Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Walaupun Geopolitik Global Tidak Stabil Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Cukup Baik
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Walaupun Geopolitik Global Tidak Stabil Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Cukup Baik

Atti K. Selasa, 20 Februari 2024 | 13:29 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit : Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) dan peluncurkan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) di Jakarta, Selasa (20/2)/Doc/Ist
Bagikan

Telegraf – Presiden Joko Widodo mengatakan geopolitik global masih tetap kurang baik, kurang kondusitf, terlihat masih adanya perang seperti Ukraina dan Gaza. tetapi yang paling penting dalam negeri stabil.

“Pastinya ini melegakan indsutri keuangan dan membangkitkan industri keuangan yang makin kokoh untuk mendukung pertumbuan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkap Joko Widodo (Jokowi)dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) dan peluncurkan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) di Jakarta, Selasa (20/2).

Jokowi mengungkapkan ia merasa senang bahwa permodalan perbankan mencapai 27,69%. Ini di atas negara-negara di kawasan, kredit perbankan juga masih bisa tumbuh di double digit, di 10,38 Yoy, ini juga sudah di atas level pra pandemi. Dan ekonomi Indonesia juga tumbuh masih sangat baik, yaitu 5,05%. Infalsi juga terkendali, terjaga di 2,57%. Cadangan devisa masih di 145 biliion US dolar. Neraca dagang kita juga surplus 36 billion US dolar atau kira-kira 570 triliun rupiah. Current account defisit kita juga surplus di 0,16%.

Jokowi juga menyampaikan untuk terus belajar dari krisis keuangan di masa lalu dan agar tetap waspada dalam menjaga industri jasa keuangan dan perekonomian, terus meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan serta dukungan terhadap pembiayaan UMKM dan keuangan berkelanjutan.

“Saya mengapresiasi penyempurnaan taknonomi berkelanjutan Indonesia yang diluncurkan tadi oleh Ketua OJK sehingga inisiatif keuangan hijau bisa menyeimbangkan aspek ekonomi, lingkungan dan inklusivitas. Terima kasih atas dedikasi Bapak/Ibu dan kerja keras OJK dalam memajukan sektor keuangan,” kata Presiden.

Baca Juga :  Whoosh Dapat Saingan Baru, Jakarta-Bandung Hanya 1,5 Jam Dengan Kereta Pajajaran

Dikesempatan yang sama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar menjelaskan minat berinvestasi di pasar modal terus tumbuh dengan jumlah investor bertumbuh lima kali lipat dalam 4 tahun terakhir. Di sisi lain di tengah normalisasi kebijakan moneter yang terus berlanjut serta tekanan terhadap arus investasi, likuiditas sektor jasa keuangan terjaga berada di atas ambang ketentuan.

“Walaupun pengaruhnya telah terlihat dengan pertumbuhan dan tidak ketiga yang termoderasi, solvabilitas industri jasa keuangan juga terpantau solid baik di sektor perbankan perusahaan pembiayaan maupun asuransi dan dana pensiun bahkan sektor perbankan 27,65% di atas negara-negara kawasan,” ungkapnya.

Lanjutnya sinergi yang semakin baik antar otoritas sektor keuangan yaitu OJK, Kementerian Keuangan Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Mahendra optimis ruang pertumbuhan ekonomi Indonesia masih besar, inisiatif reformasi struktural seperti revitalisasi industri pembukaan peluang pada ekonomi yang bernilai tambah tinggi dan berkelanjutan serta ekonomi baru dan pemanfaatan bonus demografi mampu memberikan daya ungkit terhadap perekonomian Indonesia untuk mensinergikan potensi pertumbuhan ekonomi.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Trump Akan Hentikan Secara Permanen Migrasi Dari Negara-Negara Miskin ke AS
Waktu Baca 5 Menit
PBNU Diminta Mempercepat Muktamar Untuk Selesaikan Konflik
Waktu Baca 4 Menit
Whoosh Dapat Saingan Baru, Jakarta-Bandung Hanya 1,5 Jam Dengan Kereta Pajajaran
Waktu Baca 3 Menit
Relawan Ini Resmi Deklarasikan Dukungan Untuk Sufmi Dasco Sebagai Cawapres Prabowo
Waktu Baca 2 Menit
Viralitas Tumbler Membuat Dirut KCI Diganti Dari Posisinya Jabatannya
Waktu Baca 3 Menit

PSI Buka Suara Terkait Peresmian Bandara di Morowali Oleh Jokowi

Waktu Baca 2 Menit

Jelang Nataru, Prabowo Panggil Bahlil dan Purbaya ke Istana

Waktu Baca 5 Menit

Ekonomi Indonesia Masih Ditopang Oleh Investasi, Hilirisasi dan Digitalisasi

Waktu Baca 4 Menit

Queen Máxima Apresiasi BTN, Kurangi Cicilan KPR Dengan Penukaran Sampah Rumah Tangga

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Seorang wanita membonceng sepeda motor, bagian dari layanan ride-hailing Go-Jek, di jalan yang sibuk di Jakarta Pusat, Indonesia 18 Desember 2015. Presiden Indonesia secara terbuka menegur salah satu menteri kabinetnya pada hari Jumat karena tindakan keras terhadap layanan ride-hailing seperti Uber dan Go-Jek, yang memicu kemarahan di media sosial di negara di mana pilihan transportasi umum terbatas. REUTERS/Garry Lotulung
Ekonomika

Sistem Bagi Hasil Transportasi Online Dinilai Belum Adil dan Transparan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Negosiasi Utang Whoosh, CEO Danantara Bakal Ajak Purbaya ke China

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Jadi Utusan PBB, Ratu Belanda Akan Temui Prabowo Bahas Kerjasama Finansial

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Buka Pengaduan Publik Untuk Perbaikan Data Penerima Bansos

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Jelang Libur Nataru, KAI Berikan 1,5 Juta Diskon Gede-Gedean

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Di G20 Johannesburg, Gibran Pamerkan Aplikasi QRIS ke Jepang dan Korea

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Prabowo Bahas Soal Kepemilikan Lahan dan Penguasaan Tambang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Indonesia Tekankan Soal Inklusi Global di KTT G20 Afrika Selatan

Waktu Baca 6 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?