Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Walhi Pertanyakan Klaim Pidato Jokowi di Konferensi Iklim Dunia
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Walhi Pertanyakan Klaim Pidato Jokowi di Konferensi Iklim Dunia

Aji Cahyono Rabu, 3 November 2021 | 14:27 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Presiden Jokowi pada saat berbicara di World Leaders Summit on Forest and Land Use yang digelar di Scotish Event Campus, Glasgow, Skotlandia, pada Selasa, 2 November 2021. BPMI/Setpres
Photo Credit: Presiden Jokowi pada saat berbicara di World Leaders Summit on Forest and Land Use yang digelar di Scotish Event Campus, Glasgow, Skotlandia, pada Selasa, 2 November 2021. BPMI/Setpres
Bagikan

Telegraf – Direktur Eksskutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nasional, Zenzi Suhadi, mempertanyakan pidato Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) di UN Climate Change Conference (COP26) di Scottish Event Campus, Glasgow, Skotlandia pada (01/11/2021).

Dalam keterangannya, Walhi mengkritik soal dugaan ketidaksesuaian perkataan yang disampaikan dengan eksekusi di lapangannya.

“Persoalan lingkungan dari waktu ke waktu semakin sulit, pemimpin negara seringkali mengambil kebijakan yang tidak sesuai dengan perkataannya,” kritik Direktur Eksekutif Walhi, Zenzi Suhadi melalui video yang diterima oleh Telegraf, Rabu (03/11/2021).

Ia mengungkapkan, dalam pernyataannya bahwa pemerintah hanya memprioritaskan kebijakan investasi yang akan menimbulkan kerusakan alam, salah satunya perhutanan.

“Di Indonesia, deforestisasi mengalami peningkatan pada karhutla, kebijakan ekonomi pada tahun 1990-an menyasar sektor kehutanan dan praktik investasi mengalami peningkatan secara drastis pada studi rentan tahun 2008 sampai dengan 2011, yang diperuntukkan sebagai perkebunan kelapa sawit dan pertambangan maupun hutan industri, sulit meskipun cukup banyak kemajuan tata kelola hutan di Indonesia,” paparnya.

Ia berharap bahwa pemerintah Indonesia dapat mengakomodir kepentingan masyarakat adat dan juga hutan untuk rakyat.

“Dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir, ada tuntutan hutan untuk rakyat, pengakuan hutan adat dan akses perhutanan sosial, hanya saja kita mau menilai apakah posisioning pemerintah saat ini sesuai dengan komitmennya dalam penyelamatan hutan di Indonesia, dan meletakkan Indonesia pada posisi strategis, dalam menjawab krisis iklim di Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga :  Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Suhadi menilai, sejak disahkannya UU Omnibus Law berpotensi memberikan ruang kepada investor, sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada kerusakan hutan yang semakin menguat.

“Justru dua tahun terakhir Indonesia menempatkan kebijakan kehutanan yang cenderung diduga berbahaya,” ucapnya.

“Keluarnya UU Omnibus Law melihat dua hal yang berbahaya, yakni berpotensi membuat kawasan hutan Indonesia itu tinggal 35% dari eksistensi karet dan Omnibus Law mengampuni kejahatan hutan yang dilakukan oleh korporasi kelapa sawit dan tambang,” bebernya.

Diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi dalam pidatonya menyampaikan bahwa perubahan iklim menjadi ancaman bagi kemakmuran dan pembangunan global, solidaritas dan kemitraan.


Photo Credit: Presiden Jokowi pada saat berbicara di World Leaders Summit on Forest and Land Use yang digelar di Scotish Event Campus, Glasgow, Skotlandia, pada Selasa, 2 November 2021. BPMI/Setpres

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit
Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan
Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial

Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Narasi ‘Cuci Tangan’ Disorot, Pakar: Proses Masih Berjalan

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?