Telegraf – Belum lama Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional Perempuan pada Hari Pahlawan, (10/11/2023), berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 115-TK-TH-2023 tertanggal 6 November 2023.
Sempat dianggap kontroversi dalam mitos, namun tokoh Ratu Kalinyamat akhirnya menjadi Pahlawan Nasional. Nama Kalinyamat sendiri merujuk pada nama sebuah daerah wilayah kekuasaan yang meliputi Jepara, Kudus, Pati, Rembang dan Blora. Sebagai pemimpin perempuan ia terkenal dengan keberaniannya melawan penjajah Portugis dan menyerangnya dengan armada laut yang dikuasainya ke Malaka.
Ratu Kalinyamat sebagai pemimpin perempuan di wilayah Kalinyamat, memiliki nama asli Retna Kencana. Ia merupakan seorang putri dari Sultan Trenggono Raja Demak ke-3.
Penetapan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat sendiri merupakan bentuk penghormatan jasa perempuan pemberani yang telah melawan penjajahan Portugis terhadap bangsa ini.
Ketua DPP Taruna Merah Putih Bidang Pemuda dan Olahraga, Trini Puspa Lestari bangga dan sangat mengapresiasi atas pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Ratu Kalinyamat itu.
Mantan atlet olahraga hoki, yang kini aktif menjadi penggerak di relawan PIJAR (Perempuan Indonesia Pilih Ganjar) ini melihat bahwa figur seperti Ratu Kalinyamat dan RA Kartini maupun Nyi Ageng Serang misalnya merupakan tauladan perempuan pemberani yang siap berjuang untuk bangsanya.
“Sebagai bagian dari kaum perempuan tentu bangga atas diberikannya Gelar Pahlawan untuk Ratu Kalinyamat dan saya mengucapkan terima kasih dan sekaligus selamat kepada segenap pihak yang telah memperjuangkannya semoga menjadi berkah tersendiri,” kata Trini yang juga hobi dalam seni tarik suara dan alumni desain ini, Selasa (19/12/2023).
Untuk merawat warisan ketauladanan Ratu Kalinyamat, Trini melalui instagramnya @trinipuspa banyak menulis ulang pesan-pesan khusus epos kepahlawanan dari pejuang perempuan, termasuk R.A Kartini dan Ratu Kalinyamat.
“Sosok Ratu Kalinyamat sangat inspiratif dan penuh suri tauladan bagi perempuan-perempuan banteng pemberani yang mau memperjuangkan bukan hanya kaumnya tapi juga bangsa,” ungkapnya.