Telegraf – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin (26/01/2026), dibuka menguat. Pada pukul 09:15 WIB, Indeks mencatat kenaikan 45,66 poin (0,51%) ke level 8.996.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan tercatat 6,14 miliar saham dengan nilai transaksi Rp4,13 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 495.726 kali.
Adapun pada pembukaan perdagangan pagi hari ini, IHSG dibuka langsung menguat dengan kenaikan 16,71 poin atau setara dengan menguat 0,19% ke level 8.967.
Sebanyak 332 saham menguat, dan 218 saham melemah. Sementara, 156 saham tidak bergerak.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas menyebut kombinasi pelemahan nilai tukar rupiah, aksi ambil untung, meningkatnya tensi geopolitik global, serta sikap wait and see pelaku pasar menjelang rebalancing MSCI dengan metodologi terbaru menjadi sentimen utama.
Berdasarkan analisis teknikal 1 jam, IHSG masih mampu bertahan dan rebound terbatas xi area support krusial 8.820-8.875 setelah mengalami koreksi selama tiga hari berturut–turut.
“IHSG berpeluang melanjutkan technical rebound dengan target resistance terdekat di kisaran 9.000-9.030,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.
Dari sisi sektoral, kenaikan harga komoditas global menjadi katalis utama yang berpotensi mendorong kinerja saham–saham berbasis komoditas, khususnya emas, batubara, nikel, dan minyak bumi. Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ADRO, ESSA, dan MDKA.
Melansir riset Phintraco Sekuritas, biarpun ketegangan perang dagang AS–Eropa telah mereda, tetapi masih terdapat ketidakpastian mengenai Greenland. Presiden AS Donald Trump menambah ketegangan politik dengan memberikan sanksi baru serta mengisyaratkan potensi aksi militer terhadap Iran.
Hal ini mendorong kenaikan harga minyak mentah, harga perak, serta menyulut kenaikan harga emas hingga menembus level US$5.000/troy ons.
“Pada pekan ini investor akan mencermati hasil pertemuan the Fed yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada 3,5-3,75%,” mengutip paparan Phintraco.
Dari dalam negeri, Danantara menargetkan penempatan investasi hingga US$14 miliar tahun ini, naik dari komitmen US$8 miliar pada tahun lalu. Dana investasi tersebut berasal dari dividen perusahaan yang dimiliki negara.
Sentimen selanjutnya, investor menantikan pengumuman metodologi perhitungan free float saham oleh MSCI, tertanggal 30 Januari. Dengan itu, IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran 8.850-9.050, sebelum menentukan arah selanjutnya.
“Jika IHSG mampu ditutup di atas level 9.050, maka berpotensi akan melanjutkan rebound.” Top picks atau saham pilihan riset Phintraco adalah BSDE, CTRA, BRIS, ULTJ, DKFT, dan MAPA.
Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan menguatnya mayoritas indeks di Wall Street dan berlanjutnya kenaikan harga komoditas seperti minyak mentah, gas, timah, nikel, tembaga, dan emas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Namun pada saat bersamaan, sikap hati–hati investor menjelang hasil konsultasi indeks MSCI berpeluang menjadi katalis negatif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 8.855-8.760 dan resistance 9.050-9.145,” tulis riset CGS International.
Saham-saham pilihan versi CGS meliputi meliputi INCO, BRIS, ANTM, HRTA, MDKA, dan PWON.
Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG akan menguat, didorong oleh tensi yang membaik di global, mulai kembalinya inflow dana asing, serta menguatnya nilai tukar rupiah. Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BKSL, PWON, dan TINS.
Secara teknikal, stochastic di area oversold dan berpotensi golden cross, IHSG berpeluang rebound menuju resistance psikologis 9.000 sampai dengan titik All Time High 9.174.
“Di sisi lain, MA–50 sampai dengan Lower Parallel Channel di sekitar 8.69-8.750 diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG.”
Dari mancanegara, pada pekan ini, pelaku pasar mencermati hasil pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 27-28 Januari 2026, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5-3,75 persen.
Dari Bursa Wall Street, pelaku pasar menantikan laporan kinerja keuangan beberapa saham teknologi besar, untuk menilai prospek saham sektor teknologi dan Artificial Intelligence (AI).
Sementara itu, data ekonomi global yang akan dicermati, diantaranya Durable Goods Orders dan Producer Price Index (PPI) dari AS, data pertumbuhan ekonomi dari Euro Area, serta data Purchasing Managers’ Index (PMI) dari China.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan pengumuman metodologi perhitungan free float saham oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
MSCI berencana mengubah hitungan free float saham emiten-emiten di Indonesia untuk bisa masuk indeks global, yang mana masukan publik telah ditutup pada 31 Desember 2025 dan hasil akan diumumkan sebelum 30 Januari 2026. Apabila disetujui akan berlaku saat review indeks MSCI pada Mei 2026.
Di sisi lain, Danantara menargetkan penempatan investasi hingga 14 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun ini, naik dari komitmen 8 miliar dolar AS pada tahun lalu, yang berasal dari dividen perusahaan yang dimiliki negara.
Pada perdagangan Jumat (23/1), bursa saham Eropa ditutup mayoritas melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,13 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,07 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,18 persen, serta indeks CAC Prancis melemah 0,07 persen.
Sementara itu, bursa AS di Wall Street mayoritas menguat pada Jumat (23/1), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,58 persen ditutup di level 49.098,71, indeks S&P 500 menguat 0,03 persen ke level 6.915,61, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,34 persen ditutup di 25.065,47.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 1.017,19 poin atau 1,89 persen ke 52.829,69, indeks Shanghai menguat 16,47 atau 0,40 persen ke 4.152,64, indeks Hang Seng menguat 114,00 atau 0,43 persen ke 26.863,50, dan indeks Strait Times melemah 9,32 poin atau 0,19 persen ke 4.882,12.