Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Ada Uang 9 Miliar di Museum SBY, Ini Penjelasannya
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Ada Uang 9 Miliar di Museum SBY, Ini Penjelasannya

Edo W. Kamis, 18 Februari 2021 | 03:38 WIB Waktu Baca 6 Menit
Bagikan
Photo Credit: Presiden ke-6 RI yang juga mantan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. FILE/Dok/Ist. Photo
Bagikan

Telegraf – Trendingnya tagar #SbyMakanDanaPacitan membanjiri linimasa media sosial (medsos). Warganet menduga ada aliran dana sebesar Rp 9 miliar dari Pemprov Jatim ke Pemkab Pacitan berupa Bantuan Keuangan (BK) akan diserahkan ke Yayasan Yudhoyono (Yudhoyono Foundation). Menjadikan tagar tersebut menyebar luas di dunia maya.

Hingga Kamis (18/02/2021) siang tagar #SbyMakanDanaPacitan sudah dikunjungi lebih dari 2.500 netizen.

Trending topik tagar #SbyMakanDanaPacitan bermula saat publik memergoki Museum SBY-Ani. Museum megah ini mendadak jadi perbincangan. Ini menyusul dugaan kucuran dana Rp 9 miliar ke Yayasan Yudhoyono (Yudhoyono Foundation).

Uang sebesar Rp 9 Miliar itu konon akan dipakai untuk membangun museum SBY-Ani yang saat ini pembangunannya mendekati finishing. Namun keberadaan pembangunan museum itu kini menjadi gunjingan bagi warganet.

Pasalnya, pemerintah Kabupaten Pacitan mengusulkan pemberian dana hibah melalui dana APBD senilai Rp 9 miliar untuk proyek tersebut.

Diketahui museum yang dimaksud itu adalah Museum dan Galeri Seni SBY-Ani yang terletak di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Pacitan di Kelurahan Ploso, Kabupaten Pacitan.

Berbagai meme dan kritikan netizen meramaikan hastag #Bayar9Miliar dan meme bergambar SBY. Tagar dan meme ini membanjiri linimasa Twitter dan menjadi trending topik pada Selasa pagi, 16 Februari 2021. Figur SBY dengan latar museum menjadi bahan olok-olokan yang dilontarkan warganet.

Museum dan Galeri Seni SBY-ANI di Pacitan

Warganet menjadi antusias dan ramai membahas soal dugaan kucuran dana Rp 9 miliar itu datang dari Pemkab Pacitan. Adapun penerimanya konon adalah Yayasan Yudhoyono (Yudhoyono Foundation) untuk Museum SBY.

Alhasil tudingan liar netizen tersebut langsung dibantah oleh kader Partai Demokrat, Andi Arief lewat cuitan Twitternya yang diunggah pada Selasa, 16 Februari 2021 lalu, Andi mengatakan jika tudingan warganet kepada SBY merupakan fitnah yang sangat keji dari para buzzer.

“Para Buzzer sudah fitnah keji soal pembangunan museum SBY ANI di Pacitan Jatim,” tulisnya.

Menurutnya, SBY tidak pernah meminta sedikitpun bantuan kepada Pemprov Jatim untuk membangun museum dan galeri tersebut. Andi menilai niat baik yang ditawakan Pemda Jatim untuk pembangunan museum dan galeri tersebut murni, tanpa ada dorongan dari pihak lain.

“Pak SBY ditawarkan bantuan hibah 9 M oleh Pemda Jatim untuk pembangunan. Pak SBY tidak pernah minta, bantuannya pun belum diterima. Niat baik Pemda Jatim, murni,” katanya menambahkan.

Bupati Pacitan Indartato kepada wartawan menjelaskan asal muasal anggaran tersebut. Indartato membantah bahwa dana Rp 9 miliar tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pacitan.

Baca Juga :  Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Memang ada alokasi dana sebesar itu. Hanya saja, anggaran tidak masuk ke kantong Susilo Bambang Yudhohono (SBY). Katanya, dana itu dikucurkan oleh Pemprov Jawa Timur (Jatim) berupa bantuan keuangan khusus atau BKK.

“Bukan dari APBD Pacitan. Itu dari pemerintah provinsi yang memberikan bantuan namanya bantuan keuangan khusus kepada pemerintah daerah untuk pembangunan museum Pak SBY,” kata Indartato.

Dijelaskan bupati, dana yang disebut sebagai bantuan keuangan khusus (BKK) itu diterima oleh Pemkab Pacitan pada 9 Desember 2020 lalu untuk selanjutnya dimasukkan dalam APBD Kabupaten Pacitan Tahun 2021.

“Alhamdulillah uangnya keluar. Tapi karena keluarnya tanggal 9 Desember 2020, pemerintah daerah juga tidak berani untuk memberikan ke museum, akhirnya dianggarkan pada APBD 2021,” jelas Indartato dalam laporan Kompas TV, Senin 15 Februari 2021.

Informasi lainnya, peletakan batu pertama (ground breaking) museum tersebut dilakukan langsung oleh Mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono pada Sabtu, 22 Februari 2020 lalu.

SBY mengaku keinginannya membangun museum ini karena pernah mengunjungi museum Presiden Soekarno di Blitar, dan Museum Yogyakarta. Untuk itulah, dirinya mempunyai keinginan membangun museum di kota kelahirannya yakni Pacitan, Jawa Timur.

“Dari kunjungan museum Presiden Soekarno dan Soeharto, saya ingin bangun museum juga,” kata SBY ketika memberi sambutan kala itu.

Keinginan membangun museum telah disampaikan ke istrinya, (almarhumah) Ani Yudhoyono ketika sakit. Harapan membangun museum seluas 7.500 meter diatas lahan 1,5 hektare area tersebut akhirnya didukung Ani. Hanya saja, istrinya masih bingung soal konsep dan isi museum yang akan dipamerkan.

Museum yang kini pembangunannya masih dalam proses tersebut bentuknya sekilas mirip Capitol Hill di Amerika Serikat. Musem SBY-Ani tersebut terdiri dari puluhan ruangan. Dalam ruangan museum akan dibangun ruang khusus yang menceritakan tentang SBY dan keluarganya. Ruangan itu akan dilengkapi dengan karya-karya seni fotografi dan pernak pernik dari Almarhumah Ani.

Sebagian besar menampilkan pernak-pernik yang berkaitan dengan perjalanan SBY, seperti rangkaian cerita sejak SBY menghabiskan masa muda di Pacitan hingga menapaki karir di dunia militer.

Selain museum, juga ada Galeri Seni Ani yang akan menampilkan koleksi seni dan foto hasil jepretan Ibu Ani. Selain berupa foto lanskap, karya lain berupa foto humanistik juga akan dipajang menghiasi ruangan yang ada.


Photo Credit: Presiden ke-6 RI yang juga mantan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. FILE/Dok/Ist. Photo

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit
AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan

Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?