Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Berikut Negara-Negara Yang Merasa Was-Was Dengan Pelantikan Trump
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Internasional

Berikut Negara-Negara Yang Merasa Was-Was Dengan Pelantikan Trump

Telegrafi Jumat, 20 Januari 2017 | 02:09 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. AP Photo
Bagikan

Telegraf, Amerika – Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Suriah Bashar al-Assad adalah para pemimpin yang menyambut kemunculan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat yang ke-45.  Mereka menganggap Trump lebih pragmatis dan membawa kepentingan bersama, ketimbang abai pada nilai-nilai Barat.

Sebaliknya beberapa negara menatap pelantikan Donald Trump sebagai hal mengerikan. Dan berikut tujuh di antara beberapa negara yang was-wasa melihat pelantikan Trump, dikutip dari laman Time.

Meksiko
Trump sudah beberapa kali berkata buruk soal Meksiko, mulai dari akan membangun tembok di sepanjang perbatasan, mendeportasikan jutaan orang dan akan menerapkan kebijakan perdagangan yang keras. Seperti kepada China, Trump hanya sedikit ngomong yang baik-baik soal Meksiko, negeri yang menggantungkan 80 persennya ke AS dan sebaliknya 60 persen dari total impornya berasal dari AS. Retorika bermusuhan Trump kepada Meksiko bakal menaikkan popularitas calon presiden kelompok kiri Andres Manuel Lopez Obrador pada Pemilu mendatang. Jika dia terpilih menjadi presiden maka akan kian hebatlah percekcokan AS dan Meksiko.

Jepang
Trump dan Perdana Menteri Shinzo Abe punya kepentingan yang sama. Keduanya menginginkan Jepang memperkuat postur militernya agar bertanggung jawab atas keamanan nasionalnya sendiri. Seperti Trump, Abe menginginkan hubungan yang lebih baik dengan Rusia yang menjadi sumber energi yang luar biasa bagi Jepang. Abe juga ingin bersepakat dengan Moskow demi mendapatkan lagi kepulauan yang diduduki Uni Soviet pasca Perang Dunia II. Jika Trump terus memusuhi China, maka Jepang akan terjepit di antara dua mitra perdagangan terbesarnya. Hubungan yang juga tidak mulus dengan Korea Selatan, akan menambah dorongan Jepang untuk menjadi isolasionis.

Latvia, Estonia dan Lithuania
Tiga negara Baltik itu menyaksikan pelantikan Trump dengan gelisah. Salah satu alasan Vladimir Putin mengintervensi Ukraina adalah adanya perasaan hak untuk melindungi etnis Rusia di Ukraina. Dan Latvia serta Estonia memiliki persentase penduduk etnis Rusia yang lebih besar ketimbang Ukraina.  Tapi, tidak seperti Ukraina, negara-negara Baltik adalah anggota  NATO. Cuma, upaya Trump berbaik-baikan dengan Rusia dan menyebut NATO sudah usang, telah membuat Latvia dan Estonia kebat kebit. Sebagai antisipasi, Latvia dan Estonia berencana membentengi perbatasannya dengan Rusoa, sedangkan Lithuania akan memagari perbatasannya dengan Provinsi Kaliningrad, Rusia. Kawat berduri memang tidak akan mencegah invasi, namun akan sedikit menyulitkan manuver masuk tentara Rusia.

Baca Juga :  Trump Ancam Kanada Jika Terus Melakukan Hubungan Perdagangan Dengan China

Jerman
KanselirAngela Merkel menyambut Trump dengan tawaran kerja sama yang didasarkan pada nilai bersama mengenai “demokrasi, kebebasan, menghormati aturan main dan martabat semua orang dengan tidak memandang latar belakang, warna kulit, keyakinan, gender, orientasi seksual atau pandangan politiknya.” Dalam kata lain, Merkel akan bekerja sama dengan AS jika Trump membuang jauh-jauh janji kampanye dalam memperlakukan kamu muslim dan Meksiko. Merkel adalah orang yang memimpin Eropa mengutuk invasi Rusia ke Ukraina dan penerapan sanksi kepada Rusia. Kedekatan Trump dengan Putin akan merongrong Merkel dan sekaligus memperkuat pandangan sebagian kalangan Eropa yang berpandangan bahwa usaha menghukum Rusia adalah sama dengan bunuh diri.

Prancis
Di Prancis, keresahan bahkan sudah jauh masuk ke kehidupan sehari-hari. Kemenangan Trump telah menginspirasi kaum ultra kanan Front Nasional pada Pemilu tahun ini. Pemimpinnya, Marine Le Pen, sudah berjanji jika terpilih menjadi presiden akan mengeluarkan Prancis dari Uni Eropa. Lawan-lawan Le Pen khawatir Trump mendukung tokoh ultra kanan ini. Mereka juga khawatir Trump akan tutup mata jika Rusia mengintervensi Pemilu lewat siber demi menaikkan popularitas ultra kanan. (Ant)

Photo credit : Reuters


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Waktu Baca 8 Menit
Senator Dayat El: Polri Lebih Efektif di Bawah Komando Presiden Langsung
Waktu Baca 2 Menit
eSIM XL PRIORITAS
eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern
Waktu Baca 4 Menit
SPPG Yang Tolak Pasokan Dari UMKM dan Petani Kecil Bakal Disanksi BGN
Waktu Baca 2 Menit
Prabowo Bakal Hadiri Seremonial Penerimaan Pesawat Tempur Rafale Buatan Prancis
Waktu Baca 2 Menit

Banyak Perusahaan China Tak Bayar Pajak, Purbaya: Nanti Kita Tindak Cepat

Waktu Baca 2 Menit

378 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota KIP 2026-2030, Ini Daftarnya

Waktu Baca 12 Menit

10,8 Juta Rumah Ditargetkan Dapat Layanan Internet Murah Pada 2030

Waktu Baca 2 Menit

Disetujui DPR, Thomas Djiwandono Kini Jadi Deputi Gubernur BI

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Internasional

Trump Ancam Kanada Jika Terus Melakukan Hubungan Perdagangan Dengan China

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Indonesia dan Prancis Tegaskan Kerja Sama Dalam Pertemuan Paris

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Ancaman Trump Terhadap Greenland Bangkitkan Rasa Persatuan di Denmark

Waktu Baca 11 Menit
Internasional

AS Kirim Kapal Perang ke Iran, Trump: Mereka Kami Awasi Sangat Ketat

Waktu Baca 7 Menit
Internasional

JPMorgan dan CEO Jamie Dimon Kena Gugat Rp84 Triliun Oleh Presiden Trump

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Pidato Prabowo di WEF Davos, Tegakkan Konstitusi dan Supremasi Hukum

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Resmi Hengkang Dari WHO Amerika Serikat Tinggalkan Setumpuk Hutang

Waktu Baca 4 Menit
Internasional

Tandatangani Piagam Board of Peace, Prabowo Implementasikan Solusi Dua Negara

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?