Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca BIG Inginkan Stakeholder Buat Banyak Peta Laut
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Technology

BIG Inginkan Stakeholder Buat Banyak Peta Laut

Atti K. Senin, 12 Maret 2018 | 19:12 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanuddin Z Abidin Usai membuka Rakornas BIG di Jakarta
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanuddin Z Abidin mengatakan kedepan kebijakan satu peta (KSP) lebih banyak lagi membuat peta-peta laut karena untuk sekarang sebagian besar masih membuat peta darat.

“Mudah-mudahan nanti di KSP berikutnya lebih banyak Stakeholder yang terlibat dan lebih banyak peta peta laut, KSP sekarang masih banyak darat, laut kalau bisa lebih banyak lagi,” ujarnya usai membuka Rapat Koordinasi Nasional Informasi Geospasial di Jakarta, Senin (12/03/18).

Selain peta laut lanjut Hasanuddin, untuk di daerah perkotaan juga akan membutuhkan peta-peta bawah tanah, seperti di Jakarta kemungkinan kedepan akan butuh tiga dimensi gabungan BIG dan utilitas bawah tanah.

“Di kota-kota besar peta-peta di bawah tanah akan lebih penting dan di Jakarta mungkin kita perlu tiga dimensi gabung BIG dan utilitas bawah tanah,” kata Hasanudin.

Hasanuddin juga menjelaskan Rakor dengan judul “Percepatan Penyelenggaraan Informasi Geospasial untuk Mendukung Prioritas Pembangunan Nasional Berkelanjutan” diharapkan menghasilkan sebuah capaian yang mana yang bermain di peta bukan saja pemerintah tetapi mitra masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pihak-pihak industri seperti tambang, tetapi peta- peta yang dikeluarkan harus sesuai dengan prosedur standarisasi yang di keluarkan oleh BIG.

Perkembangan teknologi semakin maju dan cepat yang mana akan melibatkan stakeholder dalam pemetaan “justru pemetaan Indonesia akan lebih cepat,” ujarnya.

Hasanuddin menekankan majunya teknologi yang semakin cangih ini justru bukan menjadi penghalang melainkan menjadi peluang perkembangan teknologi, dan jika memang kebijakan juga tidak ada yah BIG tetap akan berjalan “one map policy survei pemetaan dan segala macam itu semacam doktrin,” tegasnya.

“Yah kalau semua peta itu harus standar yaitu satu referensi dan segala macam jadi kalaupun kebijakan peta 1:50.000 selesai tahun 2019 secara peraturan BIG harus semangat terus dan jalan terus, tanpa kebijakanpun yah harus begitu,” lanjutnya.

Baca Juga :  10,8 Juta Rumah Ditargetkan Dapat Layanan Internet Murah Pada 2030

Tugas BIG sangatlah berat dimana sejak jaman Orde Baru map yang di buat oleh lembaga kementrian kemungkinan menggunakan standar dan referensi yang berbeda beda dan BIG sekarang ini harus menyatukan referensi tersebut agar masalah-masalah tidak timbul di generasi ke generasi untuk itu harus di betulkan dari awal.

Sementara Direktur Informasi Geospasial Adi Rusmanto sekaligus ketua panitia dalam Rapat Koordinasi Nasional 2018 mengatakan sebelumnya memang sudah melakukan rapat-rapat pra rakor, dalam rakor ini akan menyusun bahan periode 2020-2024 dan akan dibahas dengan semua  dan para stakeholder, pemangku kepentingan seperti kementrian lembaga, perguruan tinggi, pemerintah daerah, asosiasi industri san akademisi.

“Kebijakan peta 1: 50 ribu ini melibatkan 18 kementrian lembaga,dan 34 pemerintah daerah,” tutur Andi. (Red)


Photo Credit : Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanuddin Z Abidin Usai membuka Rakornas BIG di Jakarta. | Telegraf/Atti Kurnia

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Tekan Unbanked, LPS Targetkan Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan
Waktu Baca 2 Menit
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Waktu Baca 8 Menit
Senator Dayat El: Polri Lebih Efektif di Bawah Komando Presiden Langsung
Waktu Baca 2 Menit
eSIM XL PRIORITAS
eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern
Waktu Baca 4 Menit
SPPG Yang Tolak Pasokan Dari UMKM dan Petani Kecil Bakal Disanksi BGN
Waktu Baca 2 Menit

Prabowo Bakal Hadiri Seremonial Penerimaan Pesawat Tempur Rafale Buatan Prancis

Waktu Baca 2 Menit

Banyak Perusahaan China Tak Bayar Pajak, Purbaya: Nanti Kita Tindak Cepat

Waktu Baca 2 Menit

378 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota KIP 2026-2030, Ini Daftarnya

Waktu Baca 12 Menit

10,8 Juta Rumah Ditargetkan Dapat Layanan Internet Murah Pada 2030

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Technology

Perbaikan BTS Dikebut Dorong Komunikasi Wilayah Bencana Pulih

Waktu Baca 2 Menit
Technology

Usai Ledakan SMAN 72, Akses Game Online Akan Dibatasi Oleh Pemerintah?

Waktu Baca 5 Menit
Laptop Pertama Polytron
Technology

Polytron Umumkan Peluncuran Laptop Perdana 5 Agustus 2025

Waktu Baca 2 Menit
HONOR 400 Series hadirkan fitur storytelling berbasis AI yang revolusioner, segera meluncur di Indonesia pada 3 Juli 2025.
Technology

HONOR 400 Series Siap Hadir di Indonesia, Buka Era Storytelling AI yang Lebih Personal

Waktu Baca 6 Menit
Ant International
Technology

Ant International Rilis Laporan Keberlanjutan, Dorong Inklusi UMKM dan Globalisasi Baru

Waktu Baca 4 Menit
HONOR Kembangkan Jaringan Service Center Resmi demi Kepuasan Pelanggan dan Rasa Aman Teknologi
Technology

HONOR Kembangkan Jaringan Service Center Resmi demi Kepuasan Pelanggan dan Rasa Aman Teknologi

Waktu Baca 4 Menit
Foto : (Ki-Ka: Michael Takeuchi, Wakabid IIX dan Data Center - APJII / Firdhyan Adi Lesmana, Kabid IIX dan Data Center - APJII / M. Arif Angga, Ketua Umum - APJII, Stephanus Oscar, CEO - EDGE DC / Agus Ariyanto, SVP Operations - Indonet / Raphael Ho, Head of Interconnection - Digital Edge)
Technology

EDGE DC dan APJII Resmikan Indonesia Internet Exchange (IIX) di EDGE2 Jakarta

Waktu Baca 3 Menit
Technology

Clarus-IT Raih Status Platinum Partner dari Dell Technologies

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?