Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Sepanjang 2018 Konflik Afganistan Telah Tewaskan 32.000 Warga Sipil
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Internasional

Sepanjang 2018 Konflik Afganistan Telah Tewaskan 32.000 Warga Sipil

Telegrafi Senin, 25 Februari 2019 | 18:44 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Pasukan keamanan Afghanistan berjalan di sekitar lokasi serangan bom mobil di Kabul, Afghanistan / AFP PHOTO / SHAH MARAI (Photo credit should read SHAH MARAI/AFP/Getty Images)
Bagikan

Telegraf, Jenewa – Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan jumlah kematian warga sipil Afganistan mencapai rekor tertinggi pada 2018. Setidaknya 32.000 warga sipil telah tewas dan 60.000 lainnya terluka dalam dekade terakhir perang Afghanistan.

Menurut laporan PBB yang dirilis pada Minggu (24/02/19), lebih banyak warga sipil tewas dalam perang Afghanistan pada tahun 2018 dari pada tahun lainnya.

Kematian warga sipil melonjak 11% dari 2017 dengan jumlah 3.804 orang tewas, termasuk 927 anak-anak, dan 7.189 orang lainnya terluka. PBB menyatakan serangan bunuh diri dan pemboman mendatangkan malapetaka di seluruh negara yang dilanda perang itu.

Laporan itu dirilis sehari sebelum AS dan Taliban mengadakan putaran perundingan lanjutan yang bertujuan untuk mengakhiri konflik. Perundingan itu meningkatkan harapan tentatif untuk perdamaian bersama dengan kekhawatiran bahwa penarikan pasukan Amerika dapat menyebabkan perang saudara yang bahkan lebih berdarah.

Pembicaraan di Doha menyusul tahun-tahun meningkatnya kekerasan di Afghanistan. Menurut PBB, setidaknya 32.000 warga sipil telah tewas dan 60.000 lainnya terluka dalam dekade terakhir, ketika organisasi mulai mengumpulkan data.

Kenaikan aksi kekerasan pada tahun 2018 bertepatan dengan peningkatan signifikan dalam jumlah kematian yang disebabkan oleh “penargetan warga sipil yang disengaja”.

Menurut laporan itu, sebagian besar korban jiwa berasal dari serangan bunuh diri oleh pejuang yang bersekutu dengan Taliban atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Kelompok bersenjata anti-pemerintah menyumbang 63 % dari jumlah korban.

“Sudah waktunya untuk mengakhiri kesengsaraan dan tragedi manusia ini,” kata Tadamichi Yamamoto, kepala misi PBB di Afghanistan. (Red)

Photo Credit : Pasukan keamanan Afghanistan berjalan di sekitar lokasi serangan bom mobil di Kabul, Afghanistan. GETTY IMAGES/Shah Marai
Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Gebrakan Generasi Z dan Milenial: 54 Persen Kekuatan Pasar Modal Indonesia Kini di Tangan Anak Muda
Waktu Baca 3 Menit
Hacking Hackers
Komdigi dan DPR RI Kembali Perkuat Sistem Pertahanan Semesta Digital
Waktu Baca 2 Menit
Pemerintah Dorong Ruang Digital Aman Demi Cetak Generasi Emas 2045
Waktu Baca 2 Menit
Pentingnya Literasi Digital, DPR Bareng Komdigi Bahas Bahaya Judi Online
Waktu Baca 2 Menit
Diundang NASA ke Amerika Si Jenius Raya Pelajar Temanggung Makin Mendunia
Waktu Baca 4 Menit

Bung Karno dan Soerjo Projo: Menakar Nasib Bangsa di Era Prabowo

Waktu Baca 12 Menit

Diduga Ancam Warga Saat Urus Ijin Domisili WNA, Ketua RW di Cengkareng Timur Dipolisikan

Waktu Baca 4 Menit

Antara Resilience, IQ, dan Ajaran Tri Dharma di Tengah Persaingan Global

Waktu Baca 9 Menit

Gerindra Hanya Tegur Anggotanya Yang Kedapatan Merokok Saat Rapat Legislative

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Internasional

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit
Internasional

Trump Ancam Kanada Jika Terus Melakukan Hubungan Perdagangan Dengan China

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Indonesia dan Prancis Tegaskan Kerja Sama Dalam Pertemuan Paris

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Ancaman Trump Terhadap Greenland Bangkitkan Rasa Persatuan di Denmark

Waktu Baca 11 Menit
Internasional

AS Kirim Kapal Perang ke Iran, Trump: Mereka Kami Awasi Sangat Ketat

Waktu Baca 7 Menit
Internasional

JPMorgan dan CEO Jamie Dimon Kena Gugat Rp84 Triliun Oleh Presiden Trump

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Pidato Prabowo di WEF Davos, Tegakkan Konstitusi dan Supremasi Hukum

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Resmi Hengkang Dari WHO Amerika Serikat Tinggalkan Setumpuk Hutang

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?