Telegraf – Bersama tim gabungan jurnalis dan fotografer, Permata Sanny Peduli sambangi anak anak kristiani yang menjadi korban Gempa Canjur.
Bersamaan Natal tahun ini (2022) Permata Sanny Peduli tim gabungan jurnalis dan fotografer kembali mengandeng Tim Reaksi Cepat (TRC) Solidaritas Merah Putih (Solmet) dalam berbagi kasih tanpa memandang suku ras dan agama.
Tak hanya membahagiakan anak anak kristiani yang tmenjadi korban gempa, Permata Sanny Peduli tim gabungan jurnalis dan fotografer juga membahagiakan anak anak di Cianjur khususnya daerah Gasol, Cugenang dengan trauma healing.
”Kegiatan baksos ketiga kami dikhususkan untuk anak-anak. Sekaligus merayakan Natal bersama anak anak yang terdampak gempa,” papar Permata Warokka selaku penggagas Permata Sanny Peduli.

Ia mengungkapkan toleransi beragama sebagai misi utama Permata Sanny Peduli,”berbagi kasih seharusnya tidak memandang siapapun itu, bertepatan natal tahun ini dan kebetulan cianjur sedang tertimpa musibah, kita andil untuk membahagiakan sesama,” tambahnya.
Niat baik tersebut disambut baik anak-anak yang tengah merayakan Natal di Gereja Kristen Pasundan. ”Waktunya sangat tepat sekali, anak anak sedang merayakan Natal Anak Sekolah Minggu. Lalu ada kejutan dari teman teman Permata Sanny Peduli dan TRC Solmet. Anak anak happy mendapat bingkisan Natal,” ucap Pendeta Anna Savira.
Bingkisan Natal berupa perlengkapan sekolah seperti tas, set alat tulis, buku gambar, diary, buku dan pensil mewarnai serta paket makanan anak, dibagikan langsung oleh Sinterklas. Tampak kebahagiaan terpancar dari mata anak anak yang hari itu tak mengira mendapat kejutan.

”Harapan kami gerakan ini bisa berkesinambungan agar setiap orang boleh merasakan kebahagiaan di momen apapun juga. Natal atau pun Idul Fitri supaya kita memang satu. Kondisi sekarang kita bersyukur aman berkat Tuhan yang luar biasa. Mudah mudahan budaya ini, kita kembangkan terus. Karena tidak ada perbedaan, perbedaan itu indah,” sambung Anna.
Selain Gereja Kristen Pasundan, tim juga berbagi bingkisan Natal di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Katolik Santo Petrus, Gereja Bethel Indonesia, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI).
”Total untuk kegiatan ‘Berbagi Kasih Natal’ sebanyak dua ratus bingkisan untuk anak-anak yang terdampak. Semoga apa yang kami berikan bisa menambah kebahagiaan khususnya bagi anak anak yang merayakan Natal,” Permata menambahkan.