Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Distribusi Gas Bumi Masih Terhambat, PGN Soroti Ketimpangan Infrastruktur
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Distribusi Gas Bumi Masih Terhambat, PGN Soroti Ketimpangan Infrastruktur

Atti K. Senin, 21 Juli 2025 | 17:15 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit : Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko/Doc/ISt
Bagikan

Telegraf— Ketidaksesuaian antara lokasi pasokan dan permintaan gas bumi masih menjadi tantangan utama dalam distribusi energi di Indonesia. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), selaku Subholding Gas Pertamina, menyoroti persoalan ini dalam diskusi publik bersama media, menyatakan perlunya penguatan infrastruktur sebagai langkah strategis menghadapi ketimpangan tersebut.

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, menyampaikan bahwa wilayah dengan permintaan tinggi seperti Sumatera dan Jawa bagian barat masih menghadapi keterbatasan infrastruktur gas bumi, sementara pasokan gas justru berlebih di wilayah lain.

“Permintaan di Sumatera dan Jawa bagian barat sangat tinggi, tetapi infrastruktur yang ada belum cukup. Di sisi lain, pasokan gas berlebih di Jawa Timur,” ujarnya dalam forum diskusi yang diselenggarakan CNBC Indonesia.

Kondisi ini turut diakui oleh Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Kurnia Chairi, yang menyatakan bahwa ketidaksesuaian antara lokasi produksi dan konsumsi gas menjadi penyebab utama kendala distribusi.

“Secara nasional, pasokan gas kita sebenarnya tidak defisit. Tapi pusat-pusat permintaan gas berada di lokasi yang jauh dari sumber pasokan,” ungkap Kurnia.

PGN menyebutkan bahwa salah satu upaya jangka pendek untuk mengatasi mismatch tersebut adalah dengan pemanfaatan LNG. Namun, Arief menyoroti tantangan lain berupa keberlanjutan pasokan LNG domestik dan harga yang kompetitif.

“Yang menjadi tantangan adalah bagaimana pasokan LNG bisa tersedia secara berkelanjutan dan tetap terjangkau bagi pengguna,” jelasnya.

Baca Juga :  Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Isu harga LNG juga mendapat perhatian dari Ketua Indonesian Gas Society (IGS), Aris Mulya Azof. Menurutnya, transisi dari gas pipa ke LNG membawa konsekuensi dalam hal struktur harga dan kebutuhan infrastruktur yang lebih kompleks.

“Harga LNG sangat dipengaruhi oleh pasar global. Ini harus menjadi perhatian, termasuk perlunya kebijakan yang menyeluruh dari pemerintah,” katanya.

PGN saat ini mengembangkan sejumlah proyek infrastruktur, termasuk pembangunan jaringan pipa dan terminal LNG. Proyek-proyek seperti Pipa Tegal–Cilacap dan Terminal LNG Arun menjadi bagian dari upaya memperluas akses energi di berbagai wilayah.

Dalam pemaparannya, Arief menekankan empat hal mendasar yang harus diperhatikan dalam distribusi gas nasional: ketersediaan pasokan, aksesibilitas infrastruktur, keterjangkauan harga, dan keberlanjutan kebijakan.

PGN juga mengusung strategi “Grow–Adapt–Step Out” dalam merespons dinamika sektor gas nasional. Pendekatan ini, menurut Arief, bertujuan untuk menjawab kebutuhan energi bersih dan merata di tengah tantangan teknis dan kebijakan.

“Butuh dukungan regulasi dan insentif dari pemerintah agar pasokan LNG bisa lebih terjangkau dan menyentuh lebih banyak wilayah,” pungkas Arief.

Apabila Anda ingin versi yang lebih pendek atau difokuskan pada aspek tertentu seperti kebijakan pemerintah atau struktur harga LNG, saya bisa bantu menyesuaikan.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit
AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan

Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?