Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Renatta Ingin Orang Mengenal Beragam Masakan Nusantara
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Lifestyle

Renatta Ingin Orang Mengenal Beragam Masakan Nusantara

Hanna Iffah Jumat, 19 Februari 2021 | 04:20 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Renatta Moeloek
Photo Credit: Renatta Moeloek. FILE/Dok/Ist. Photo
Bagikan

Telegraf – Saat menyebut makanan Indonesia, bagi sebagian besar warga negara asing mungkin yang terlintas di benak adalah nasi goreng dan nasi padang.

Namun, masakan Indonesia sangat beragam mengingat luas wilayahnya dan terdapat lebih dari 600 kelompok etnis di tanah air, kata koki selebritas Renatta Moeloek.

Ketika mengikuti tur kuliner di Eropa beberapa tahun yang lalu, Renatta mendapat kesempatan untuk menyajikan hidangan Indonesia di restoran lokal di Spanyol, Belgia, dan Slovakia.

Dia menyajikan naniura (acar ikan mentah dari Sumatera Utara), gehu (tahu isi) dan opor ayam untuk para tamu.

“Mereka semua sangat tertarik, banyak yang kagum dan kaget. Mereka tidak tahu masakan Indonesia begitu beragam karena yang mereka tahu hanya nasi goreng, rendang, mie goreng, dan sate,” kenangnya.

Banyak yang bahkan ingin memiliki resepnya, kata juru masak berusia 26 tahun itu seperti dilansir dari CNA.

Renatta, yang menjadi tenar berkat perannya sebagai juri MasterChef Indonesia, mengakui bahwa masakan Indonesia memang tidak seterkenal masakan Asia lainnya.

Masakan Vietnam, Thailand, dan Cina, misalnya, diterima secara luas di negara-negara barat.

“Tapi makanan Indonesia masih berusaha mencapai level itu,” ujarnya.

Agar sajian Indonesia mendunia, orang Indonesia pertama-tama harus berinisiatif mempelajari makanan lokal dan mengapresiasinya, ujar Renatta.

Ia pun memperkenalkan berbagai jenis masakan Indonesia kepada orang-orang.

Ketika tampil dalam berbagai kesempatan dia biasa menyajikan makanan Indonesia terutama seperti naniura dan gohu tuna.

Renatta Moeloek memulai kariernya di Indonesia sebagai koki untuk acara pribadi. (Foto: Ethereal Photography and Keys Talent Management)
Renatta Moeloek memulai kariernya di Indonesia sebagai koki untuk acara pribadi. Ethereal Photography and Keys Talent Management

Dia menilai bahwa semakin banyak orang Indonesia yang mulai menunjukkan ketertarikan pada masakan Nusantara, maka semakin besar harapan bahwa suatu hari makanan Indonesia bisa mendapatkan pengakuan yang layak.

Renatta berpendapat bahwa secara umum orang Indonesia tidak begitu mengetahui tentang masakan lokalnya.

“Saya kebetulan di Jakarta, jadi kalau tanya orang masakan Indonesia, tahunya masakan Jawa, Padang, atau Sunda. Ya ayam goreng, tempe, sambal, padahal kan jauh dari itu,” kata koki yang kerap disebut sebagai “Chef” Renatta tersebut.

Misalnya, ada makanan khas Manado, kuliner Maluku, dan masakan suku Batak yang semuanya memiliki teknik memasak berbeda.

Ketika Renatta belajar di sekolah kuliner dan perhotelan Le Cordon Bleu di Paris, Prancis, banyak orang Indonesia yang berkomentar betapa beruntungnya dia bisa menikmati “foie gras” (hati bebek atau angsa) sementara orang Indonesia biasanya makan tempe.

Oleh karena itu, upaya mengenalkan masakan Indonesia ke dunia luar harus dimulai dengan orang Indonesia mau mengenal dan menikmati makanannya sendiri.

Sebagai seorang juru masak, dia sadar akan kesehatan tetapi dia mengamati bahwa pola makan yang sehat belum banyak diterapkan di Indonesia.

Sangat mudah mengubah makanan Indonesia menjadi makanan sehat karena menggunakan banyak rempah-rempah.

Alih-alih digoreng, bahan makanan bisa dipanggang di oven, katanya. Bumbu juga dapat dikurangi untuk mengurangi asupan gula dan natrium.


Photo Credit: Renatta Moeloek. FILE/Ethereal Photography and Keys Talent Management

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Baju Padel Wanita
Lifestyle

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Lifestyle

Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia

Waktu Baca 6 Menit
Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
Lifestyle

DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Lifestyle

Korban Tas Branded Hilang Desak EcoRing Tanggung Jawab

Waktu Baca 5 Menit
Lifestyle

Kesehatan Jadi Salah Satu Prioritas Utama Pemerintah

Waktu Baca 3 Menit
Lifestyle

Jelang Natal dan Tahun Baru Kemana Tujuan Wisata Anda? Simak Info Dari Kemenpar Ini

Waktu Baca 3 Menit
[Gambar 1] Liburan Nikmat, Budget Hemat_BCA Digital dan ASTINDO Hadirkan DOLAN Travel Fair 2025
Lifestyle

Liburan Nikmat, Budget Hemat: BCA Digital dan ASTINDO Hadirkan DOLAN Travel Fair 2025

Waktu Baca 6 Menit
PUMA H-Street
LifestyleRilis

Isyana Sarasvati Warnai Peluncuran PUMA H-Street di Seoul dengan Gaya Autentik dan Energi Global

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?