Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca AMDI Tuntut Proses Hukum Aparat Pukuli Wartawan di Purwokerto
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

AMDI Tuntut Proses Hukum Aparat Pukuli Wartawan di Purwokerto

Edo W. Selasa, 10 Oktober 2017 | 09:03 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Kasus kekerasan pada pekerja media, kembali terjadi. Sekjen Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) Edi Winarto langsung bereaksi atas kejadian ini. Ia memprotes keras aksi pemukulan terhadap wartawan yang dilakukan aparat keamanan di Purwokerto, Jawa Tengah.

Ceritanya saat meliput pembubaran paksa aksi demo massa di Alun-alun Purwokerto Kabupaten Banyumas, Senin (9/10/2017) malam, sejumlah wartawan ikut menjadi korban kekerasan aparat. Bahkan seorang wartawan media elektronik sempat dipukuli dan diinjak, hingga mengalami luka memar.

“Kami mengecam keras aksi kekerasan yang dialami teman-teman kami wartawan Purwokerto yang tengah bertugas melakukan peliputan. Seharusnya kasus ini tidak terjadi, karena aparat harusnya tahu tugas wartawan yang memang sering berada bersama di lapangan,” ujar Edi Winarto yang juga mantan wartawan sebuah stasiun televisi nasional ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (10/10/2017)

Edi Winarto mendesak pimpinan Polres Banyumas agar merespon kejadian ini dan menindak tegas oknum aparat yang telah melakukan tindakan kekerasan dan kesewenang-wenangan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas.

“Kami mendesak Propam polisi untuk mengusut kasus ini agar ke depan tidak ada lagi kesalahpahaman antara aparat dengan wartawan yang sedang bertugas, karena kedua profesi memang masing-masing sedang menjalankan tugas,” kata Edi.

Pada kesempatan ini Edi Winarto juga menyampaikan turut prihatin terhadap para korban aksi kekerasan yang saat ini masih di rawat di rumah sakit.

“Saya mewakili teman-teman sesama profesi wartawan menyampaikan turut bersedih atas apa yang dialami rekan-rekan kami di Purwokerto, kami teman-teman di Jakarta mungkin juga wartawan di berbagai daerah di seluruh Indonesia mengutuk perbuatan aparat yang tidak taat hukum dan telah berbuat dzalim terhadap wartawan,” ujar Edi Winarto.

Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) Cabang Purwokerto Andi mengharapkan aparat keamanan bisa menciptakan suasana kondusif dan jangan justru membuat suasana jadi panas. “Saya memohon polisi tidak gegabah dalam menangani aksi-aksi demo soal proyek listrik tenaga panas bumi, harus bisa meredam situasi jangan membuat panas karena ini mendekati pelaksanaan Pilkada,” kata Andi.

“Jangan sampai aksi massa yang hari ini akan kembali turun menggelar aksi demo ditunggangi pihak-pihak tertentu untuk memanaskan suasana di kota Purwokerto yang selama ini dikenal sejuk dan masyarakatnya punya sikap toleransi yang tinggi,” kata Andi.

Baca Juga :  Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Sebelumnya Agus Wahyudi, wartawan Suara Merdeka yang ikut menjadi korban kekerasan, menuturkan peristiwa kekerasan terjadi saat dia bersama tiga wartawan lain meliput pembubaran paksa aksi demo yang dilakukan sekelompok mahasiswa terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Baturraden.

“Saat itu, ratusan petugas polisi langsung menyerbu lokasi demo dan membongkar tenda-tenda yang didirikan pengunjuk rasa. Wartawan yang melihat kejadian ini berusaha mengabadikan dengan kameranya. Namun tindakan wartawan wartawan ini langsung dihadang dengan tindakan kekerasan,” jelasnya.

Dian Aprilia (fotografer Suara Merdeka) dan Darbe Tyas (wartawan Metro TV) yang berada di paling dekat dengan lokasi, langsung didatangi puluhan petugas. Mereka mengepung wartawan dan memaksa agar seluruh telepon genggam atau kamera yang berisi gambar aksi kekerasan petugas tersebut dihapus.

“Saat itu, saya bersama wartawan Satelit Pos Aulia El Hakim, wartawan Radar Banyumas Maulidin Wahyu dan fotografer Suara Merdeka Dian Aprilia. Pada kami, puluhan aparat memaksa semua foto-foto dihapus dan kalau tidak HP akan dibanting,” jelas Agus.

Sementara Darbe Tyas yang saat itu berada di lokasi agak jauh, juga didatangi puluhan petugas. Agus melihat Darbe sempat diarak puluhan petugas ke halaman Setda, kemudian dipukuli petugas di lokasi tersebut hingga terjatuh. Bukan itu saja, petugas juga sempat menginjak-injak tubuhnya. “Saat itu, Darbe sudah berteriak dia wartawan sambil menunjukkan id cardnya. Tapi petugas tidak peduli,” katanya.

Petugas baru meninggalkan korbannya, setelah Darbe tidak berdaya dan menghapus seluruh rekaman gambar dalam kameranya. “Yang menolong Darbe, kami sesama wartawan. Petugas yang menganiayanya, meninggalkan Darbe begitu saja,” kata Agus.

Tindakan brutal oknum aparat tersebut, selain menyebabkan luka di sejumlah tubuh, kacamata Darbe dan id card-nya pun hilang. “Kami langsung membawa Darbe ke Rumah Sakit DKT Wijaya Kusuma karena kesakitan,” jelas Agus. (Tim)


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit
Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan
Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial

Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Narasi ‘Cuci Tangan’ Disorot, Pakar: Proses Masih Berjalan

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?