Biarpun Jelek, Penampilan Elek Yo Band Cukup Meriahkan JJF 2018

“Selamat datang, bertemu kembali dengan kami Elek Yo Band. Ini band paling elek yang digawangi orang-orang elek,"

Biarpun Jelek, Penampilan Elek Yo Band Cukup Meriahkan JJF 2018


Telegraf, Jakarta – Hari pertama pembukaan International Java Jazz Festival yang ke 14 tahun 2018, rupanya cukup membuat unik dan mendatangkan decak kagum, yaitu satu penampilan istimewa yang tentu belum ditemukan pada event JJF ditahun-tahun sebelumnya. Elek Yo Band, band yang digawangi oleh para kabinet menteri Jokowi.

Personil Elek Yo Band terdiri dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebagai Gitaris, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (gitaris sekaligus vokalis), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (drummer), Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf (keyboardist), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki sebagai front man atau vokalist.

“We want more! Lagi, lagi, lagi.” suara itu tak henti diteriakkan oleh penonton ketika Elek Yo Band mengakhiri aksi panggung mereka di International Java Jazz Festival ke 14 kali ini, di JIExpo Kemayoran, Jumat malam, (02/03/2018).

Seperti layaknya band profesional pada umumnya, Elek Yo Band sudah siap berbaris dengan senjatanya masing-masing. Sambutan teriakan dan tepuk tangan mewarnai ruang venue konser.

“Selamat datang, bertemu kembali dengan kami Elek Yo Band. Ini band paling elek yang digawangi orang-orang elek,” sapa seorang pria yang tengah berdiri di atas panggung. Elek yo ben adalah bahasa Jawa yang dalam bahasa Indonesia berarti biar jelek tetapi tidak apa-apa.

Tenang saja, mereka hadir bukan untuk diskusi ataupun pidato. Namun, untuk menghibur para penonton JJF 2018. Tanpa basa basi, mereka pun langsung menyanyikan lagu pertama berjudul “Dia” dari Anji. Dibantu dengan iringan gitar akustik Indah and Resa, suara merdu Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri pun mengawali lagu. Meski tampak kaku di awal, seiring berjalannya waktu akhirnya aksi mereka pun mengalir dengan sendirinya.

Mereka mulai bergoyang dan menghangatkan panggung di lagu “Ku Tak Bisa”, dilanjutkan dengan “Juwita Malam” sebuah track lagu milik Slank. Meski terdengar agak berantakan, namun mereka tetap percaya diri dan melanjutkan pertunjukkan ini hingga akhir.

Baca Juga :   Inspiratif, Perjuangan Dita Karang Si Idol Korea Selatan Asal Indonesia

“Musik adalah bagian kami. Hidup kami kan kerja, kerja, kerja! Jadi musik untuk bersenang-senang,” kata Hanif Dakari dari atas panggung.

Sudah tiga lagu mereka bawakan. Seperti yang pernah disampaikan Menteri Budi beberapa waktu lalu, mereka mengatakan hanya membawakan tiga lagu saja. Namun, rasa puas penonton belum dipenuhi. Teriakan “Lagi, lagi, lagi,” bersahutan dari seluruh penjuru sudut. Ya, kali ini permohonan itu terkabul juga.

“Bento”, lagu Iwan Fals pun dinyanyikan. Ruang terasa semakin hangat, para Menteri pun terlihat sudah mulai menguasai panggung. Bahkan, di lagu ini paduan suara penonton pun juga terbentuk, ketika Menteri Retno menyodorkan mic-nya ke arah penonton. Hal ini pun membuat semakin banyak penonton yang membuka gawainya untuk mengabadikan momen ini.

Penampilan Elek Yo Band adalah salah satu penampilan yang paling dinanti malam itu. Ramai dan padat, sampai kaki pun tak leluasa untuk bergerak. Entah apa alasan ratusan orang ini melangkah padati Hall B1? Namun, pesona Elek Yo Ben nyatanya mampu menyihir setiap orang yang mendengar nama band yang sedang hangat diperbincangkan ini. Yowislah yen emang elek yo wis ben wae, sing penting biso manggung nang panggung Jazz beneran toh. (Red)


Photo Credit : Penampilan Elek Yo Band,  group musik kabinet kerja Presiden Joko Widodo cukup membuat meriah suasana Java Jazz Festival 2018. | Fery Pradolo/Garin Gustavian

KBI Telegraf

close