Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Pertumbuhan Perbankan Nasional Terjaga, Likuiditas dan Permodalan Tetap Kuat
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Pertumbuhan Perbankan Nasional Terjaga, Likuiditas dan Permodalan Tetap Kuat

Atti K. Jumat, 23 Januari 2026 | 16:06 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Pelaksana Tugas Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank, Ferdinan D. Purba/Doc/Telegraf
Bagikan

Telegraf — Industri perbankan nasional menunjukkan kinerja yang solid seiring terjaganya pertumbuhan kredit, penghimpunan dana masyarakat, serta stabilitas likuiditas dan permodalan. Kondisi tersebut mencerminkan ketahanan sektor perbankan dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat bahwa fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan dengan baik. Penyaluran kredit perbankan terus tumbuh dengan dukungan peningkatan kredit investasi, seiring membaiknya aktivitas ekonomi, belanja pemerintah, dan sektor korporasi.

Pelaksana Tugas Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank, Ferdinan D. Purba, menyampaikan bahwa pertumbuhan industri perbankan ditopang oleh kondisi likuiditas yang memadai serta tingkat risiko kredit yang tetap terkendali.

“Kondisi perbankan nasional secara umum berada dalam keadaan sehat, dengan likuiditas dan permodalan yang kuat sebagai fondasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Dari sisi ketahanan, permodalan industri perbankan dinilai berada pada level yang tinggi sebagai upaya mitigasi terhadap potensi risiko kredit dan risiko pasar. Sementara itu, likuiditas perbankan tetap terjaga dan berada di atas ketentuan minimum yang berlaku.

LPS juga menilai bahwa kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional terus menguat, tercermin dari pertumbuhan dana masyarakat yang tersimpan di perbankan. Kondisi ini menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution memaparkan bahwa seluruh bank di Indonesia merupakan peserta program penjaminan simpanan, sehingga memberikan kepastian perlindungan dana masyarakat dan mendukung stabilitas industri perbankan.

Baca Juga :  Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Bahlil Akan Terbitkan Harga Pokok Minimum Timah

Ia menambahkan, sejak berdiri LPS telah menjalankan berbagai langkah resolusi bank secara cepat dan efektif sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik dan stabilitas sistem keuangan.

Memasuki 2026, LPS menyiapkan sejumlah program strategis untuk mendukung penguatan industri perbankan nasional, termasuk penguatan infrastruktur perbankan rakyat, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta perluasan akses layanan perbankan kepada masyarakat.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menegaskan bahwa penguatan peran LPS sejalan dengan upaya menjaga momentum pertumbuhan sektor keuangan nasional. “Kami berkomitmen untuk terus memperkuat ketahanan sistem perbankan agar dapat berkontribusi optimal terhadap perekonomian nasional,” ujarnya.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Bahlil Akan Terbitkan Harga Pokok Minimum Timah
Waktu Baca 2 Menit
Trump Ancam Kanada Jika Terus Melakukan Hubungan Perdagangan Dengan China
Waktu Baca 5 Menit
Mungkinkah Rush Membuat Musik Baru Dengan Anika Nilles? Ini Kata Geddy Lee
Waktu Baca 3 Menit
Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Yang Digadang Jadi Deputi Gubernur BI
Waktu Baca 3 Menit
Daihatsu Indonesia Terapkan Proses Produksi Ramah Lingkungan di Karawang
Waktu Baca 1 Menit

Begini Kronologi Kematian Selebgram Lula Lahfah di Apartemennya di Jaksel

Waktu Baca 3 Menit

Menteri KKP Terjatuh dan Pingsan Saat Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR

Waktu Baca 3 Menit

Indonesia dan Prancis Tegaskan Kerja Sama Dalam Pertemuan Paris

Waktu Baca 2 Menit

Bidik Produksi 85% Pada 2026 Freeport Kembali Operasikan Grasberg

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Sampai Saat Ini, SPBU Swasta Belum Memesan Solar ke Pertamina

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengusap mukanya saat menyampaikan konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (21/02). ANTARA/Sigid Kurniawan
Ekonomika

Uji Kelayakan Calon Deputi Gubernur BI Oleh DPR Akan Dimulai Hari Ini

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Anggito Abimanyu: LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan hingga Mei 2026

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

IASC Kembalikan Dana Korban Scam Rp161 Miliar

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Penjual rokok asongan. REUTERS
Ekonomika

Bersiaplah Purbaya Bakal Legalkan Peredaran Rokok Ilegal

Waktu Baca 2 Menit
Armada truk yang dioperasikan oleh perusahaan energi negara Pertamina meninggalkan depo Plumpang di Jakarta Utara. (FILE/JP))
Ekonomika

Mulai Maret 2026 Pertamina Siap Pasok Solar ke SPBU Swasta

Waktu Baca 5 Menit
Photo Credit: Pemerintah dinilai perlu memprioritaskan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam pemulihan ekonomi. Hal ini karena sektor UMKM bisa memberikan efek berganda atau multiplier effect kepada masyarakat, termasuk dalam menciptakan permintaan. VOI/Angga Nugraha
Ekonomika

DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan Untuk Bangsa

Waktu Baca 5 Menit
Ekonomika

Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Gubernur Dorong Transformasi dan Persiapan IPO

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?