Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Pertumbuhan Fintech Apakah Akan Menganggu Perkembangan Perbankan Konvensional?
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Pertumbuhan Fintech Apakah Akan Menganggu Perkembangan Perbankan Konvensional?

Atti K. Rabu, 27 Februari 2019 | 15:43 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Perkembangan dan kemajuan teknologi yang begitu cepat dalam industri jasa keuangan merupakan cikal bakal tumbuhnya Fintech yang tidak dapat di pungkiri.

Setelah krisis keuangan global pada tahun 2018 fintech berbagai jenis dan varisai mulai berkembang di sejumlah negara maju termasuk indonesia. Perkembangan tersebut perlu adanya pendampingan serta bersinergi dengan yang lain.

Hal itu di ungkapkan Debuti Direktur Pengaturan Penelitian Pengembangan Finansial Teknologi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Munawar Khasan dalam sambutannya di Diskusi mikro forum mendorong sinergi lembaga keuangan – fintech di Jakarta.

Munawar mengatakan Fintech lending ini tidak akan menganggu perbankan konvensional karena perbankan konvensional memiliki segmen sendiri. Fintech justru memberikan kemudahan kepada masyarakat yang tidak bankable yang membutuhkan layanan cepat yang belum disediakan oleh perbankan konvensional.

“Kami tidak memandang fintech lending bukan kopentitor perbankan, karena perbankan memiliki segmented relatif berbeda, fintech lending justru hadir untuk masyarakat entitas yang tidak bankable yang membutuhkan layanan cepat yang belum mapu disediakan oleh perbankan,” tuturnya Kamis (27/2)

Munawar melanjutkan justru ini adalah menjadi moment untuk kerjasama atau menyinergikan antar industri fintech lending dengan perbankan. “Ini bisa di kerjasamakan atau disinergikan antara industri fintech lending dengan perbankan,” ungkapnya.

Faisal Jazuli Senior Vice Presiden IT PT BNI Persero (bank BNI) mengatakan dalam realitanya perkembangan fintech sangat pesat jika perusahaan tidak bisa mengimbangi perkembangan teknologi sebesar apapun perusahaannya akan runtuh.

Baca Juga :  Susul Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara Juga Ikutan Mundur Dari OJK

“Sebuah realita bahwa fintech perkebangannya sangat pesat, dalam mepertahankan cara kerja kita tanpa kita beradaptasai dengan realita yang ada dilapangan perusahaan sebesar apapun nanti lambat laun akan tumbang,” kata Faisal.

Faisal menjelaskan fintech sendiri masih lebih longgar karena ini masih baru, begitu juga dengan perbankkan waktu baru lahir tidak langsung teregulasi, begitu pula fintech.

“Regulasi itu muncul untuk melindungi pelaku perbankkan atau kegiatan ekonomi, fintechpun demikian bahwa agar tidak menuai berbagai masalah di kemudian hari. dimana fintech mempunyai mekanisme penyaluran kredit yang resikonya bisa terukur,” tambahnya.

Sehingga kegiatan fintech lending ini akan sehat, yang akan terjauhkan dari kredit macet. Faisal mengakui bahwa sebenernya cara menganalisa di fintech lebih akurat di banding perbankan konvensional, karena perbankan tidak pernah bisa menjangkau layanan yang sifatnya unik seperti yang terjadi kredit kecil.

Untuk diketahui jumlah fintech yang sudah terdaftar di OJK sebanyak 99 fintech, hingga Januari 2019 jumlah akumulasi penyaluran pinjaman melalui fintech landing sebanyak 25,59 triliun, sementara dari sisi borrower dan lender hingga Januari 2019 menunjukan sebanyak 5.160 entitas dan jumlah lender sebanyak 264.496 etitas danuntuk jumlah transaksi borrower sebanyak 17 juta. (Red)


Photo Credit : Pertumbuhan Fintech apakah akan menganggu perkembangan perbankan konvensional. TELEGRAF

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Foto : doc.Ist
PROPAMI Dukung OJK: Delapan Rencana Aksi untuk Mengoreksi Struktur dan Memulihkan Kredibilitas Pasar Modal
Waktu Baca 6 Menit
Hadiah Patung Tokoh Pers Dan Tokoh Samin Untuk PWI Pusat
Waktu Baca 3 Menit
Ini Respon Jaksa Saat Diminta Untuk Periksa Jokowi di Kasus Pertamina
Waktu Baca 2 Menit
Susul Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara Juga Ikutan Mundur Dari OJK
Waktu Baca 2 Menit
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar Mundur Dari Jabatan
Waktu Baca 4 Menit

Tekan Unbanked, LPS Targetkan Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit

GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan

Waktu Baca 8 Menit

Senator Dayat El: Polri Lebih Efektif di Bawah Komando Presiden Langsung

Waktu Baca 2 Menit

eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Banyak Perusahaan China Tak Bayar Pajak, Purbaya: Nanti Kita Tindak Cepat

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Disetujui DPR, Thomas Djiwandono Kini Jadi Deputi Gubernur BI

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Seorang karyawan melewati layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. ANTARA/Galih Pradipta
Ekonomika

Menunggu Pertemuan The Fed IHSG Dibuka Menguat Hari Ini Capai Level 9.000

Waktu Baca 6 Menit
Ekonomika

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Bahlil Akan Terbitkan Harga Pokok Minimum Timah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Yang Digadang Jadi Deputi Gubernur BI

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Usai Jualan Prabowonomics di WEF, Prabowo Gondol Investasi Senilai Rp90 T ke Indonesia

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Pengolahan Tambang Freeport. ANTARA
Ekonomika

Bidik Produksi 85% Pada 2026 Freeport Kembali Operasikan Grasberg

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pertumbuhan Perbankan Nasional Terjaga, Likuiditas dan Permodalan Tetap Kuat

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?