Indonesia.

Untuk tahun 2017 bank BNI syariah akan fokus Hasanah Lifestyle banking karena menurut Imam “BNI Syariah bukan urusan untung dan rugi tetapi urusan Syurga dan Neraka” untuk itu Bank BNI Syariah ingin mewujudkan Indonesia yang berhasanah dengan gaya hidup yang Hasanah dengan berbagi salah satunya.

Program yang mendorong Indonesia berhasanah adalah program Wakaf Hasanan yang sudah di luncur 3 bulan lalu dan berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 3,6 miliyar, dana tersebut sudah di wujudkan untuk membangun rumah sakit duafa di daerah lampung, bekerjasama dengan dokter duafa. (Red)

Credit foto : istimewa


 

Atti Kurnia

close