Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Target KUR 2018 120 Triliun dan Masih Banyak Kendala
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Target KUR 2018 120 Triliun dan Masih Banyak Kendala

Atti K. Kamis, 18 Januari 2018 | 16:53 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Wujudkan Keputusan Presiden No 14 tahun 2015 mengenai komite kebijakan pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, melalui Kementrian Koperasi (Kemenko) terus mendorong percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), menaambah bank penyalur KUR, menambah perusahaaan penjamin KUR, mengikutsertakan lembaga keuangan bukan bank dan koperasi sebagai penyalur KUR, serta melakukan sosialisasi program KUR keberbagai daerah.

Berkaitan dengan target di tahun 2018 sebesar Rp120 Triliun, dimana sejak tahun 2015-2016 target terus melonjak, dibanding tahun 2017 lalu yang hanya Rp106,6 triliun. Sementara jumlah debitur yang ada sebanyak 4 juta lebih penerima.

Hal itu di ungkapkan Yuana Setyowati Debuti Pembiayaan dan UMKM Kemenkop dalam diskusi panel dengan tema Tantangan Penyaluran KUR 2018, di kantor Kementrian Koperasi, Jln RM Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan, Kamis, (18/1/2017).

“Target penyaluran kredit untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2018 sebesar Rp120 triliun, atau meningkat dibanding tahun 2017 yang mencapai Rp106, 6 triliun,” ungkap Yuana.

Yuana menjelaskan untuk tahun 2017 ini capaian KUR sebesar Rp 96,, 71 triliun dari target Rp 106 triliun,” tegasnya, penyaluran KUR dilakukan oleh 15 bank umum dan swasta, 19 BPD, 4 lembaga keuangan non bank dan 2 koperasi.

Serta dalam penyaurannya meliputi KUR mikro mencapai Rp 65, 17 triliun dengan 3,8 juta debitur, KUR ritel sebesar Rp 32,32 triliun dengan 217,1 debitur serta untuk KUR TKI sebesar Rp 329,631 juta dengan 22,663 debitur.

Baca Juga :  Banyak Perusahaan China Tak Bayar Pajak, Purbaya: Nanti Kita Tindak Cepat

Sementara William Pasaribu  Asisten Debuti Urusan Asuransi Penjaminan dan Pasar Modal Kemenkop mengatakan peningkatan tersebut tidak mudah dalam merealisasikannya hal ini di karenakan penambahan penyalur tidak begitu saja bisa daftar dan langsung berfungsi sebagai penyalur tetapi masih butuh proses yang butuh waktu lama. Sehingga harus menunggu sehingga target penyaluran tidak langsung mencapai target.

“Untuk proses persyaratan memperlukan waktu sehingga jika misalkan jumlah 40 penyalur, banyak penyalur yang baru diputuskan akhir tahun. Sehingga target penyaluran belum sampai pada target yang ada, sementara lebaga yang baru ini memerlukan penyesuaian,” tutur William.

Wiliam menuturkan untuk tahun 2018 penambahan penyalur KUR terdapat 41 yang terdiri 37 lembaga keuangan perbankkan, 2 lembaga keuangan non bank serta 2 koperasi simpan pinjam.

Mohamad Miftah Deputi Direktur Spesialis Penelitian Mikroprudensial Bank Umum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menambahkan untuk mempercepat pertumbuhan penyaluran KUR OJK menerbitkan proggram laku pandai dimana layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusi, program jaringan (jangkauan, sinergi, dan guidline), serta program lainnya seperti OJK proksi serta tim percepatan akses keuangan daeraj (TPAKD).

“Dimana TPAKD sebagai forum koordinasi antara institusi dan steacholders diharapkan dapat meningkatkan dan mempercepat akses keuangan didaerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera,” tuturnya. (Red)

Photo Credit : Telegraf/Atti Kurnia


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Tekan Unbanked, LPS Targetkan Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan
Waktu Baca 2 Menit
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Waktu Baca 8 Menit
Senator Dayat El: Polri Lebih Efektif di Bawah Komando Presiden Langsung
Waktu Baca 2 Menit
eSIM XL PRIORITAS
eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern
Waktu Baca 4 Menit
SPPG Yang Tolak Pasokan Dari UMKM dan Petani Kecil Bakal Disanksi BGN
Waktu Baca 2 Menit

Prabowo Bakal Hadiri Seremonial Penerimaan Pesawat Tempur Rafale Buatan Prancis

Waktu Baca 2 Menit

Banyak Perusahaan China Tak Bayar Pajak, Purbaya: Nanti Kita Tindak Cepat

Waktu Baca 2 Menit

378 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota KIP 2026-2030, Ini Daftarnya

Waktu Baca 12 Menit

10,8 Juta Rumah Ditargetkan Dapat Layanan Internet Murah Pada 2030

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Disetujui DPR, Thomas Djiwandono Kini Jadi Deputi Gubernur BI

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Seorang karyawan melewati layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. ANTARA/Galih Pradipta
Ekonomika

Menunggu Pertemuan The Fed IHSG Dibuka Menguat Hari Ini Capai Level 9.000

Waktu Baca 6 Menit
Ekonomika

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Bahlil Akan Terbitkan Harga Pokok Minimum Timah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Yang Digadang Jadi Deputi Gubernur BI

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Usai Jualan Prabowonomics di WEF, Prabowo Gondol Investasi Senilai Rp90 T ke Indonesia

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Pengolahan Tambang Freeport. ANTARA
Ekonomika

Bidik Produksi 85% Pada 2026 Freeport Kembali Operasikan Grasberg

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pertumbuhan Perbankan Nasional Terjaga, Likuiditas dan Permodalan Tetap Kuat

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Sampai Saat Ini, SPBU Swasta Belum Memesan Solar ke Pertamina

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?