Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Mahasiswa Minta Stop Kriminalisasi TNI
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Mahasiswa Minta Stop Kriminalisasi TNI

Edo W. Kamis, 15 Juni 2017 | 00:09 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Solidaritas Mahasiswa untuk TNI (SMUT) menggelar aksi di depan pintu gerbang gedung DPR-MPR, Rabu (14/6/2017). Mereka menuntut Komisi I DPR memanggil Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terkait penanganan kasus pembelian heli AW 101 yang dinilai sarat politis. Mahasiswa juga menyerukan stop kriminalisasi terhadap sejumlah prajurit TNI.

Koordinator Aksi Solidaritas Mahasiswa Untuk Penyelamatan TNI (SMUT) Prayogi mengungkapkan, rasa keprihatinan atas pernyataan Panglima TNI baru-baru ini yang menyebutkan ada dugaan penyimpangan dalam pembelian Heli AgustaWestland (AW) 101.

Para mahasiswa menilai pernyataan Panglima TNI di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sarat akan nuansa politis. “Pernyataan ini kami khawatirkan akan menurunkan kredibilitas dan citra TNI di masa mendatang,” kata Yogi, dalam orasinya.

Dalam aksi demonya, mahasiswa meminta segera dihentikannya upaya mengkriminalisasi prajurit TNI. “Kami mahasiswa mendesak hentikan kriminalisasi TNI dan meminta Komisi I DPR turun tangan menyelidiki ada apa di balik Pernyataan Panglima TNI di Kantor KPK,” katanya.

Untuk itu, kata Yogi, pihaknya menuntut Komisi I DPR sebagai mitra kerja TNI, memanggil Panglima TNI untuk mengklarifikasi atas pernyataannya tersebut.

Para mahasiswa menyampaikan aspirasi dan tuntutannya sebagai berikut :

  1. Kami mahasiswa yang tergabung dalam komunike Solidaritas Mahasiswa Untuk Penyelamatan TNI atau #Save TNI menyatakan rasa keprihatinan atas Pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo baru-baru ini yang menyebutkan ada dugaan penyimpangan dalam pembelian Heli AgustaWestland (AW) 101. Pernyataan ini kami khawatirkan akan menurunkan kredibilitas dan citra TNI di masa mendatang.
  2. Kami Mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa untuk Penyelamatan TNI (#Save TNI) mendesak Panglima TNI untuk mengklarifikasi atas pernyataannya. Untuk itu kami ingin mengadu dan menyampaikan aspirasi ke wakil rakyat Komisi I DPR-RI agar mendesak Panglima TNI menjelaskan pernyataannya yang mengancam kewibawaan dan citra TNI atas tuduhan ada indikasi tindak pidana korupsi dalam pembelian Heli tersebut.
  3. Mahasiswa memprihatinkan pernyataan Panglima TNI terhadap penetapan status tersangka dalam kasus pembelian Heli AW 101. Padahal analisanya dari sisi hukum kasus ini masih belum terlihat jelas adanya bukti dan fakta. Kalau masalah kerugian negara, siapa yang menghitung kerugian, harusnya bersifat nyata oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan tidak boleh direka-reka sehingga terlihat ada unsur korupsi
  4. Para mahasiswa mendesak hentikan kriminalisasi TNI dan meminta Komisi I DPR turun tangan menyelidiki ada apa dibalik Pernyataan Panglima TNI di Kantor KPK
  5. Para Mahasiswa memandang kasus Pernyataan Panglima TNI di Kantor KPK sangat bernuansa politis dan merugikan kewibawaan dan citra lembaga TNI
  6. Para mahasiswa mendesak segera aksi penyelamatan #Save TNI dari unsur politik
  7. Mendesak Komisi I DPR RI memanggil Panglima TNI dalam rapat kerja dengar pendapat dan mempertanyakan apa dibalik motif Panglima TNI membuat pernyataan adanya indikasi korupsi dalam pembelian Heli AW 101.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit
Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan
Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial

Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Narasi ‘Cuci Tangan’ Disorot, Pakar: Proses Masih Berjalan

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?