Telegraf — Industri perbankan nasional menunjukkan kinerja yang solid seiring terjaganya pertumbuhan kredit, penghimpunan dana masyarakat, serta stabilitas likuiditas dan permodalan. Kondisi tersebut mencerminkan ketahanan sektor perbankan dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat bahwa fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan dengan baik. Penyaluran kredit perbankan terus tumbuh dengan dukungan peningkatan kredit investasi, seiring membaiknya aktivitas ekonomi, belanja pemerintah, dan sektor korporasi.
Pelaksana Tugas Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank, Ferdinan D. Purba, menyampaikan bahwa pertumbuhan industri perbankan ditopang oleh kondisi likuiditas yang memadai serta tingkat risiko kredit yang tetap terkendali.
“Kondisi perbankan nasional secara umum berada dalam keadaan sehat, dengan likuiditas dan permodalan yang kuat sebagai fondasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Dari sisi ketahanan, permodalan industri perbankan dinilai berada pada level yang tinggi sebagai upaya mitigasi terhadap potensi risiko kredit dan risiko pasar. Sementara itu, likuiditas perbankan tetap terjaga dan berada di atas ketentuan minimum yang berlaku.
LPS juga menilai bahwa kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional terus menguat, tercermin dari pertumbuhan dana masyarakat yang tersimpan di perbankan. Kondisi ini menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution memaparkan bahwa seluruh bank di Indonesia merupakan peserta program penjaminan simpanan, sehingga memberikan kepastian perlindungan dana masyarakat dan mendukung stabilitas industri perbankan.
Ia menambahkan, sejak berdiri LPS telah menjalankan berbagai langkah resolusi bank secara cepat dan efektif sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik dan stabilitas sistem keuangan.
Memasuki 2026, LPS menyiapkan sejumlah program strategis untuk mendukung penguatan industri perbankan nasional, termasuk penguatan infrastruktur perbankan rakyat, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta perluasan akses layanan perbankan kepada masyarakat.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menegaskan bahwa penguatan peran LPS sejalan dengan upaya menjaga momentum pertumbuhan sektor keuangan nasional. “Kami berkomitmen untuk terus memperkuat ketahanan sistem perbankan agar dapat berkontribusi optimal terhadap perekonomian nasional,” ujarnya.