Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Soni Gencarkan Gerakan Anti Pungli di Ditjen Otda
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Soni Gencarkan Gerakan Anti Pungli di Ditjen Otda

Telegrafi Senin, 24 Oktober 2016 | 11:24 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Ilustrasi Pungli
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Dirjen Otonomi Daerah Soni Soemarsono menegaskan akan memerangi praktek-praktek pungli di jajaran birokrasinya dengan sistem pengawasan melekat. Untuk itu, Alumni UGM ini membentuk tim Taks Force dengan nama Tim Anti Pungli. Tugas tim tersebut melakukan pengawasan internal yang langsung dipimpin Sekretaris Ditjen Otda.


“Kami di Ditjen Otda ini sudah membentuk tim namanya Tim Anti Pungli, anggotanya tiga orang diketuai Sekretaris Ditjen, Tm Anti Pungli ini nantinya akan mengawasi teman sendiri, karena itu saya harapkan setiap elemen bisa membentuk tim anti pungli sendiri jadi saling mengawasi,” papar Dirjen Otda Dr Soni Sumarsono saat melantik dan memberikan pembekalan kepada para pejabat eselon IV, di Kantor Ditjen Otda, Jakarta, Selasa siang (18/10/2016)

Soni sangat mengapresiasi dan siap melaksanakan program Presiden Joko Widodo dalam rangka memerangi praktek pungli di instansi pemerintah.


“Saya sangat apreciate, pak Presiden tidak hanya ngurusi yang miliaran, sepuluh ribu pun akan diurusi pak Presiden manakala itu pungli, karena ini akan menciptakan ekonomi biaya tinggi,” tambah pria kelahiran Tulungagung Jawa Timur ini.

Perintah dari Presiden, lanjut Soni, bagi yang OTT karena Pungli tidak ada proses BAP-BAP an, jika tertangkap basah melakukan pungli langsung dipecat. “Itu sebenarnya perintahnya,” tandas mantan Plt Gubernur Sulut ini.

Menurut Soni, menteri dalam negeri sudah menegaskan kembali bahwa dari seluruh Direktorat Jenderal dibawah Kemendagri yang paling rawan adalah Direktorat Jenderal Otonomi Daerah.

“Semua lini, semua meja, peluang itu ada, karena itu sebagai Dirjen sudah barang tentu saya ingin mengingatkan mari kita laksanakan amanah dan perintah ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Karena itu menjadi perintah pimpinan dari Presiden sampai dengan menteri, Soni berpesan kepada pejabat dan PNS agar dengan sudah adanya tunjangan kinerja yang selama ini ada, sudah mencukupi dalam kebutuhan gaji.

“Sudahlah tidak usah neko-neko laksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya, saya kira, itu (birokrasi,red) jangan mudah kepancing dengan iming-iming yang datang dari orang daerah, saya ingin lebih menjaga bahwa kita bisa mengelola negara ini dengan bersih,” pesan Soni dihadapan para pejabat yang hadir dalam acara pelantikan di ruang rapat Ditjen Otda.

Soni perlu menegaskan persoalan ini karena jika diketahui jajarannya melakukan pungli maka sanksinya tidak ada BAP langsung dipecat.

Jadi Soni berharap mudah-mudahan dengan dibentuknya Tim Anti Pungli yang diketuai sekretaris Ditjen, bisa dicegah dan diminalisasi praktek tidak terpuji tersebut, sekaligus tim akan melakukan pembinaan.

“Oleh karena itu, pesan saya tidak usah saudara pakai main diluar, cari restoran, hotel bertemu orang daerah untuk lobi-lobian hanya urusan itu. Tapi layani rakyat dengan sebaik-baiknya, secepat-cepatnya saya kira itu termasuk juga pejabat daerah itu semakin dilayani semakin baik,” kata Soni.

“Jangan punya kesan kita menghambat kecuali memang syaratnya tidak lengkap,” tambahnya.

Saat ini, lanjut Soni, di Ditjen Otda memang rawan pungli dimana mulai dari Direktorat I Penataan Daerah rawan pungli usulan pemekaran daerah. Di Direktorat II KDH dan DPRD juga rawan pungli yakni di proses perijinan dan SK-SK. Kemudian di Direktorat III kelembagaan rawan dengan persoalan mutasi dan kasus. Dan keempat, Direktorat IV pendukung daerah juga tidak kecil kemungkinan terjadi.

Dan termasuk bagian yang berkaitan dengan pemberian registrasi persoalan sengketa dan evaluasi kinerja karena orang berlomba ingin mendapatkan penghargaan dari negara.

“Ini semua di direktorat jenderal otonomi daerah benar-benar punya potensi untuk itu karena itu tolong jaga integritas kita bersama maka himbauan saya ya mari kerja dengan benar ibarat kata ya tapi dalam batas toleransi tertentu, pesan Soni.

Menurut Soni, pejabat eselon IV adalah frontline ujung tombak layanan publik. “Kalau saya kan paling ujung semua sudah selesai diproses, terakhir baru saya dan pekerjaan saya terakhir hanya tanda tangan saja karena dibawah sudah diproses, saya hanya bisa pesan ini saja,” katanya.

Soni menghimbau kepada para direktur di jajarannya agar memberikan sebuah pengawasan melekat terhadap struktural dibawahnya terutama para Kasubdit dan kepala seksi. “Dengan pengawasan melekat ini mudah-mudahan Otda bisa lebih bagus,” kata Soni.

Soni bersyukur dibawah kepemimpinannya akuntabilitas Ditjen Otda mendapatkan opini Wajar Tanpa Syarat (WTP) dari BPK. Dan menjadi instansi terbaik dengan nilai pengembalian nol rupiah. (red)

Foto : Ilusatrasi praktek pungli. | Ist Photo

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Gubernur Dorong Transformasi dan Persiapan IPO
Waktu Baca 3 Menit
Rock Ngisor Ringin Part #2 Jadi Ajang Kumpul Musisi Rock Tanah Air
Waktu Baca 4 Menit
Program FLPP Capai Rekor 263 Ribu Unit, BTN Dominasi Penyaluran Rumah Subsidi Nasional
Waktu Baca 4 Menit
BSN Resmi Beroperasi Usai Spin-Off dari BTN, Bidik Pertumbuhan Perbankan Syariah Nasional
Waktu Baca 3 Menit
Tradisi Warga Indonesia Dalam Merayakan Malam Tahun Baru di New York
Waktu Baca 6 Menit

OJK Bentuk Departemen UMKM dan Keuangan Syariah, Pengawasan Bank Digital Berlaku 2026

Waktu Baca 3 Menit

Keamanan Digital Adalah Tanggung Jawab Setiap Pengguna Teknologi

Waktu Baca 2 Menit

Keamanan Digital Kebutuhan Mendasar di Tengah Transformasi Teknologi

Waktu Baca 2 Menit

BTN Salurkan Bantuan Rp8 Miliar untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Prabowo Tak Tetapkan Status Bencana Nasional, Ini Alasannya

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Perbaikan Akibat Bencana, Prabowo: Kita Punya Anggarannya

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Korban Akibat Bencana di Sumut dan Sumbar Jadi 442 Jiwa

Waktu Baca 8 Menit
Nasional

Prabowo Kunjungi Korban Banjir Sumatra, Pastikan Langkah Darurat Dilakukan

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

BNPB Sebut Jumlah Korban Meninggal Dunia di Sumut, Sumbar dan Aceh Jadi 303 Jiwa

Waktu Baca 7 Menit
Nasional

Penanganan Bencana di Aceh-Sumut-Sumbar Difokuskan Pada Titik Prioritas

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Prabowo Minta Penanganan Pengiriman Bantuan Bencana di Sumbar Dipercepat

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Tetapkan Tanggap Darurat, Pemkab Aceh Tengah Minta Percepatan Bantuan

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?