Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Tax Amnesty Tak Mampu Tingkatkan Penerimaan Pajak 2016
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Tax Amnesty Tak Mampu Tingkatkan Penerimaan Pajak 2016

Atti K. Selasa, 3 Januari 2017 | 19:31 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Sejumlah orang berbincang di dekat tulisan Amnesti Pajak di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (30/8). Ditjen Pajak telah mengeluarkan Perdirjen Pajak Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengaturan Lebih Lanjut Mengenai Pelaksanaan UU Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak, dimana aturan ini menjawab keresahan masyarakat pada program amnesti pajak yang dianggap tak tepat sasaran dan hanya menguntungkan segelintir orang. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/kye/16.
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Program pengampunan pajak (tax amnesty) ternyata tidak mampu meningkatkan penerimaan negara dari pajak yang hanya tumbuh 4,2 persen untuk tahun anggaran 2016, meski uang tebusan mencapai Rp107 triliun di akhir periode II.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan realisasi sementara pendapatan negara sebesar Rp1.551,8 triliun atau 86,9% dari target. Realisasi pendapatan berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.283,6 triliun atau 83,4% dari target dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp2.62.4 triliun atau 107% dari target APBN-P 2016.

Rendahnya penerimaan perpajakan dibandingkan penerimaan PNBP secara persentase karena dipengaruhi oleh lebih rendahnya pertumbuhan ekonomi dan belum pulihnya harga komoditas. Akan tetapi, apabila dibandingkan dengan tahun 2015, kinerja penerimaan perpajakan tahun 2016 meningkat 3,5%.

Ia menyebutkan, penerimaan perpajakan yang naik 3,5% tersebut tidak terlepas dari keberhasilan program tax amnesty. Penerimaan uang tebusan dari tax amnesty mencapai Rp107,0 triliun.

Namun, kata dia, apabila dirincikan lagi penerimaan perpajakan tersebut terdiri dari pendapatan pajak non migas pada tahun 2016 sebesar Rp1.105,8 triliun atau 81,1% dari target APBN-P. Penerimaan PPh Migas sebesar Rp35,9 triliun atau 98,8% dari target. Sedangkan penerimaan negara dari bea dan cukai sebesar 178,7 triliun atau 97,2% dari target dalam APBN-P 2016.

Penerimaan pajak secara umum, Sri Mulyani mengatakan, mengalami pertumbuhan 4,2%. Namun kalau dilihat, penerimaan pajak lebih rendah Rp33 triliun dari outlook yang telah dia sampaikan pada awal bulan menjabat sebagai Menteri Keuangan, yang waktu itu diperkirakan akan berkurang Rp218 triliun.

Baca Juga :  HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

“Tax amnesty kita sebesar Rp107 triliun menyumbang keseluruhan penerimaan ini sehingga kita membukukan positif 4,2 persen, penerimaan dari kepabebanan dan cukai juga 0,5 persen yang turun dari target APBN-P terutama akibat cukai,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers pelaksanaan APBN-P 2016 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (3/1).

Sri Mulyani menuturkan, realisasi PNBP jauh lebih besar dari yang diperkirakan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan yakni sebesar Rp11,37 triliun, menjadi sebesar Rp262,359 triliun dari sebelumnya ditargetkan Rp245,83 triliun.

“Sehingga dari sisi pos penerimaan ini kita mengalami sedikit set off atau sebagian dari PNBP yang mengkompensir dari penerimaan perpajakan yang di bawah dari yang kita perkirakan awal,” ujarnya.

Ia menambahkan, belanja negara tahun 2016 sebesar Rp1.859,4 triliun atau 89,3% dari target APBN-P, terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp1,148,6 triliun atau 87,9% dari target, dan transfer ke daerah serta dana desa sebesar Rp710,85 triliun atau 91,6% dari target.

“Dengan demikian, defisit anggaran sebesar Rp307,67 triliun atau 2,46 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan realisasi sementara pembiayaan mencapai Rp330,3 triliun, maka dalam pelaksanaan APBN-P 016 terdapat SiLPA sebesar Rp22,7 triliun,” jelasnya. (Red)

Photo credit : Antara/Widodo S. Jusuf


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan
Waktu Baca 5 Menit
Baju Padel Wanita
5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000
Waktu Baca 4 Menit
Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial
Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit

Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia

Waktu Baca 6 Menit

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?