Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Jaga Kebhinekaan, Ridwan Kamil Beri Ijin 300 Tempat Ibadah Non Muslim
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Jaga Kebhinekaan, Ridwan Kamil Beri Ijin 300 Tempat Ibadah Non Muslim

Edo W. Senin, 30 Januari 2017 | 02:25 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Jakarta, Telegraf,- Walikota Bandung Ridwan Kamil, Minggu 29 Januari 2017 menerima Anugerah sebagai Tokoh Penggerak Pluralisme. Ridwan Kamil meraih penghargaan ini karena sebagai kepala daerah, ia terus menunjukkan semangat menegakkan Pancasila dan menguatkan toleransi antarsuku, ras, dan agama di wilayah yang dipimpinnya.

Usai menerima penghargaan, Ridwan menyatakan dirinya komit menunjukkan bahwa Bandung ramah terhadap kebhinekaan, toleransi dan menghargai sesama warga bangsa meski beda agama. Selama lima tahun, Kamil mengaku memberikan izin untuk 300 rumah ibadah non-Muslim.

“Artinya, 60 bangunan ibadah per tahun kami izinkan,” kata Ridwan Kamil saat menerima penghargaan.

Ridwan Kamil menceritakan pengalamannya saat tinggal di Hong Kong dan New York, AS. Ia mengalami kesulitan mencari mushala untuk menunaikan ibadah sholat. Baginya, situasi yang dihadapi Muslim, yang minoritas di kedua negara itu, sangatlah menyedihkan.

Maka sejak itu, Kang Emil mengaku punya komitmen dan mimpi, bahwa jika dia berkuasa, maka dia akan selalu melindungi kaum minoritas. “Termasuk menyediakan fasilitas tempat beribadah,” ujarnya.

Dengan itu, selama merupakan penduduk Bandung, Ridwan berjanji akan melindungi hak beribadahnya. Pria yang akrab disapa Kang Emil itu komit memberikan pelayanan yang sama dengan masyarakat lainnya.

Soal pluralisme Bandung sendiri, menurutnya, tak bisa ditahan oleh siapapun. Sebab sebagai kota pelesir, Bandung banyak didatangi oleh masyarakat dari mana saja. Belum lagi bicara Bandung sebagai bagian dari Indonesia yang memang hakikatnya adalah terdiri dari berbagai budaya.

Baca Juga :  Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

“Maka kalau ada orang yang ingin menyeragamkan Indonesia ini dengan paksaan, itu sudah melawan narasi sejarah,” ulasnya.

“Saya percaya, mayoritas warga Bandung sangat santun dan toleran.”

Penghargaan kepada Kang Emil diberikan di sela perayaan Natal Paguyuban Pemuda Kristen Bandung Raya. Politikus PDIP Maruarar Sirait yang menjadi Penasehat Acara itu, terlibat dan menyerahkan langsung penghargaan itu.

Maruarar Sirait sendiri memuji komitmen Ridwan Kamil dalam menjaga Pancasila dan Kebinekaan, terbukti dengan kebijakan yang melindungi seluruh umat beragama.

“Kita selalu mendukung, menghargai komitmen Kang Emil, yang selama ini sudah terbukti. Terima kasih Kang Emil,” kata Maruarar.

Kang Emil sendiri tak lupa memuji Maruarar, dan menyatakan bahwa sosok Politikus PDIP itu merupakan pribadi yang benar-bener mengamalkan semangat pluralisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal tersebut bisa dia buktikan selama tiga kali berturut berhasil menjadi wakil rakyat dari daerah pemilihan Subang, Majalengka dan Sumedang yang notabenya masyarakat di sana mayoritasnya beragama Islam.

“Bang Ara ini juga merupakan sosok yang gigih memperjuangkan semangat toleransi dan pluralisme. Hal tersebut dia buktikan dengan gigih memperjuangkan umat muslim yang ada di tanah Batak,” ulas Kang Emil.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan
Waktu Baca 5 Menit
Baju Padel Wanita
5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000
Waktu Baca 4 Menit
Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial
Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit

Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia

Waktu Baca 6 Menit

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Narasi ‘Cuci Tangan’ Disorot, Pakar: Proses Masih Berjalan

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?