Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Lagi, 2 WNI Diculik Oleh Kelompok Separatis di Perairan Sabah
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Internasional

Lagi, 2 WNI Diculik Oleh Kelompok Separatis di Perairan Sabah

Telegrafi Minggu, 6 November 2016 | 20:13 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menginformasikan, 2 (dua) orang Warga Negara Indonesia (WNI) kembali menjadi korban penculikan yang diduga dilakukan oleh kelompok separatis, di perairan Sabah, Kinabalu, Malaysia, Sabtu (5/11). Kedua WNI itu bekerja di dua kapal Malaysia secara legal, yaitu Kapal SSK 005 20F dan Kapal SN 1154/4F, yang dipimpin oleh kapten kapal seorang WNI asal Buton, Sulawesi Selatan.

Sejak menerima informasi tersebut, menurut Menlu, Tim yang ada di KJRI Kinabalu dan juga di KJRI Tawau, serta di Jakarta sudah bergerak untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas dan juga melakukan koordinasi dengan otoritas setempat.

“Pada hari ini saya terus memantau. Tim kita terutama yang dari KJRI kota Kinabalu yang sudah berada di Sandakan, Sabah, untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci mengenai kejadian dengan satu, pihak keamanan Malaysia, yang kedua dengan pemilik kapal, dan yang ketiga dengan 6 Anak Buah Kapal (ABK) yang bebas,” kata Retno kepada wartawan usai mendampingi Presiden Jokowi melakukan videoconference, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/11) siang.

Pada pagi hari ini juga, Menlu mengaku telah melakukan komunikasi dengan penasihat khusus Presiden Filipina untuk masalah perdamaian yang menangani masalah atau isu yang ada di Filipina Selatan, untuk bertukar pikiran mengenai adanya kasus penculikan kembali.

“Jadi kita semuanya sudah bergerak menghubungi semua otoritas, dan tim kita sudah ada di lapangan. Tentunya pertama untuk mendapatkan informasi selengkapnya mengenai situasinya. Dan yang kedua adalah untuk memetakan tindakan selanjutnya,” jelas Retno.

Kementerian Luar Negeri, lanjut Menlu, juga sudah menghubungi salah satu keluarga WNI yang menjadi korban penculikan untuk menginformasikan mengenai adanya kejadian ini. Sementara satu keluarga sekarang sedang dicoba terus untuk dihubungi dalam rangka, sekali lagi, menginformasikan mengenai kejadian ini.

Dijelaskan Menlu, saat ini terdapat kurang lebih 6.000 ABK WNI yang bekerja secara legal di kapal-kapal ikan Malaysia. (Ist)

Foto : Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat memberikan keterangan kepada media. | Setkab/Jay

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Tekan Unbanked, LPS Targetkan Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan
Waktu Baca 2 Menit
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Waktu Baca 8 Menit
Senator Dayat El: Polri Lebih Efektif di Bawah Komando Presiden Langsung
Waktu Baca 2 Menit
eSIM XL PRIORITAS
eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern
Waktu Baca 4 Menit
SPPG Yang Tolak Pasokan Dari UMKM dan Petani Kecil Bakal Disanksi BGN
Waktu Baca 2 Menit

Prabowo Bakal Hadiri Seremonial Penerimaan Pesawat Tempur Rafale Buatan Prancis

Waktu Baca 2 Menit

Banyak Perusahaan China Tak Bayar Pajak, Purbaya: Nanti Kita Tindak Cepat

Waktu Baca 2 Menit

378 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota KIP 2026-2030, Ini Daftarnya

Waktu Baca 12 Menit

10,8 Juta Rumah Ditargetkan Dapat Layanan Internet Murah Pada 2030

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Internasional

Trump Ancam Kanada Jika Terus Melakukan Hubungan Perdagangan Dengan China

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Indonesia dan Prancis Tegaskan Kerja Sama Dalam Pertemuan Paris

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Ancaman Trump Terhadap Greenland Bangkitkan Rasa Persatuan di Denmark

Waktu Baca 11 Menit
Internasional

AS Kirim Kapal Perang ke Iran, Trump: Mereka Kami Awasi Sangat Ketat

Waktu Baca 7 Menit
Internasional

JPMorgan dan CEO Jamie Dimon Kena Gugat Rp84 Triliun Oleh Presiden Trump

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Pidato Prabowo di WEF Davos, Tegakkan Konstitusi dan Supremasi Hukum

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Resmi Hengkang Dari WHO Amerika Serikat Tinggalkan Setumpuk Hutang

Waktu Baca 4 Menit
Internasional

Tandatangani Piagam Board of Peace, Prabowo Implementasikan Solusi Dua Negara

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?