Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Kekeh Tak Mau Tarik Ucapannya Soal Taiwan, PM Jepang Buat China Makin Geram
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Internasional

Kekeh Tak Mau Tarik Ucapannya Soal Taiwan, PM Jepang Buat China Makin Geram

Indra Christianto Sabtu, 22 November 2025 | 23:31 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berbicara dalam konferensi pers di kantor perdana menteri di Tokyo pada 21 Oktober. AP Photo/Yonhap
Bagikan

Telegraf – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menolak tuntutan China agar ia menarik kembali pernyataannya terkait Taiwan, dengan menegaskan bahwa tidak ada perubahan pada sikap Tokyo mengenai respons terhadap krisis keamanan regional besar.

Takaichi baru-baru ini menjadi pemimpin Jepang pertama dalam beberapa dekade yang secara terbuka mengaitkan krisis Selat Taiwan dengan kemungkinan pengerahan pasukan Jepang. Pernyataan itu memicu reaksi keras dan balasan ekonomi dari Beijing.

Sejak itu, ia membatasi pernyataannya pada posisi yang lebih umum, sejalan dengan para perdana menteri Jepang sebelumnya dan dalam keterangannya kepada wartawan pada Jumat sebelum berangkat ke pertemuan G-20 di Afrika Selatan, ia kembali menegaskan sikap tersebut.

“Terkait situasi yang mengancam keberadaan Jepang, pemerintah akan membuat penilaian komprehensif berdasarkan seluruh informasi yang tersedia, dengan mempertimbangkan kondisi spesifik dari setiap situasi aktual yang muncul.” katanya ketika ditanya apakah ia berniat menarik pernyataan yang membuat Beijing marah.

“Saya sendiri telah berulang kali menyampaikan posisi ini dalam jawaban saya. Sikap pemerintah tetap konsisten,” tegasnya.

Perselisihan dengan China menjadi tantangan diplomatik besar pertama bagi Takaichi sejak ia menjabat bulan lalu. Meski pejabat, media pemerintah, dan diplomat China melakukan tekanan intensif agar ia mencabut pernyataannya, Takaichi dan para pejabat seniornya justru berusaha meredakan ketegangan dan melangkah maju.

Dalam pernyataannya pada Jumat, Takaichi mengatakan ia ingin terus berupaya memperbaiki hubungan setelah pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping di KTT APEC di Korea Selatan bulan lalu.

“Presiden Xi dan saya menegaskan arah besar untuk secara komprehensif memajukan hubungan strategis yang saling menguntungkan dan membangun hubungan yang konstruktif serta stabil. Tidak ada perubahan sama sekali pada sikap ini,” ujar Takaichi.

China akan diwakili oleh Perdana Menteri Li Qiang di G-20, namun sejauh ini belum ada rencana pertemuan dengan Takaichi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan pada Rabu bahwa apabila Tokyo menolak menarik pernyataan Takaichi soal Taiwan yang membuat Beijing marah, China akan mengambil “tindakan balasan serius.”

China sudah merespons dengan sejumlah langkah ekonomi dan ancaman balasan lebih lanjut. Beijing mengimbau warganya agar tidak berwisata ke Jepang, menangguhkan upaya melanjutkan impor produk laut Jepang, dan menghentikan persetujuan film-film Jepang baru. Namun hingga kini, China belum mengancam pasokan logam tanah jarang ke Jepang.

Perselisihan ini dipicu setelah Takaichi menyatakan bahwa jika kekuatan militer digunakan dalam krisis Taiwan, situasi itu dapat dianggap sebagai “situasi yang mengancam keberadaan” Jepang. Klasifikasi tersebut akan memberi dasar hukum bagi Jepang untuk mengerahkan militer demi membantu negara-negara sahabat.

Pertemuan antara diplomat Jepang dan China awal pekan ini tampaknya tidak banyak meredakan ketegangan, dengan pihak China menyatakan ketidakpuasan terhadap hasil pembicaraan.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

PGN Bentuk Satgas RAFI 2026, Amankan Pasokan Gas Selama Ramadhan dan Idul Fitri
Waktu Baca 3 Menit
Lonjakan Aktivitas Migas Picu Tantangan Baru bagi Industri Asuransi Energi
Waktu Baca 5 Menit
Budi Rahardjo
Presiden Prabowo Mendengar, Indonesia Melangkah: Bebas Aktif di Tengah Pusaran Dunia
Waktu Baca 5 Menit
OJK: Ekonomi Februari 2026 Tumbuh Solid, Waspadai Tekanan Geopolitik dan Volatilitas Pasar
Waktu Baca 4 Menit
Pemerintah Gelontorkan Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Swasta Wajib Bayar Penuh H-7 Lebaran
Waktu Baca 4 Menit

Strategi OJK Kelola Risiko Iklim: Perkuat Pengawasan, Wajibkan CRMS, dan Bentuk Kemitraan Internasional

Waktu Baca 4 Menit

Pernyataan Lama Ketua DPD Kembali Viral, Densus Digital Soroti “Politik Daur Ulang”

Waktu Baca 3 Menit

LPS Bayar 88 Persen Rekening Nasabah BPR Prima Master Bank, Proses Klaim Dilanjutkan Bertahap

Waktu Baca 2 Menit

BSN Ekspansi ke Ekosistem Muhammadiyah, Dongkrak Pangsa Pasar Perbankan Syariah

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Internasional

Trump Ancam Kanada Jika Terus Melakukan Hubungan Perdagangan Dengan China

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Indonesia dan Prancis Tegaskan Kerja Sama Dalam Pertemuan Paris

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Ancaman Trump Terhadap Greenland Bangkitkan Rasa Persatuan di Denmark

Waktu Baca 11 Menit
Internasional

AS Kirim Kapal Perang ke Iran, Trump: Mereka Kami Awasi Sangat Ketat

Waktu Baca 7 Menit
Internasional

JPMorgan dan CEO Jamie Dimon Kena Gugat Rp84 Triliun Oleh Presiden Trump

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Pidato Prabowo di WEF Davos, Tegakkan Konstitusi dan Supremasi Hukum

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Resmi Hengkang Dari WHO Amerika Serikat Tinggalkan Setumpuk Hutang

Waktu Baca 4 Menit
Internasional

Tandatangani Piagam Board of Peace, Prabowo Implementasikan Solusi Dua Negara

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?