Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Alumni GMNI: Ada Kelompok Tertentu Yang Ingin Mengganti Pancasila
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Alumni GMNI: Ada Kelompok Tertentu Yang Ingin Mengganti Pancasila

Edo W. Rabu, 21 Juni 2017 | 11:38 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (PA GMNI). TELEGRAF/File
Photo Credit: Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (PA GMNI). TELEGRAF/File
Bagikan

Telegraf – Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (PA GMNI) Jakarta Raya menghimbau kepada seluruh kader Alumni GMNI, seluruh elemen Nasionalis  untuk merapatkan barisan menghadapi gerakan-gerakan dan kelompok yang anti Pancasila yang bertujuan ingin mengubah dasar ideologi negara.

Ketua Persatuan Alumni GMNI Jakarta Raya, Dwi Rio Sambodo meminta kepada seluruh kader Alumni GMNI dimana pun berada, khususnya di daerah domisili Jabodetabek untuk tidak diam, dan lakukan konsilidasi dan bekerjasama dengan seluruh elemen kebangsaan untuk melawan kelompok yang ingin mengganti ideologi negara tersebut.

“Maraknya ujaran kebencian, hilangnya tenggang rasa, pupusnya semangat gotong-royong antar anak bangsa hingga sikap intoleran terhadap perbedaan bukti bahwa kita telah jauh meninggalkan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya

“Bahkan ada kelompok tertentu yang dengan terang-terangan menyebut Pancasila sebagai thogut, membandingkannya dengan khilafah,” lanjutnya saat acara Buka Puasa Bersama dan Peringatan Bulan Pancasila Persatuan Alumni GMNI Jakarta Raya dengan tema Pancasila Sebagai Bintang Penuntun Bangsa di Cikini, Jakpus, Sabtu (17/06/2017) lalu.

“Riak gerakan separatis jangan sampai menodai ibukota Jakarta sebagai barometer nasional, ancaman begitu nyata, upaya merubah dasar negara artinya upaya untuk menghilangkan sebuah tatanan negara itu sama dengan makar,” tegasnya.

“Di era Bung Karno kaum separatis seperti itu tentu sudah disikat habis, contohnya DI/TII dan PRRI Permesta,” imbuhnya.

“Korps nasionalis Marhaenis selama ini masih mengalami traumatik pasca era Orde Baru. Seperti masih memilih untuk bersembunyi sebagai silent majority, sehingga gerakan perlawanan dari kelompok anti Pancasila cukup leluasa bergerak, sebut Saja HTI maupun sempalan ISIS lainnya,” lanjutnya.

Baca Juga :  Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Di acara itu, dalam tausiyah kebangsaan, pengamat politik dari Indonesia Publik Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan, agar elemen kebangsaan tidak menganggap enteng gerakan yang ingin mengubah ideologi Pancasila.

Karenanya, setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendeklarasikan tanggal 1 Juni 2017 sebagai hari lahirnya Pancasila, maka elemen kebangsaan harus serius untuk bersikap tegas terhadap sekelompok orang yang ingin mengganti ideologi negara.

“Lahirnya UKPPIP (Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila) adalah upaya menghadapi ancaman dari gerakan mengubah Pancasila,” ucap Karyono.

Dengan tiga pokok fungsinya, materi ajar pendidikan, metode pengajaran pendidikan dan alat kritik kebijakan yang anti Pancasila, diharapkan lebih memantapkan implementasi dasar nilai perjuangan Pancasila.

Menurutnya, Persatuan Alumni GMNI (PA GMNI) sebagai wadah para alumnus dari GMNI sebagai organisasi kader, hal itu layak dijadikan sebagai kawah candra dimuka atau penggodokan bagi kaum nasionalis yang juga membutuhkan konsolidasi gerakan serta kajian dan aksi untuk mempertajam ideologi Pancasila.

“Dalam konsolidasi kader maka dibutuhkan kekuatan sumber daya maksimum dalam menghadapi perlawanan terhadap gerakan anti Pancasila,” pungkasnya.


Photo Credit: Sejumlah alumni dari Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (PA GMNI). Telegraf/File/Andy

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit
Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan
Waktu Baca 5 Menit
Baju Padel Wanita
5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000
Waktu Baca 4 Menit

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial

Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit

Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia

Waktu Baca 6 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Narasi ‘Cuci Tangan’ Disorot, Pakar: Proses Masih Berjalan

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?