Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Entertainment

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Fina Asriani Selasa, 21 April 2026 | 01:41 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bite Me Sweet
Foto : EP02 Still (Nichcha & Seungha2) (doc.viu)
Bagikan

Telegraf – Di tengah maraknya kompetisi kuliner yang berfokus pada rasa dan teknik, Bite Me Sweet hadir dengan pendekatan yang berbeda—menjadikan dessert sebagai medium untuk membaca karakter manusia.

Lewat format ini, makanan tidak lagi sekadar soal rasa dan tampilan, tetapi juga menjadi representasi emosi, kepribadian, hingga identitas seseorang.

Dessert sebagai Bahasa Emosi

Berbeda dari kompetisi baking konvensional, Bite Me Sweet menantang para chef untuk menerjemahkan karakter selebriti ke dalam bentuk dessert—mulai dari rasa, tekstur, hingga visual.

Pendekatan ini membuka perspektif baru dalam dunia kuliner: bahwa makanan bisa menjadi bahasa emosi yang universal.

“Rasa adalah bahasa emosi yang paling universal,” ujar Luvita Ho.

Menurutnya, setiap elemen dalam dessert—dari tingkat kemanisan hingga tekstur—dapat mencerminkan karakter seseorang, apakah perfeksionis, berani mengambil risiko, atau autentik.

Kolaborasi Lintas Budaya yang Unik

Program ini mempertemukan pastry chef dari Asia Tenggara dengan selebriti Korea dalam satu panggung kompetisi.

Luvita Ho dipasangkan dengan Lee Sae-on, menciptakan kolaborasi menarik antara perspektif kuliner Indonesia dan karakter budaya Korea Selatan.

Proses kreatif mereka tidak dimulai di dapur, melainkan dari observasi mendalam terhadap “muse”.

“First impression matters. Cara mereka berbicara, gaya berpakaian, sampai energi yang mereka bawa—itu semua jadi inspirasi,” jelas Luvita.

Lebih dari Sekadar Reality Show

Dipandu oleh Yoon Shi-yoon, Bite Me Sweet menggabungkan elemen kuliner, hiburan, dan storytelling dalam satu format.

Kolaborasi lintas budaya juga menghadirkan dinamika tersendiri.

“Kadang kami mengandalkan bahasa tubuh untuk saling memahami,” ungkap Luvita, menyoroti tantangan komunikasi yang justru memperkaya proses kreatif.

Perjalanan Luvita Ho: Dari MasterChef ke Panggung Regional

Sebagai pemenang termuda MasterChef Indonesia, Luvita Ho telah dikenal luas sebagai chef dengan pendekatan kreatif dan perspektif unik terhadap dessert.

Kini, melalui Bite Me Sweet, ia membawa nama Indonesia ke panggung regional bersama peserta dari Malaysia, Thailand, Hong Kong, dan Filipina.

Pendekatannya menempatkan dessert bukan hanya sebagai produk kuliner, tetapi sebagai refleksi karakter manusia.

Eksplorasi Budaya & Lifestyle

Program ini juga memperluas cakupannya ke ranah lifestyle seperti fashion dan kecantikan, menjadikannya relevan bagi audiens yang lebih luas.

Menggabungkan cita rasa Asia Tenggara dengan inspirasi Korean culture, Bite Me Sweet menghadirkan pengalaman yang tidak hanya visual, tetapi juga emosional.

Dari Layar ke Dunia Nyata

Tim pemenang dalam kompetisi ini akan mendapatkan kesempatan untuk menghadirkan pop-up store di Singapura, membawa konsep dari layar ke pengalaman langsung bagi audiens.

Langkah ini mempertegas bahwa Bite Me Sweet bukan hanya hiburan, tetapi juga platform eksplorasi kreativitas lintas budaya.

Tayang di Viu

Reality series ini resmi tayang mulai 17 April di platform Viu, yang dikenal sebagai layanan streaming dengan jangkauan luas di Asia, Timur Tengah, dan Afrika Selatan.

Lewat pendekatan yang unik, Bite Me Sweet menghadirkan cara baru dalam melihat dunia kuliner.

Bukan lagi sekadar soal rasa, tetapi tentang bagaimana makanan bisa menjadi jembatan antara emosi, identitas, dan budaya.

Dan di tengah panggung itu, Luvita Ho membuktikan bahwa kreativitas Indonesia mampu berbicara di level regional.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit
AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan

Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Film Ikatan Darah
Entertainment

Ikatan Darah (2026): Film Action Brutal Indonesia, Saat Kamera Ikut Berantem di Layar Lebar

Waktu Baca 3 Menit
Entertainment

Begini Kronologi Kematian Selebgram Lula Lahfah di Apartemennya di Jaksel

Waktu Baca 3 Menit
Entertainment

Blackpink Kembali Bersatu Garap Syuting Video Musik Baru

Waktu Baca 2 Menit
Entertainment

Kecelakaan Motor, Aktor Gary Iskak Meninggal di Usia 52 Tahun di Bintaro

Waktu Baca 3 Menit
Tiara Lupita Ayu Hermanto
Entertainment

Tiara Lupita Ayu, Perempuan Penyulam Reputasi di Industri Musik

Waktu Baca 8 Menit
Entertainment

Identitas Wonosobo Hadir Dalam Pementasan Tari Wayang Bundeng Gepuk

Waktu Baca 3 Menit
Entertainment

Permata Warokka: Saya Bukan Istri Fariz RM, Kami Pernah Saling Mendukung Secara Profesional

Waktu Baca 3 Menit
Entertainment

Mantan Tim Manajemen Beri Dukungan Moril untuk Fariz RM di Sidang Tuntutan Kasus Narkoba

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?