Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Memakai Facebook Kini Sudah Tak Keren Lagi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Technology

Memakai Facebook Kini Sudah Tak Keren Lagi

Telegrafi Kamis, 15 Februari 2018 | 19:41 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Privacy setting shortcuts are displayed on Apple Inc. iPhone 6 smartphone screen as a FaceBook Inc. logo is seen in this arranged photograph taken in London, U.K., on Friday, May, 15, 2015. Facebook reached a deal with New York Times Co. and eight other media outlets to post stories directly to the social network's mobile news feeds, as publishers strive for new ways to expand their reach. Photographer: Chris Ratcliffe/Bloomberg via Getty Images
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Peningkatan pengguna Facebook (FB) kini beralih ke kaum tua, seperti ibu-ibu, bapak-bapak, dan kakek-nenek. Sedangkan anak-anak muda beralih ke Snapchat dan Instagram.

Fakta itu terjadi di Amerika berdasarkan hasil riset EMarketer terbaru yang dipublikasikan Senin (12/02/2018). Alasan kalangan muda beralih ke Snapchat dari Facebook lantaran video yang lebih cepat daripada Instagram milik Facebook.

Laporan tersebut menyoroti masalah Facebook yang bertekat menggaet dan menjaga orang muda, yang telah lama menjadi basis pengguna inti jejaring sosial terbesar di dunia.

Perusahaan riset itu memperkirakan penurunan pertama pengguna Facebook berada dalam kelompok usia 18-24 di AS yang turun 5,8 persen tahun ini.

Dikatakan juga kelompok usia 12-17 di Amerika Serikat menurun 5,6 persen. “Sedangkan kelompok usia di bawah 12 tahun turun 9,3 persen tahun ini,” kata eMarketer.

Laporan eMarketer menambahkan, tren yang sama diperkirakan berlanjut hingga 2019 dan 2020, dengan penurunan di semua segmen pengguna AS di bawah usia 25 tahun.

Facebook akan kehilangan sekitar dua juta pengguna di bawah 25 tahun ini, dengan Snapchat dan Instagram menjadi penerima manfaat utama.

Laporan tersebut mengatakan bahwa Snapchat menambah 1,9 juta pengguna di bawah 25 di tahun 2018 dan Instagram menambah 1,6 juta. Snapchat disebutkan akan terus menarik pengguna berusia 12 sampai 24 dari Instagram.

Baca Juga :  Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Tapi Snapchat akhirnya bisa menghadapi masalah yang sama karena berusaha meningkatkan basis penggunanya dan mencapai semua umur.

“Snapchat pada akhirnya bisa mengalami pertumbuhan lebih banyak pada kelompok usia yang lebih tua, karena merancang ulang platformnya agar lebih mudah digunakan,” kata analis Debitor Ahra Williamson.

“Pertanyaannya adalah apakah pengguna yang lebih muda masih akan menemukan Snapchat yang keren jika lebih banyak orang tua mereka ada di dalamnya. Itulah keadaan Facebook.”

Menurut eMarketer, Facebook tetap menjadi jaringan sosial terpopuler di pasar AS dengan perkiraan 169,5 juta pengguna tahun ini, menurut eMarketer.

Diperkirakan, instagram yang tumbuh lebih cepat akan digunakan oleh 104,7 juta orang Amerika dan Snapchat akan mencapai 86,5 juta pengguna.

Tahun lalu, eMarketer memprediksi Facebook akan melihat penurunan di kalangan pemuda untuk pertama kalinya dalam sejarahnya.

Laporan Piper Jaffray tahun lalu menunjukkan Snapchat adalah jejaring sosial pilihan remaja AS, dengan 47 persen menggunakan platform tersebut. (Red)


Photo Credit : Alasan kalangan muda beralih ke Snapchat dari Facebook lantaran video yang lebih cepat daripada Instagram milik Facebook. Getty Images/Chris Ratcliffe

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit
Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara

Waktu Baca 11 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Technology

Bersama DPR, Komdigi Dorong Partisipasi Rakyat Dalam Pertahanan Semesta Digital

Waktu Baca 2 Menit
Technology

Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat

Waktu Baca 2 Menit
Dokumen Digital Palsu
Technology

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit
Fina Asriani
Technology

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit
vivo Y31d Pro
Technology

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit
Technology

Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital

Waktu Baca 2 Menit
Technology

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Technology

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?